Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dinamika tradisi malem selikuran pada masyarakat Jawa di desa Tanjung Pasir Labuhanbatu Utara Susanti, Rani; Achiriah, Achiriah
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 10, No 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202423627

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas Dinamika Tradisi Malem Selikuran di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara dari tahun 2013-2023. Tradisi Malem Selikuran merupakan tradisi berdoa untuk menyambut malam Laitul Qadar, juga sebagai doa rasa syukur atas Khataman. Artikel ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, pengumpulan data penelitian ini diperoleh berdasarkan hasil wawancara dan observasi. Kebudayaan Jawa merupakan salah satu kebudayaan penting diantara kebudayaan daerah lainnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa lampau dan saat ini. Dalam kebudayaan dan kehidupan Jawa terkandung nilai-nilai yang menjadi pedoman dan pegangan hidup masyarakat. Salah satu budaya yang paling yang paling terkenal bagi umat Islam Jawa yaitu Tradisi Malem Selikuran. Secara historis, tradisi ini mengingatkan kita bagaimana Islam dan budaya Jawa memiliki ciri khas integrasi dalam sejarah Islamisasi di Jawa, tradisi Malem Selikuran merupakan karya kreatif umat Islam di Jawa dalam rangka memberikan identitas pada komunitasnya.Berbagai ungkapan simbolis dalam tradisi Malem Selikuran banyak mengandung nilai–nilai sosial budaya yang sudah terbukti sangat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan, keselarasan kehidupan masyarakat dari waktu ke waktu.
Analysis of the Presidential Government Model in Indonesia: Advantages, Disadvantages, and Suitable Alternatives Susanti, Rani
Social Impact Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Social Impact Journal
Publisher : GoResearch - Research & Publishing House

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61391/sij.v4i1.254

Abstract

This study examines the presidential model of government implemented in Indonesia, focusing on its advantages and disadvantages in the context of politics and administration. The Indonesian presidential model, in which the president serves as both head of state and head of government, has advantages such as executive stability, clear separation of powers, and strong leadership. However, this model also faces challenges such as the risk of inter-institutional conflict, concentration of power in the president, and lack of parliamentary accountability. To address these shortcomings, this study evaluates several alternative models of government: the British parliamentary model, the Soviet model, and the traditional model. The British parliamentary model offers advantages such as flexibility in the formation and dissolution of government, as well as direct accountability to parliament, although it has the potential for political instability. The Soviet model, with its centralization of power, can increase decision-making efficiency but risks authoritarianism. The traditional model emphasizes local cultural values and is accepted at the community level, but faces challenges in adapting to the modern context. The results of this study indicate that the British parliamentary model is the most suitable alternative to address the shortcomings of Indonesia's presidential system. This model offers a balance between stability and accountability, and allows for better adaptation to the political and social dynamics in Indonesia. The implementation of the parliamentary model can improve government accountability and flexibility, thereby improving effectiveness and responsiveness to the needs of the community. Thus, the adoption of the parliamentary model can be a strategic step to improve governance in Indonesia.
The Effectiveness Of Interactive Comic Media In Science Courses Utamingsih, Sri; Susanti, Rani; Fajrie, Nur; Khamdun, Khamdun
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 9 (2023): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i9.4440

Abstract

An innovative approach that has attracted attention in recent years is the use of interactive media, such as interactive comics, in the teaching of science. This study aims to analyze the effectiveness of interactive comic media for science subjects in fifth grade elementary school. This research belongs to the type of Research and Development (R&D) research with research and development procedures consisting of two stages: media development and media testing. The method used develop and test learning media uses the Borg and Gall model. The product trial design used a pretest posttest control group design on students at SDN 2 Jambu as the experimental class and students at SDN 11 Jambu as the control class. Data were collected by observation, questionnaires, tests, interviews and documentation. The statistical test of effectiveness was carried out with SPSS. Data on the effectiveness of interactive comics learning media were analyzed by gain test, t test at a significance level of 0.05. Learning media developed in the form of interactive comics. The interactive comic was developed based on a needs analysis conducted on fifth grade students and teachers in three elementary schools in the Mlonggo sub-district, Jepara Regency. The use of interactive comics is effective as evidenced by an increase in learning outcomes. The average percentage of prettest in the control and experimental classes is almost the same, namely 30.00 and 30.67. After being given the intervention, the average posttest of the control and experimental classes increased to 50.00 and 74.83. The results of the t test obtained that the value of t count = 8.803 with a significance level of 0.000 < = 0.05. The conclusion obtained is that the development of interactive comic media has proven to be effective for use in learning in the fifth grade of elementary school. It is recommended that teachers use interactive comics in learning because it can improve student learning outcomes
Dinamika tradisi malem selikuran pada masyarakat Jawa di desa Tanjung Pasir Labuhanbatu Utara Susanti, Rani; Achiriah, Achiriah
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202423627

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas Dinamika Tradisi Malem Selikuran di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara dari tahun 2013-2023. Tradisi Malem Selikuran merupakan tradisi berdoa untuk menyambut malam Laitul Qadar, juga sebagai doa rasa syukur atas Khataman. Artikel ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, pengumpulan data penelitian ini diperoleh berdasarkan hasil wawancara dan observasi. Kebudayaan Jawa merupakan salah satu kebudayaan penting diantara kebudayaan daerah lainnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa lampau dan saat ini. Dalam kebudayaan dan kehidupan Jawa terkandung nilai-nilai yang menjadi pedoman dan pegangan hidup masyarakat. Salah satu budaya yang paling yang paling terkenal bagi umat Islam Jawa yaitu Tradisi Malem Selikuran. Secara historis, tradisi ini mengingatkan kita bagaimana Islam dan budaya Jawa memiliki ciri khas integrasi dalam sejarah Islamisasi di Jawa, tradisi Malem Selikuran merupakan karya kreatif umat Islam di Jawa dalam rangka memberikan identitas pada komunitasnya.Berbagai ungkapan simbolis dalam tradisi Malem Selikuran banyak mengandung nilai–nilai sosial budaya yang sudah terbukti sangat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan, keselarasan kehidupan masyarakat dari waktu ke waktu.