Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisa Kerusakan Pipa Bawah Laut Akibat dari Kejatuhan Jangkar Aldara, Desta Rifky; DewI, Retno Syahriawati; Mulananda, Arisessy Maharani
Techno Bahari Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52234/tb.v9i2.215

Abstract

Subsea pipelines have several risks that can cause damage to the surrounding environment if damage occurs. Several factors can cause subsea pipeline failure, such as: third party errors, corrosion, design errors, and operational errors. Literature and historical reviews of subsea pipeline failures and incidents indicate that third party factors are responsible for 38% of subsea pipeline failures. Common factors from the category of third party errors that can cause pipeline failure include: fishing activities, commercial ship activities (emergency anchoring, dragged anchor, dropped containers, and ship sinking), and ship construction activities. The main focus of this assessment is the analysis of damage to the subsea pipeline caused by the anchor fall. Damage calculations based on the DNVGL RP F107 standard were compared with simulations using the FEM application. Based on the damage analysis carried out, the underwater pipeline was damaged in the protective concrete layer and experienced dents. Therefore, external protection using the gravel buried method is recommended to protect subsea pipelines from falling anchors. The total investment value required for the installation of the shield is Rp. 4,853,181,463.
Strategi Optimalisasi Pemilihan Propeller B-Series untuk Kapal: Studi Kasus Kapal Tanker Aldara, Desta Rifky
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3737

Abstract

Pemilihan propeler merupakan proses yang penting karena mempengaruhi titik operasi mesin yang perepresentasikan kecepatan kapalhingga konsumsi bahan bakar. Diantara beberapa tipe propeller, B-Series Propeller merupakan seri propeller yang umum digunakan di kapal, karena B-Series propeller memiliki database yang cukup lengkap dan bervariasi, mulai dua hingga tujuh daun propeller. Dalam penelitian ini, program komputer berbasis pemrograman numerik dikembangkan untuk menentukan propeller B-Series yang paling optimum untuk kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempermudah proses desain awal propeller di kapal, sehingga pekerjaan desainer kapal lebih cepat dan efektif dalam mendapatkan propeller yang optimum dengan memperhatikan batasan – batasan seperti diameter maksimum propeller, kavitasi, gaya dorong propeller, dan koreksi bilangan Reynold. Dengan banyaknya objektif dalam proses pemilihan propeller, maka satu objektif utama dipilih dan objektif lainnya dijadikan variabel batasan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil dari simulasi yang telah dilakukan telah sesuai dengan teori kinerja propeller yang menyatakan bahwa jumlah daun propeller yang lebih kecil memiliki efisiensi yang lebih bagus dibandingkan dengan propeller dengan jumlah daun propeller lebih banyak.
Analisa Kavitasi pada NACA Foil dalam Penentuan Jumlah Daun Propeller dengan Metode Computational Fluid Dynamic Maful Suranto; Aldara, Desta Rifky; Fikry, Izzul; Nugraha Oloan, Achdri Fauzi; Prihandanu, Riyan Bagus
Jurnal Inovasi Teknologi Manufaktur, Energi dan Otomotif Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Teknologi Manufaktur, Energi, dan Otomotif
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/jinggo.v4i1.2025.%p

Abstract

Propeller adalah baling-baling yang digunakan untuk menghasilkan daya dorong atau tenaga, seperti pada kapal, pesawat, dan pembangkit listrik (misalnya kincir angin). Desain propeller berkembang dari bentuk screw menjadi daun dengan berbagai parameter seperti foil, skew, pitch, dan rake, yang terus dikembangkan untuk mencapai efisiensi optimal. Salah satu lembaga yang aktif dalam pengembangan ini adalah MARIN (Maritime Research Institute Netherlands), yang telah menghasilkan berbagai seri propeller seperti B-series, Ka-series, hingga C- dan D-series. Prinsip kerja propeller adalah mengubah tenaga rotasi menjadi daya dorong dalam fluida, menggunakan prinsip Bernoulli dan hukum Newton untuk menghasilkan perbedaan tekanan pada permukaan daun. Perbedaan tekanan ini bisa menyebabkan kavitasi munculnya gelembung gas akibat penurunan tekanan yang berdampak buruk seperti kerusakan daun, getaran, dan kebisingan, serta menurunkan efisiensi. Masalah efisiensi dan kenyamanan menjadi tantangan tersendiri bagi desainer. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan penentuan jarak antar foil pada daun propeller (berbasis NACA 0012) dan dianalisis menggunakan CFD untuk mencari desain paling efisien. Dari hasil penelitian, konfigurasi foil di tengah dan depan menghasilkan gaya angkat (lift) tertinggi sebesar 7550 N, sementara foil di belakang menghasilkan hambatan (drag) tertinggi sebesar 4016 N.