Propeller adalah baling-baling yang digunakan untuk menghasilkan daya dorong atau tenaga, seperti pada kapal, pesawat, dan pembangkit listrik (misalnya kincir angin). Desain propeller berkembang dari bentuk screw menjadi daun dengan berbagai parameter seperti foil, skew, pitch, dan rake, yang terus dikembangkan untuk mencapai efisiensi optimal. Salah satu lembaga yang aktif dalam pengembangan ini adalah MARIN (Maritime Research Institute Netherlands), yang telah menghasilkan berbagai seri propeller seperti B-series, Ka-series, hingga C- dan D-series. Prinsip kerja propeller adalah mengubah tenaga rotasi menjadi daya dorong dalam fluida, menggunakan prinsip Bernoulli dan hukum Newton untuk menghasilkan perbedaan tekanan pada permukaan daun. Perbedaan tekanan ini bisa menyebabkan kavitasi munculnya gelembung gas akibat penurunan tekanan yang berdampak buruk seperti kerusakan daun, getaran, dan kebisingan, serta menurunkan efisiensi. Masalah efisiensi dan kenyamanan menjadi tantangan tersendiri bagi desainer. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan penentuan jarak antar foil pada daun propeller (berbasis NACA 0012) dan dianalisis menggunakan CFD untuk mencari desain paling efisien. Dari hasil penelitian, konfigurasi foil di tengah dan depan menghasilkan gaya angkat (lift) tertinggi sebesar 7550 N, sementara foil di belakang menghasilkan hambatan (drag) tertinggi sebesar 4016 N.