Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TAFSIR AYAT HIJAB: ANALISIS METODE TAFSIR RAWAIUL BAYAN MUHAMMAD ALI ASH SHABUNI Hariyono, Andy; Lutfiah, Ida
Jurnal Al-Dirayah Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : STIQ Al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.657 KB)

Abstract

This study discussed the method of tafsir Rawaiul Bayan by Muhammad Ali Ash Shabuni is related to hijab, especially in Surah Annur ayah 30-31. Ash Shabudi prioritised his overview that wearing of veil (cadar) is obligated. On the other hand, the referral literature  used is dissagred that woman?s face is ashame. This literature study  uses Rawaiul Bayan as fundamental literature.
ANALISIS METODE TAFSIR WAHBAH ZUHAILI DALAM KITAB AL-MUNIR Hariyono, Andy
Jurnal Al-Dirayah Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : STIQ Al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1951.302 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas tentang metode tafsir Wahbah Zuhaili yang teraplikasi dalam penulisan kitab tafsir Al-Munir. Ketika Rasulullah Saw masih berada di tengah-tengah umat, maka seluruh permasalahan termasuk penafsiran Al-Quran dikembalikan kepada beliau SAW. Setidaknya model penafsiran yang berkembang pada saat itu adalah Rasulullah Saw menjawab pertanyaan-pertanyaan para sahabat ?Radhiyallahu?anhum? atau para sahabat r.a. membaca dan mendengarkan Al-Quran kemudian mereka memahami hukum-hukumnya yang tentu dikonfirmasikan kepada Rasulullah SAW. Model penafsiran seperti ini pada masa itu masih belum dituliskan karena ada larangan dari Rasulullah SAW, dikhawatirkan terjadi percampuran antara al-Quran dan selainnya. Namun dalam kodisi tertentu Nabi Saw mengizinkan beberapa sahabat untuk menuliskannya. Kajian ini mencoba memahami tentang kaidah tafsir ulama Wahbah Zuahaili dalam kitab tafsirnya At? Tafsir Al-Mun?r fi?l Aqida wa?s Syariah wa?l Manhaj dengan menggunakan pendekatan studi pustaka, kajian ini selain mengungkapkan metode tafsir, juga memaparkan temuan dan sumbangan pemikiran yang menjadi salah satu rujukan dalam ilmu tafsir.
THE DYNAMICS OF PALEMBANG MALAY CULTURE IN THE DIGITAL AGE Pertiwi, Hana; Cholidi; Syawaludin, Mohammad; Hariyono, Andy; Nilawati
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i3.346

Abstract

Budaya Melayu merupakan identitas yang mencerminkan nilai-nilai, tradisi, serta cara pandang hidup masyarakat. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, masyarakat Melayu kini menghadapi tantangan baru dalam menjaga dan mempertahankan nilai-nilai tradisionalnya terutama di wilayah palembang Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika identitas, budaya, dan adat masyarakat Melayu Sumatera Selatan di tengah era digital, serta menelusuri bagaimana proses penyesuaian berlangsung antara unsur tradisi dan modernitas. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif, dengan melalui mesin pencarian google dan beberapa literature lainnya, serta analisis terhadap berbagai sumber sekunder yang membahas kebudayaan Melayu, perubahan sosial, dan pengaruh digitalisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi, komunikasi, dan cara masyarakat Melayu mengekspresikan identitas budayanya. Kemudian ada teknologi digital berperan penting dalam upaya pelestarian budaya melalui dokumentasi, promosi wisata budaya, serta pembelajaran daring berbasis kearifan lokal. Namun di sisi lain, muncul pula tantangan berupa pergeseran nilai, komersialisasi budaya, dan menurunnya minat generasi muda dalam mewarisi tradisi. Masyarakat Melayu di Sumatera Selatan memperlihatkan kemampuan adaptasi yang kuat dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana pelestarian adat, bahasa, dan seni tradisional. Inisiatif seperti revitalisasi bahasa Melayu, penyelenggaraan festival budaya berbasis hybrid, serta digitalisasi arsip adat menjadi wujud nyata dari upaya rekonstruksi budaya di era modern. Oleh karena itu, digitalisasi tidak semata-mata dipandang sebagai ancaman, tetapi juga sebagai peluang strategis untuk memperkuat identitas dan mempertahankan eksistensi budaya Melayu di tengah arus globalisasi.