Intan, Noor Tiara Habib Aisyah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENCIPTAAN BATIK TERAPAN DENGAN INSPIRASI MOTIF KEKAYAAN KULINER GROBOGAN Intan, Noor Tiara Habib Aisyah; Purwanto, Purwanto; Gunadi, Gunadi
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 2 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i2.38512

Abstract

Proyek studi ini berjudul Penciptaan Batik Terapan dengan Inspirasi Motif Kekayaan Kuliner Grobogan, penulis memutuskan untuk memilih batik sebagai sarana melestarikan kebudayaan dan mengembangkan desain batik untuk memperkuat identitas dan keunggulan industri kreatif Indonesia khususnya daerah Grobogan dengan menghadirkan kekayaan kuliner Grobogan sebagai inspirasi motif batik. Sesuai dangan pokok permasalahan tersebut, maka tujuan pembuatan proyek studi ini adalah untuk menghasilkan karya batik terapan dengan inspirasi motif kekayaan kuliner Grobogan. Pada proses pembuatan karya ini penulis menggunakan teknik batik tulis. Untuk membatik tulis digunakan alat untuk menuliskan lilin batik cair di kain yaitu canting. Media yang digunakan penulis adalah media Batik, berupa bahan seperti (lilin malam, pewarna jenis naptol, remasol, soda abu, dan kain primisima. Sedangkan alat yang digunakan berupa pensil, penggaris, kuas berbagai ukuran, jegul, wajan kecil, kompor kecil. Proses pembuatan karya meliputi visualisasi ide dalam bentuk sket dan desain, setelah itu diaplikasikan pada kain. Pewarnaan dilakukan dengan dua teknik, yaitu teknik colet dengan menggunakan pewarna jenis remasol dan teknik celup dengan pewarna jenis naphtol. Penulis dalam proyek studi ini menghasilkan sepuluh karya, yang terinspirasi dari kuliner khas Grobogan sebagai upaya pelestarian dan upaya memperkenalkan kuliner khas Grobogan pada masyarakat luas. Karya-karya tersebut berjudul batik motif jagung, garang asem, brambang asem, sego pager godhong, pecel gambringan, ayam pencok, becek, bothok yuyu, mie tek-tek dan sayur lompong. Dengan menghadirkanmotif berupa makanan/kuliner khas Grobogan menjadikan motif batik semakin bervariasi. Dalam karya ini motif yang dibuat merupakan bentuk stilisasi dari bentuk kuliner khas Grobogan dengan berbagai pendekatan penemuan ide dalam membuat motif. Pewarnaan dalam karya ini bukan semata-mataeuphoria bangga memakai batik tetapi juga melibatkan pertimbangan estetika.
PENCIPTAAN BATIK TERAPAN DENGAN INSPIRASI MOTIF KEKAYAAN KULINER GROBOGAN Intan, Noor Tiara Habib Aisyah; Purwanto, Purwanto; Gunadi, Gunadi
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 2 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i2.38512

Abstract

Proyek studi ini berjudul Penciptaan Batik Terapan dengan Inspirasi Motif Kekayaan Kuliner Grobogan, penulis memutuskan untuk memilih batik sebagai sarana melestarikan kebudayaan dan mengembangkan desain batik untuk memperkuat identitas dan keunggulan industri kreatif Indonesia khususnya daerah Grobogan dengan menghadirkan kekayaan kuliner Grobogan sebagai inspirasi motif batik. Sesuai dangan pokok permasalahan tersebut, maka tujuan pembuatan proyek studi ini adalah untuk menghasilkan karya batik terapan dengan inspirasi motif kekayaan kuliner Grobogan. Pada proses pembuatan karya ini penulis menggunakan teknik batik tulis. Untuk membatik tulis digunakan alat untuk menuliskan lilin batik cair di kain yaitu canting. Media yang digunakan penulis adalah media Batik, berupa bahan seperti (lilin malam, pewarna jenis naptol, remasol, soda abu, dan kain primisima. Sedangkan alat yang digunakan berupa pensil, penggaris, kuas berbagai ukuran, jegul, wajan kecil, kompor kecil. Proses pembuatan karya meliputi visualisasi ide dalam bentuk sket dan desain, setelah itu diaplikasikan pada kain. Pewarnaan dilakukan dengan dua teknik, yaitu teknik colet dengan menggunakan pewarna jenis remasol dan teknik celup dengan pewarna jenis naphtol. Penulis dalam proyek studi ini menghasilkan sepuluh karya, yang terinspirasi dari kuliner khas Grobogan sebagai upaya pelestarian dan upaya memperkenalkan kuliner khas Grobogan pada masyarakat luas. Karya-karya tersebut berjudul batik motif jagung, garang asem, brambang asem, sego pager godhong, pecel gambringan, ayam pencok, becek, bothok yuyu, mie tek-tek dan sayur lompong. Dengan menghadirkanmotif berupa makanan/kuliner khas Grobogan menjadikan motif batik semakin bervariasi. Dalam karya ini motif yang dibuat merupakan bentuk stilisasi dari bentuk kuliner khas Grobogan dengan berbagai pendekatan penemuan ide dalam membuat motif. Pewarnaan dalam karya ini bukan semata-mataeuphoria bangga memakai batik tetapi juga melibatkan pertimbangan estetika.
Batik Semarang on Cultural Ecology Perspective: Characteristic of Visual Expression Intan, Noor Tiara Habib Aisyah; Sugiarto, Eko; Wibawanto, Wandah
Catharsis Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/catharsis.v12i2.76364

Abstract

Batik is a traditional textile work of art which was designated by UNESCO on 2 October 2009 as an intangible cultural heritage (representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity). This research aims to analyze the characteristics of Semarang batik based on cultural ecology, especially the Semarang icon category, the case study of this research is at IKM Batik Semarang 16. This research is qualitative research, in this research uses several theoretical approaches, namely a visual analysis approach with color theory and design principles for analyzing the visual elements in batik motifs. Apart from using a visual analysis approach with color theory and design principles, a cultural ecology approach will also be discussed to discuss the cultural ecological aspects found in batik motifs, especially in the Lawang Sewu Ngawang, Mberok Bridge, Tugu Muda Kekiteran Sulur, and Blekok Srondol motifs. The cultural ecology approach is used to understand the complex relationship between humans, culture and the environment in the context of batik production and use in the city of Semarang, Central Java. The results of this research show that the characteristics of batik work from IKM Batik Semarang 16 of the five motifs have bright, dominant colors. line elements, decorations do not experience too much composition, either distortion or stylization. The cultural ecology aspect of batik by IKM Batik Semarang 16 refers to certain themes and categories and represents Semarang from a natural, physical and socio-cultural perspective.