Maker, Luh Putu Iin Indrayani
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Hubungan antara Ekspresi BRAF V600E dengan Metastasis dan Derajat Diferensiasi pada Adenokarsinoma Kolorektal Damayanti, Ni Kadek Ayu Maya; Winarti, Ni Wayan; Sriwidyani, Ni Putu; Maker, Luh Putu Iin Indrayani; Saputra, Herman; Muliarta, I Made
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i9.P13

Abstract

Karsinoma kolorektal (KKR) didefinisikan sebagai suatu tumor ganas epitelial usus besar yang terjadi akibat pengaruh dari faktor ekstrinsik dan intrinsik. BRAF adalah salah satu serine/theonine protein kinase yang berperan dalam kaskade sinyal yang mengatur proliferasi, diferensiasi, migrasi, keberlangsungan, dan angiogenesis sel. Disregulasi jalur ini menyebabkan terputusnya jalur sinyal normal RAF-MEK-ERK sehingga sinyal proiferasi terus diaktifkan tanpa perlu stimulus dari luar. Saat ini telah ditemukan lebih dari 70 jenis mutasi BRAF dan 90% di antaranya adalah mutasi V600E. Mutasi BRAF V600E ditemukan pada sekitar 10-15% kasus KKR. Mutasi ini berkaitan dengan perilaku biologik agresif, metastasis, serta kurangnya respon terhadap terapi dengan inhibitor EGFR. Oleh sebab itu pemeriksaan ekspresi BRAF V600E dapat digunakan sebagai salah satu faktor prediktif penatalaksanaan lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara ekspresi BRAF V600E dengan metastasis dan derajat diferensiasi adenokarsinoma kolorektal. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik potong lintang dan melibatkan 43 sampel penderita adenokarsinoma kolorektal yang telah dilakukan pemeriksaan histopatologi pada periode tahun 2018-2019 di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar. Data metastasis diperoleh dari data radiologi dan/atau sitologi yang diperoleh melalui penelusuran SIMARS RSUP Sanglah Denpasar atau formulir pemeriksaan histopatologi. Pulasan imunohistokimia dikerjakan untuk menilai ekspresi BRAF V600E. Ekspresi positif jika 75% atau lebih sel tumor mununjukkan pulasan sitoplasma dengan intensitas kuat. Uji chi-square digunakan untuk menilai hubungan antara ekspresi BRAF V600E dengan metastasis dan derajat diferensiasi adenokarsinoma kolorektal. Dari 43 kasus yang dilibatkan dalam penelitian ini, ditemukan 7 kasus (16,3%) dengan ekspresi BRAF V600E positif, yang seluruhnya merupakan kasus KKR dengan metastasis. Di antara grup metastasis sendiri, ekspresi BRAF V600E ditemukan sebesar 28% (7/25). Tidak ditemukan ekspresi BRAF V600E pada kasus tanpa metastasis. Analisis chi square menunjukkan hubungan antara ekspresi BRAF V600E dan metastasis bermakna secara statistik (p=0,014). Ekspresi BRAF V600E positif hanya ditemukan pada kasus dengan derajat diferensiasi rendah. Akan tetapi, pada studi ini hanya dilibatkan 8 kasus dengan derajat diferensiasi tinggi, dan analisis chi square menunjukkan hubungan antara ekspresi BRAF dan derajat diferensiasi tidak bermakna secara statistik (p=0,167). Sebagai simpulan, terdapat hubungan antara ekspresi BRAF V600E dengan metastasis pada adenokarsinoma kolorektal. Tidak terdapat hubungan antara ekspresi BRAF V600E dengan derajat diferensiasi pada adenokarsinoma kolorektal.
PROFIL KLINIKOPATOLOGI PASIEN KARSINOMA SERVIKS DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2016 – 2018 Herman, Juan Paul Christian; Ekawati, Ni Putu; Maker, Luh Putu Iin Indrayani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i8.P06

Abstract

Karsinoma serviks adalah penyakit keganasan yang menyerang sel epitel serviks. Karsinoma serviks merupakan jenis karsinoma yang ditemukan terbanyak kedua di dunia yang penderitanya adalah perempuan setelah kanker payudara, tetapi merupakan penyebab kematian perempuan pertama yang disebabkan oleh karsinoma. Penelitian ini merupakan studi deskriptif potong lintang yang dilakukan untuk mengetahui profil klinikopatologi pasien karsinoma serviks pada periode waktu 1 Januari 2016 – 31 Desember 2018 di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian dilakukan di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar dengan teknik total sampling. Dari hasil penelitian ini didapatkan 70 pasien yang terdiagnosis karsinoma serviks serta memenuhi kriteria inklusi. Prevalensi ditemukan tertinggi di kelompok usia 41 – 50 tahun yaitu 48,6%, tipe histopatologi yang paling sering adalah Squamous cell carcinoma sebanyak 54,3%, stadium ukuran tumor (T) terbanyak adalah T1 yaitu 65,7% dan stadium status kelenjar getah bening (N) terbanyak adalah N0 yaitu 78,6%. Kata Kunci: karsinoma serviks, klinikopatologi, RSUP Sanglah
Intra-adrenal Paraganglioma and Paraaortic Paraganglioma in 15 Years Old Boys Butarbutar, Christine Rosalina; Maker, Luh Putu Iin Indrayani; Sumadi, I Wayan Juli; Winarti, Ni Wayan; Ariyanta, Kadek Deddy; Asih, Made Widhi
Majalah Patologi Indonesia Vol. 33 No. 1 (2024): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55816/mpi.v33i1.631

Abstract

Intra-adrenal paraganglioma (also called pheochromocytoma) is a chromaffin cell tumor that arises in the adrenal medulla and produces excess catecholamines. Paraganglioma can also be located in the extra-adrenal area. The incidence rate of intra-adrenal and extra-adrenal paraganglioma is about 1 case per 2.500-6.500 population, highest incidence at 40-50 years old, and distribution is the same in males and females. Intra-adrenal paraganglioma in pediatrics is more familial, bilateral, multifocal, and malignant. In children, the incidence rate of these tumors was 8.86%, the ratio of boys to girls was 2:1, and the average age of 11. This article reports a case, of a 15 years old boy with severe headaches, recurrent seizures, and a hypertension crisis (143/103-220/110 mmHg). MSCT scan of abdominal showed solid mass heterogeneous with central necrotic multiple in the supero-anterior of the left and right kidneys and on the right anterolateral aorta as high as CV L2, impressive adrenal gland mass and extra-adrenal, suspect pheochromocytoma. Performed surgery, routine histopathological examination, and Immunohistochemistry. Macroscopic examination showed an oval round shape mass of left and right adrenal tumors as well as the paraaortic, a smooth outer surface of the capsular, with yellowish brown color mass tumor at cut surface, supple consistency. Microscopic examination showing adrenal gland and paraaortic tissue with fibrous capsule contains proliferation of neoplastic cells forming a nested alveolar (Zellballen) pattern with a round oval to polygonal cells, granular eosinophilic cytoplasm, round oval nuclei, surrounded by sustentacular cells. Chromogranin A and S-100 are positive. The case was concluded by clinical findings, histopathological, and immunohistochemistry as intra-adrenal paraganglioma and paraganglioma of paraaortic.
Combination of Urachal and Omphalomesenteric Duct Remnant: A Rare Case Reports Maker, Luh Putu Iin Indrayani; Manna, Johana Sensy Leni; Darmajaya, I Made
Majalah Patologi Indonesia Vol. 33 No. 1 (2024): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55816/mpi.v33i1.645

Abstract

Umbilical problems encountered in the pediatric population are often associated with retained umbilical cord structures or with failure of the umbilical ring to close at birth. This article reported a case of umbilical anomalies in 3-years old male, with a chief complaint of a lump on the umbilical area a urinary discharge from the umbilical since birth. Incidence of patent vitelointestinal duct (omphalomesenteric duct) varies from 1 in 5000-8000 while patent urachus are still rare, ranging from 1-2 per 100000. The combination of both anomalies is very rare, only 12 reported cases since 1898 until 2016. Ultrasound can play an important diagnostic role for these types of anomalies if performed by expert. In our case, the ultrasound was not able to confirm the diagnosis due to a lot of gas in the abdomen. Based on clinical data and histopathologic examination, the patient was diagnosed with combination of urachal and omphalomesenteric duct remnant.