Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Minuman Tradisional Beralkohol Khas Sulawesi Utara Dosis Bertingkat terhadap Gambaran Morfologik Hati Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Rembang, Addi A.; Kairupan, Carla F.; Lintong, Magdalena P.
e-Biomedik Vol 8, No 1 (2020): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v8i1.28742

Abstract

Abstract: Excessive consumption of alcoholic beverages can affect the liver, in the form of fatty liver, alcoholic hepatitis, and liver cirrhosis. This study was aimed to determine the influence of alcoholic drink on the liver if it is consumed routinely in low and moderate doses, specifically an alcoholic drink produced by residents of North Sulawesi, namely Cap Tikus. It was an experimental laboratory study. Subjects were 24 Wistar rats divided into one control group and three treatment groups, each of six rats. The control group (K) was not given Cap Tikus. Treatment group 1 (K1) was given Cap Tikus at a dose of 1.08 mL/day in male rats (K1A) and 0.81 mL/day in female rats (K1B). Treatment group 2 (K2) was given Cap Tikus at a dose of 2.16 mL/day in male rats (K2A) and 1.62 mL/day in female rats (K2B). Treatment group 3 (K3) was given Cap Tikus at a dose of 4.32 mL/day in male rats (K3A) and 3.24 mL/day in female rats (K3B). All rats were terminated on day 21 and their livers were prepared for microscopic examination. The results showed fatty liver cells in all treatment groups. At moderate and high doses there were necrotic liver cells. Hepatitis was found in the male group with the highest dose. In conclusion, Wistar rats given Cap Tikus had fatty liver cells at all doses, liver cell necrosis at moderate and high doses, and the presence of hepatitis in the group of male rats at high doses.Keywords: Cap Tikus, fatty liver cells, and necrotic liver cells, hepatitis Abstrak: Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada hati, berupa perlemakan hati, hepatitis alkoholik, dan sirosis hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minuman beralkohol terhadap hati bila dikonsumsi secara rutin dalam dosis rendah maupun sedang, secara khusus minuman beralkohol yang diproduksi oleh masyarakat Sulawesi Utara, yaitu Cap Tikus. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik. Subyek penelitian ialah 24 ekor tikus Wistar yang dibagi atas satu kelompok kontrol dan tiga kelompok perlakuan, masing-masing terdiri dari enam ekor tikus. Kelompok kontrol (K) tidak diberikan Cap Tikus. Kelompok perlakuan 1 (K1) diberikan Cap Tikus dengan dosis 1,08 mL/hari pada tikus jantan (K1A) dan 0,81 mL/hari pada tikus betina (K1B). Kelompok perlakuan 2 (K2) diberikan Cap Tikus dengan dosis 2,16 mL/hari pada tikus jantan (K2A) dan 1,62 mL/hari pada tikus betina (K2B). Kelompok perlakuan 3 (K3) diberikan Cap Tikus dengan dosis 4,32 mL/hari pada tikus jantan (K3A) dan 3,24 mL/hari pada tikus betina (K3B). Semua tikus diterminasi pada hari ke-21 dan hati tikus dilakukan pemeriksaan mikroskopik. Hasil pemeriksaan menunjukkan perlemakan sel hati pada semua kelompok perlakuan. Pada dosis sedang dan tinggi terdapat sel-sel hati yang mengalami nekrosis sedangkan pada kelompok jantan dengan dosis paling tinggi terdapat hepatitis. Simpulan penelitian ini ialah tikus Wistar yang diberikan minuman Cap Tikus mengalami perlemakan sel hati pada semua dosis; nekrosis sel hati pada dosis sedang dan tinggi; serta adanya hepatitis pada kelompok tikus jantan dengan dosis tinggi.Kata kunci: Cap Tikus, perlemakan dan nekrosis sel hati, hepatitis
Efek Pemberian Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) terhadap Gambaran Histopatologik Lambung Tikus Wistar yang Diinduksi Asam Asetat Pungus, Monica Ch.; Lintong, Magdalena P.; Sambuaga, Maria K.
Medical Scope Journal Vol 1, No 2 (2020): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.1.2.2020.27826

Abstract

Abstract: In stomach induced by acetic acid, the gastric acidity may increase leading to irritation of the mucosal layer and imbalance of defense factors and damaging factors. This might lead to the occurrence of gastritis or peptic ulcers. Ginger is rich in flavonoids. In the inflammation process, ginger constituents such as zingerone, zingiberenes, gingerols, and shogaol may be able to inhibit the cyclooxygenation and lipookoxygenase pathways in the arachidonic acid metabolism. This study was aimed to identify the effects of ginger on the histopathological features of stomach induced by acetic acid. This was an experimental laboratory study. In this study, we used red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) originated from Tomohon. Samples were male Wistar rats (Rattus norvegicus) divided into 5 groups; one as the positive control. The results showed that groups given ginger had intact surface mucosa, inflammation cells (eosinophils and PMN), and blood vessel dilation. Meanwhile, the positive control showed erosive surface mucosa. Worms were identified in all groups. It is concluded that in Wistar rats, administration of ginger after the stomach induced by acetic acid still showed gastritis feature but without acute erosive gastritis.Keywords: ginger, stomach, gastritis, peptic ulcers, acetic acid, vinegar Abstrak: Pada lambung yang diinduksi dengan asam asetat, kadar keasaman lambung dapat meningkat sehingga mengiritasi lapisan mukosa dan mengakibatkan ketidakseimbangan faktor pertahanan dan faktor perusak lambung. Hal ini dapat menyebabkan gastritis atau ulkus peptikum. Jahe dikenal kaya akan flavonoid. Pada proses inflamasi, konstituen dari jahe seperti zingerone, zingiberenes, gingerols, dan shogaol mampu menghambat jalur siklooksigenasi dan lipooksi-genase pada metabolisme asam arakidonat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian jahe terhadap gambaran histopatologik lambung yang diinduksi dengan asam asetat. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik. Pada penelitian ini digunakan jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) yang berasal dari daerah Tomohon. Sampel penelitian ialah 25 ekor tikus Wistar (Rattus norvegicus) jantan, dibagi atas 5 kelompok; satu kelompok sebagai kontrol positif. Hasil penelitian mendapatkan kelompok yang diberikan jahe memperlihatkan permukaan mukosa lambung intak, adanya sel-sel radang (eosinofil dan PMN), serta pelebaran pembuluh darah sedangkan pada kelompok kontrol positif yang hanya diberikan asam asetat tampak permukaan mukosa lambung erosif. Pada semua sampel ditemukan adanya cacing. Simpulan penelitian ini ialah pada tikus Wistar, pemberian jahe setelah lambung diinduksi dengan asam asetat masih menun-jukkan adanya gambaran histopatologik gastritis namun tidak terdapat gastritis erosif akut.Kata kunci: jahe, lambung, gastritis, ulkus peptikum, asam asetat