Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EMPATI UNTUK DESAIN REGENERATIF RUMAH LANSIA PRODUKTIF DAN RUANG KOMUNITAS DI HAJI NAWI Setiawan, Jennifer; Ariaji, Priscilla Epifania
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v7i2.35576

Abstract

Jakarta is currently entering an aging population phase, with an expected 18% increase in population by 2040. The main issue that arises is senior housing that meets standards is generally located in suburban areas, while  in Jakarta are scarce and fail to meet standards. This results in seniors being separated from their families in the city center. Further, compounded by senior facilities that do not support productivity and are poorly integrated with community spaces. This research aims to design specialized housing for productive elderly that integrated with community spaces in Haji Nawi, as a modern alternative to the traditional senior housing concept, which often carries a negative stigma. This allows elderly individuals to live alongside their families in the city center, creating spaces for social interaction and maintaining productivity. The research method uses a qualitative approach with primary data  through field studies, while the design method is empathetic architecture, which observes the spatial needs of productive seniors and the trends they desire to create spatial design. The novelty of the research lies in the concept of “productive co-living,” which combines inclusive design principles with regenerative architecture. This concept encourages the elderly to remain productive, engage in activities, and interact socially within the building. It offers the elderly to live in a densely populated urban area that is livable and empowers them as active participants in community life, while contributing to environmental sustainability through the implementation of regenerative systems. Keywords:  empathic architecture; community room; productive elderly; regenerative architecture; senior living Abstrak Jakarta saat ini sedang memasuki aging population dimana pada tahun 2040 akan mengalami peningkatan penduduk sebesar 18%. Isu utama yang muncul adalah hunian lansia umumnya yang memenuhi standar berada di sub-urban, sedangkan yang berlokasi di Jakarta minim yang memenuhi standar. Hal ini menyebabkan lansia terpisah dari keluarga di pusat kota. Masalah ini juga disertai fasilitas lansia yang tidak mendukung produktivitas dan kurang terintegrasi dengan ruang komunitas. Penelitian ini bertujuan merancang hunian khusus bagi lansia produktif yang terintegrasi dengan ruang komunitas di Haji Nawi, sebagai alternatif modern dari konsep panti jompo tradisional yang sering berstigma negatif. Memungkinkan Lansia tinggal berdampingan dengan keluarga di tengah kota, menciptakan ruang untuk berinteraksi secara sosial dan tetap produktif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui studi lapangan, sedangkan metode perancangan yang sesuai adalah arsitektur empati dimana mengobservasi kebutuhan ruang lansia produktif dan tren apa yang mereka inginkan untuk menciptakan spasial ruang. Kebaruan penelitian berada pada konsep “productive co-living” yang menggabungkan prinsip desain inklusif dengan arsitektur regeneratif. Konsep ini mendorong lansia tetap produktif beraktivitas dan berinteraksi sosial di dalam bangunan. Menawarkan lansia tinggal di perkotaan padat yang layak huni dan memberdayakan lansia sebagai bagian aktif di kehidupan bermasyarakat, dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan melalui penerapan sistem regeneratif.