Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DETEKSI DINI DAN EDUKASI PENGOBATAN DIABETES MELLITUS MELALUI KEGIATAN SKRINING DI MASYARAKATKELURAHAN TAMARUNANG KABUPATEN GOWA Nisa, Fakhrun; Darmawan, Rahmatullah; Munawar, Muh. Ghufron; Sudirman, Sudirman
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 04 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus DM di Indonesia meningkat tajam; pada tahun 2000 terdapat sekitar 8,4 juta penderita dan diperkirakan menjadi 21,2 juta pada tahun 2030. Banyak kasus tidak terdiagnosis sejak dini karena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap risiko dan gejala awal DM. Deteksi dini dan edukasi sangat penting untuk mencegah komplikasi. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini risiko DM dan mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan DM melalui skrining kesehatan, pengukuran gula darah, serta pemberian obat dan vitamin oleh dokter. Kegiatan dilakukan di RT 007 RW 010 Kelurahan Tamarunang, Kabupaten Gowa, meliputi:Wawancara identitas dan faktor risiko DM, Pengukuran tinggi dan berat badan, Pemeriksaan gula darah sewaktu dengan alat Nesco GCU 3 in 1 danPemberian obat dan vitamin oleh dokter setelah pemeriksaan. Sebanyak 33 peserta mengikuti kegiatan ini (10 laki-laki, 13 perempuan). Hasil skrining menunjukkan 36% peserta memiliki riwayat keluarga DM, 30% merokok aktif, 15% mengonsumsi alkohol, 55% sering konsumsi makanan cepat saji, dan hanya 27% rutin konsumsi serat. Status gizi menunjukkan 25% overweight dan 12% obesitas. Pemeriksaan gula darah mendapatkan 24% kategori diabetes, 18% prediabetes, dan 58% normal. Deteksi dini melalui skrining dan edukasi terbukti membantu menemukan kasus DM dan faktor risiko di masyarakat lebih awal sehingga masyarakat dapat melakukan perubahan perilaku dan tindakan medis yang tepat.
STANDARISASI INSTRUMEN KLASIFIKASI LUKA DAN CIDERA DI RUMAH SAKIT: A SCOPING REVIEW Nisa, Fakhrun; Rahmatullah, Rahmatullah; Fardi, Fardi
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 17 No 2 (2026): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v17i2.531

Abstract

Latar Belakang: Cedera dan luka merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas secara global, dengan lebih dari 4,4 juta kematian setiap tahun. Luka dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebab, durasi, dan kedalamannya. Namun, belum ada pedoman standar dalam penggunaan instrumen klasifikasi luka di rumah sakit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi instrumen klasifikasi luka yang digunakan dalam studi klinis. Metode: Studi ini menggunakan metode scoping review dengan enam langkah yang dikembangkan oleh Arksey dan O’Malley. Pencarian data dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, SAGE, dan Cochrane, dengan artikel yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil: Dari 608 artikel yang diidentifikasi, 9 studi memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Ditemukan sembilan instrumen utama klasifikasi luka yang digunakan di rumah sakit, yaitu WSES, RCWC, ISS, Schenck’s KD, Classification of the Blast Injury to Thumb, Basicranial Artery Injury Classification, CFI Score, CCI®, dan DMSIT. Setiap instrumen memiliki kegunaan spesifik sesuai dengan jenis luka yang diklasifikasikan, mulai dari trauma akut hingga luka kronis. Kesimpulan: Instrumen klasifikasi luka memainkan peran penting dalam mendukung pengambilan keputusan klinis dan meningkatkan kualitas perawatan pasien.