Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

BENTUK DAN MAKNA PADA TATA RIAS BUSANA SERTA AKSESORIS TARI REMO JOMBANGAN APRILIANI, ULFA; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pesatnya perkembangan Tari Remo membuat jenis Tari Remo salah satunya Tari Remo Jombangan. Tari Remo Jombangan adalah kesenian yang berasal dari Jombang, namun karena sumber buku dan literatur tentang Tari Remo Jombangan membuat banyak orang tidak mengerti bentuk dan makna tata rias, demikian pula aksesoris Tari Remo Jombangan. Penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan makna tata rias wajah, busana serta aksesoris Tari Remo Jombangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Bentuk dan makna tata rias wajah Tari Remo Jombangan tentang bentuk makna dan warna meliputi bentuk alis, bentuk kumis, bentuk jewes (dagu) dan bentuk godheg (jambang), serta pengunaan warna bedak, blush on , eyeshadow dan lipstik yang menggunakan warna putih, hijau, dan merah. Bentuk dan makna tata rias Tari Remo Jombangan berpikir, ketegasan, kewibawan dan memahami. 2) Bentuk dan makna busana Tari Remo Jombangan ada pada makna bentuk dan warna baju baju atau hem, celana panji, kain jarit, ada , rapek , bara-bara , stagen , sabuk waladan decker yang menggunakan 5 warna yaitu hijau, merah, kuning (emas), hitam dan putih. Bentuk dan makna tata busana pada Tari Remo Jombangan berpikir, kewibawaan, keagungan dan keindahan. 3) Bentuk dan makna aksesoris Tari Remo Jombangan ada pada makna bentuk dan warna menyertakan bentuk udheng (sampul), sampur , dan binggel dan gongseng(gelang kaki) dan keris yang menggunakan warna merah, hijau dan kuning emas. Bentuk dan makna aksesoris Tari Remo Jombangan menarik kehidupan, keberanian, keindahan, dan kegembiraan. Penggambaran sikap senang dapat ditemukan pada tata rias, busana dan juga aksesoris dari Tari Remo Jombangan, hal ini karena Tari Remo Jombangan merupakan perjuangan Tarian yang penuh dengan keberanian. Ditempatkan dengan tata rias wajah, busana dan aksesoris semakin memenangkan kegagahan dan keberanian seorang penari Remo. Kata kunci: Bentuk, Makna, RemoAbstractPesatnya perkembangan Tari Remo telah menyebabkan munculnya jenis Tari Remo, salah satunya adalah Tari Remo Jombangan. Tari Remo Jombangan adalah seni yang berasal dari Jombang, tetapi karena kurangnya sumber buku dan literatur tentang Tari Remo Jombangan, banyak orang tidak mengerti bentuk dan makna makeup, pakaian dan aksesoris untuk Tari Remo Jombangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna makna riasan wajah, pakaian dan aksesoris untuk Tari Remo Jombangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data adalah wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Bentuk dan makna tata rias wajah Tari Remo Jombangan mengandung makna dan warna, termasuk bentuk mata, alis, kumis,jewes (dagu) dan godheg , dan aplikasi warna bedak, blush on, eyeshadow dan lipstik yang menggunakan warna putih, hijau, dan merah. Bentuk dan makna rias Tari Remo Jombangan menggambarkan tentang keberanian, ketegasan, martabat dan kebijaksanaan. 2) Dari dan makna dari busana Tari Remo Jombangan terdiri dari kemeja atau hem, panji-panji, jarit , ther , rapek , bara-bara , stagen , wala belt dan deckeryang menggunakan 5 warna yaitu hijau, merah, kuning (emas), hitam dan putih. Bentuk dan makna fashion Tari Remo Jombangan menggambarkan tentang keberanian, otoritas, kemegahan, dan keindahan. 3) Bentuk dan makna aksesoris tari Remo Jombangan mengandung makna bentuk dan warna termasuk udheng (penutup kepala), sampur (selendang), dan binggel atau gongseng (angklet) dan creese yang menggunakan warna merah, hijau, dan emas . Bentuk dan makna aksesoris Tari Remo Jombangan adalah descibes tentang kehidupan, keberanian, keindahan, dan sukacita. Representasi keberanian dapat ditemukan dalam rias wajah, pakaian, dan aksesoris dari Tari Remo Jombangan, ini karena Tari Remo Jombangan adalah tarian stuggle yang penuh dengan keberanian. Didukung oleh riasan wajah, fashion, dan aksesoris yang lebih mengungkap keberanian dan keberanian seorang Penari Remo Jombangan. Kata kunci: Bentuk, Makna, Remo
PENGELOLAAN TEACHING FACTORY DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADA JURUSAN KECANTIKAN KULIT DAN RAMBUT ANGGITA PUTRI, NOVI; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan teaching factory di SMK khususnya pada jurusan kecantikan kulit dan rambut. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan atau disebut dengan Library Research yaitu dengan merujuk pada buku ataupun artikel jurnal nasional yang berkaitan serta masukan dari dosen pembimbing. Hasil penelitian ini berupa penjelasan tentang tata cara pengelolaan tefa dengan penerapan manajemen dasar berupa POAC (planning, organizing, actuating, controlling) disertai dengan strategi pemasaran 7P (product, price, place, promotion, people, process, physical evidence) yang selaras dengan situasi dan kondisi pada bidang kecantikan kulit dan rambut. Sistem pengelolaan ini dapat menjadi acuan guru pariwisata untuk memaksimalkan kegiatan teaching factory di sekolah. Kata kunci : Pengelolaan, Teaching Factory, Kecantikan. Abstract This research is aimed to describe the management of teaching factory at vocational school especially in skin and hair beauty majors. The method is used literature study or as known as Library Research by referring from the books or the national articles that related to the supervisor?s recommendation. The results of this research is about the management procedures of tefa with basic management application of POAC (planning, organizing, actuating, controlling) accompanied by 7P marketing strategies (product, price, place, promotion, people, process, physical evidence) which is in line with the situations and conditions of skin and hair beauty. This management system can be a reference for tourism teachers to provide teaching factory activities at school. Key works: Management, Teaching Factory, Beauty
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DALAMIPEMBELAJARAN PEWARNAAN RAMBUT SINGLE APPLICATION NABILA MAGHFIRANI, INTAN; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuanJuntuk mendeskripsikan modelJpembelajaran kooperatif tipe jigsaw melalui pendekatan saintifik dalam pembelajaran pewarnaan rambut single application khususnya pada SMKIdi jurusan kecantikan rambut dan kulit. Metode yang digunakan yakni studi kepustakaan dengan merujuk pada buku atau artikel jurnal nasional yang berkaitan dengan model pembelajaran kooperatif, pendekatan saintifik, dan juga pewarnaan rambut. Hasil dari penelitian berupa penjelasan tentang model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw melalui pendekatan saintifik dapat diterapkan dan menjadi acuan guru pewarnaan rambut sehingga dapat memaksimalkan belajar mengajar dikelas serta meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Pendekatan Saintifik Abstract The study aims is for describe the type of cooperative learning jigsaw mode through a scientific approach in the learning of single application hair coloring in vocational schools, especially in hair and skin beauty majors. The method is the study of literature by referring to books or articles of national journals relating to cooperative learning models, scientific approaches, and also hair coloring. The results of study are in the form of an explanation of the application of the Jigsaw cooperative learning model through a scientific approach can be applied and areference for teacher about hair coloring, to maximize teaching and learning in the classroom and improve student learning outcomes Keywords: Cooperative LearningIModel Type Jigsaw, Scientific Approach
PENINGKATAN KETERAMPILAN NAIL ART MELALUI PELATIHAN BAGI GURU SEKOLAH LUAR BIASA DI KABUPATEN PACITAN DEA PRADANA, NELLY; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan keterampilan nail art dilakukan untuk meningkatkan keterampilan guru SLB di Kabupaten Pacitan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui 1) keterlaksanaan metode demonstrasi, 2) aktivitas peserta pelatihan, 3) hasil keterampilan nail art, dan 4) respon peserta pelatihan. Jenis penelitian adalah Pre Experimental Design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini adalah guru SLB di Kabupaten Pacitan yang berjumlah 35 orang. Observer sebanyak 3 orang yaitu mahasiswa Tata Rias Unesa. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes keterampilan dan angket. Metode analisis data menggunakan rata-rata untuk keterlaksanaan metode demonstrasi, presentase untuk aktivitas peserta pelatihan dan respon peserta, sedangkan hasil penilaian keterampilan nail art peserta menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data keterlaksanaan metode demonstrasi mendapatkan rata-rata 3,9 dengan kriteria sangat baik. Aktivitas peserta pelatihan mendapatkan 97% dengan kriteria sangat aktif. Hasil keterampilan nail art menunjukkan adanya peningkatan sebesar 30. Nilai rata-rata pretest 56 dan nilai rata-rata posttest 86 dengan t hitung 42,835 dan angka signifikan 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan dari nilai pretest dan posttest. Respon peserta pelatihan terhadap pelatihan menunjukkan presentase rata-rata sebesar 97% dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Metode demonstrasi, Keterampilan nail art Abstract Nail art training was conducted to improve the skills of SLB teachers in Pacitan Regency. The purpose of this research is to find out 1) implementation of demonstration methods, 2) trainees activities, 3) the results of nail art skills, and 4) response of trainees. The type of this research is a Pre Experimental Design with One Group Pretest-Posttest Design. The subjects are 35 people. Observer are 3 people from Unesa cosmetology students. The data collecting method in this research use observation sheet, skills tests and questionnaires. Data analysis method use averages for implementation of training methods, precentage for trainees activities and respond training participant, whereas the result of nail art skill participants uses t-test. Based on data analysis, the implementation of training methods get an average of 3,9 with very good criteria. The activity of the trainees get 97% with very active criteria. The results of nail art skill show an increase of 30. The mean score of pretest 56 and the average value of posttest 86 with t-count 42,835 and significant number 0,000 that mean there is a significant difference from the pretest and posttest values. Training participants responses to the training showed an average percentage of 97% with very good criteria. Keywords: Demonstration method, Nail art skill
PENINGKATAN KETERAMPILAN NAIL ART MELALUI PELATIHAN BAGI GURU SEKOLAH LUAR BIASA DI KABUPATEN PACITAN DEA PRADANA, NELLY; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan keterampilan nail art dilakukan untuk meningkatkan keterampilan guru SLB di Kabupaten Pacitan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui 1) keterlaksanaan metode demonstrasi, 2) aktivitas peserta pelatihan, 3) hasil keterampilan nail art, dan 4) respon peserta pelatihan. Jenis penelitian adalah Pre Experimental Design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini adalah guru SLB di Kabupaten Pacitan yang berjumlah 35 orang. Observer sebanyak 3 orang yaitu mahasiswa Tata Rias Unesa. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes keterampilan dan angket. Metode analisis data menggunakan rata-rata untuk keterlaksanaan metode demonstrasi, presentase untuk aktivitas peserta pelatihan dan respon peserta, sedangkan hasil penilaian keterampilan nail art peserta menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data keterlaksanaan metode demonstrasi mendapatkan rata-rata 3,9 dengan kriteria sangat baik. Aktivitas peserta pelatihan mendapatkan 97% dengan kriteria sangat aktif. Hasil keterampilan nail art menunjukkan adanya peningkatan sebesar 30. Nilai rata-rata pretest 56 dan nilai rata-rata posttest 86 dengan t hitung 42,835 dan angka signifikan 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan dari nilai pretest dan posttest. Respon peserta pelatihan terhadap pelatihan menunjukkan presentase rata-rata sebesar 97% dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Metode demonstrasi, Keterampilan nail art Abstract Nail art training was conducted to improve the skills of SLB teachers in Pacitan Regency. The purpose of this research is to find out 1) implementation of demonstration methods, 2) trainees activities, 3) the results of nail art skills, and 4) response of trainees. The type of this research is a Pre Experimental Design with One Group Pretest-Posttest Design. The subjects are 35 people. Observer are 3 people from Unesa cosmetology students. The data collecting method in this research use observation sheet, skills tests and questionnaires. Data analysis method use averages for implementation of training methods, precentage for trainees activities and respond training participant, whereas the result of nail art skill participants uses t-test. Based on data analysis, the implementation of training methods get an average of 3,9 with very good criteria. The activity of the trainees get 97% with very active criteria. The results of nail art skill show an increase of 30. The mean score of pretest 56 and the average value of posttest 86 with t-count 42,835 and significant number 0,000 that mean there is a significant difference from the pretest and posttest values. Training participants responses to the training showed an average percentage of 97% with very good criteria. Keywords: Demonstration method, Nail art skill
PELAKSANAAN PROGRAM DOUBLE TRACK TATA KECANTIKAN PENGANTIN BERHIJAB DI SMA N 1 SOOKO PONOROGO PRAMESTY DIASTIARA, ATYSHA; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA Double Track merupakan Program unggulan Provinsi Jawa Timur di Bidang pendidikan DoubleTrack merupakan pelaksanaan KBM (kegiatan belajar mengajar) reguler dan kegiatan pembekalan ketrampilan secara berdampingan sesuai dengan kearifan lokal. DikemasEkskul wajib konsepnya, keterampilan tambahan yang diberikan ekstra kurikuler (Ekskul) dengan ketentuan setiap siswa minimal satu tahun bergabung dengan Ekskul. Menurut Dindik Jatim, Saiful Rahman, sasaran daribeberapa SMA yang letak geografis sekolahnya berada di daerah terpencil, terutama diberikan kepada peserta didik yang tidak melanjutkan kuliah. Konsep ini sumber daya manusia sekaligus mengurangi jumlah pengangguran. DalamDouble Track dikhususkan kepada peserta didik kelas XI, mereka dapat memilih bidang keahlian yang mereka inginkan. Kata Kunci : Double Track, Keterampilan, Double Track High School is a superior program in East Java Province in the field of education. Double Track is the implementation of regular teaching and learning activities and organizes the provision of skills training side by side in accordance with lo(extracurricular) provided that every student at least one year joins the extracurricular activities. According to Dindik East Java, Saiful Rahman, the target of Double Track will be implemented and focused on several high schools whose geographical location of the school is in remote areas, especially given to students who do not continue their studies. This concephuman resources while reducing the amount of unemployment. In the process, the implementation of Double Track is specifically for students of class XI, they can choose their desired field of expertise. Keywords: Double Track, Skill, Areas of experticePROGRAM DOUBLE TRACK TATA KECANTIKAN PENGANTIN BERHIJAB DI SMAN 1 SOOKO PONOROGOAtysha Pramesty Diastara S1 Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabayaatyshapramesti@gmail.comBiyan Yesi Wilujeng,S.Pd.M.Pd.Dosen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri SurabayaAbstrakmerupakan Program unggulan Provinsi Jawa Timur di Bidang pendidikan merupakan pelaksanaan KBM (kegiatan belajar mengajar) reguler dan menyelenggarakan kegiatan pembekalan ketrampilan secara berdampingan sesuai dengan kearifan lokal. DikemasEkskul wajib konsepnya, keterampilan tambahan yang diberikan kepada siswa SMA diporsikan ekstra kurikuler (Ekskul) dengan ketentuan setiap siswa minimal satu tahun bergabung dengan Ekskul. Menurut Dindik Jatim, Saiful Rahman, sasaran dari Double Track akan diterapkan dan difokuskan di beberapa SMA yang letak geografis sekolahnya berada di daerah terpencil, terutama diberikan kepada peserta didik yang tidak melanjutkan kuliah. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas manusia sekaligus mengurangi jumlah pengangguran. Dalam prosesnya pelaksanaan dikhususkan kepada peserta didik kelas XI, mereka dapat memilih bidang keahlian yang Keterampilan, Bidang keahlianAbstractDouble Track High School is a superior program in East Java Province in the field of education. Double Track is the implementation of regular teaching and learning activities and organizes the provision of skills training side by side in accordance with local wisdom. Packed as an extracurricular mandatory concept, additional skills provided to high school students are promoted as extra(extracurricular) provided that every student at least one year joins the extracurricular activities. to Dindik East Java, Saiful Rahman, the target of Double Track will be implemented and focused on several high schools whose geographical location of the school is in remote areas, especially given to students who do not continue their studies. This concept is expected to increase the capacity of human resources while reducing the amount of unemployment. In the process, the implementation of Double Track is specifically for students of class XI, they can choose their desired field of expertise. Areas of experticeTATA KECANTIKAN PENGANTIN Dosen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabayamerupakan Program unggulan Provinsi Jawa Timur di Bidang pendidikan . menyelenggarakan kegiatan pembekalan ketrampilan secara berdampingan sesuai dengan kearifan lokal. Dikemas seperti Ekskul wajib konsepnya, keterampilan tambahan yang diberikan kepada siswa SMA dipo
KAJIAN MODEL PEMBELAJARARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KESELAMATAN KERJA BIDANG KECANTIKAN Margarina Dewi, Frida; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku kata atau ras yang berbeda. Dalam penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe TGT dapat mengetahui: 1) keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja, 2) keaktifan siswa selama proses pembelajaran,3) peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran tipe TGT pada pengetauan keselamatan kerja, 4) respon siswa setelah pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku dan jurnal-jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Setelah data terkumpul, dilakukan pengujian dan perbandingan data yang ditemukan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pengutipan pendapat-pendapat yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Hal ini terlihat dari banyaknya teori belajar yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) serta siswa menjadi lebih mudah mengingat teori yang disampaikan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT, Keselamatan Kerja, bidang kecantikan Abstract The TGT (Team Games Tournament) cooperative learning model is a type of cooperative learning that places students in study groups of 5 to 6 students who have different abilities, genders, syllables or races. The purpose of this study is to find out : 1) the implementation of the TGT cooperative learning model on te basic competencies of implementing occupational safety, 2) the activeness of students during te learning process, 3) te improvement of student learning outcomes after participating in the TGT learning in work safety knowledge, 4) student responses after implementing te learning process. The purpose of this study is to examine the literature on te aplplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative lerning model on basic occuptional safety competencies. Data collection is carried out by collecting related books and journals for later reading and review. After te data has been collected, testing and comparison of the data found. The data analysis technique was carried out qualitatively by citing appropriate opinions. The result showed that the application of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model was an excellent model used in basic occupational safety competencies as a very good model used in basic occupational safety competencies. This is evident from te many learning teories tat support the aplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model and students become easier to remember te theory presented. Keywords: TGT (Team Games Tournament) type of Cooperative Learning Model, Basic Competence for Applying Work Safety.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KESELAMATAN KERJA BIDANG KECANTIKAN Margarina Dewi, Frida; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku kata atau ras yang berbeda. Dalam penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe TGT dapat mengetahui: 1) keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja, 2) keaktifan siswa selama proses pembelajaran,3) peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran tipe TGT pada pengetauan keselamatan kerja, 4) respon siswa setelah pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku dan jurnal-jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Setelah data terkumpul, dilakukan pengujian dan perbandingan data yang ditemukan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pengutipan pendapat-pendapat yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Hal ini terlihat dari banyaknya teori belajar yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) serta siswa menjadi lebih mudah mengingat teori yang disampaikan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT, Keselamatan Kerja, bidang kecantikan Abstract The TGT (Team Games Tournament) cooperative learning model is a type of cooperative learning that places students in study groups of 5 to 6 students who have different abilities, genders, syllables or races. The purpose of this study is to find out : 1) the implementation of the TGT cooperative learning model on te basic competencies of implementing occupational safety, 2) the activeness of students during te learning process, 3) te improvement of student learning outcomes after participating in the TGT learning in work safety knowledge, 4) student responses after implementing te learning process. The purpose of this study is to examine the literature on te aplplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative lerning model on basic occuptional safety competencies. Data collection is carried out by collecting related books and journals for later reading and review. After te data has been collected, testing and comparison of the data found. The data analysis technique was carried out qualitatively by citing appropriate opinions. The result showed that the application of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model was an excellent model used in basic occupational safety competencies as a very good model used in basic occupational safety competencies. This is evident from te many learning teories tat support the aplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model and students become easier to remember te theory presented. Keywords: TGT (Team Games Tournament) type of Cooperative Learning Model, Basic Competence for Applying Work Safety.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KESELAMATAN KERJA BIDANG KECANTIKAN Margarina Dewi, Frida; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku kata atau ras yang berbeda. Dalam penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe TGT dapat mengetahui: 1) keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja, 2) keaktifan siswa selama proses pembelajaran,3) peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran tipe TGT pada pengetauan keselamatan kerja, 4) respon siswa setelah pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku dan jurnal-jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Setelah data terkumpul, dilakukan pengujian dan perbandingan data yang ditemukan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pengutipan pendapat-pendapat yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Hal ini terlihat dari banyaknya teori belajar yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) serta siswa menjadi lebih mudah mengingat teori yang disampaikan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT, Keselamatan Kerja, bidang kecantikan Abstract The TGT (Team Games Tournament) cooperative learning model is a type of cooperative learning that places students in study groups of 5 to 6 students who have different abilities, genders, syllables or races. The purpose of this study is to find out : 1) the implementation of the TGT cooperative learning model on te basic competencies of implementing occupational safety, 2) the activeness of students during te learning process, 3) te improvement of student learning outcomes after participating in the TGT learning in work safety knowledge, 4) student responses after implementing te learning process. The purpose of this study is to examine the literature on te aplplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative lerning model on basic occuptional safety competencies. Data collection is carried out by collecting related books and journals for later reading and review. After te data has been collected, testing and comparison of the data found. The data analysis technique was carried out qualitatively by citing appropriate opinions. The result showed that the application of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model was an excellent model used in basic occupational safety competencies as a very good model used in basic occupational safety competencies. This is evident from te many learning teories tat support the aplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model and students become easier to remember te theory presented. Keywords: TGT (Team Games Tournament) type of Cooperative Learning Model, Basic Competence for Applying Work Safety.
ANALISIS PRODUK KOSMETIK MAKE UP SALAH SATU MEREK GLOBAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SANIATI, FARRAILA; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kosmetik adalah produk yang digunakan untuk mempercantik dan mengubah penampilan tanpa mempengaruhi struktur atau fungsi tubuh. Kebutuhan kosmetik bagi konsumen berbeda-beda, produsen kosmetik berlomba-lomba untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Perkembangan industri kosmetik di Indonesia semakin besar, persaingan juga semakin ketat. Tren kosmetik di indonesia memunculkan berbagai jenis kosmetik dari banyak brand dan tersedia di berbagai pusat perbelanjaan. Produsen kosmetik memiliki strategi pemasaran yang baik dan tepat agar dapat mempertahankan dan mendapatkan lebih banyak pangsa pasar yang ada di Indonesia antaralain melalui media sosial dan media iklan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keputusan pembelian produk merek global yang mempunyai kualitas produk luxury brand dengan harga ramah dikantong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang merujuk pada buku-buku, karya ilmiah, dan internet. Hasil penelitian ini berupa penjelasan tentang pengaruh dari Beauty Vlogger Riview dan iklan terhadap keputusan pembelian pada produk kosmetik make up. Kata Kunci: Produk Kosmetik, Merek Global, Keputusan Pembelian. Abstract Cosmetics are products that are used to enhance and change their appearance without affecting the structure or function of the body. Cosmetics needs for consumers different, cosmetics producer are competing to meet consumer needs. The development of the cosmetics industry in Indonesia is getting bigger, competition is also getting strict. Cosmetic trends in Indonesia bring up various types of cosmetics from many brands and are available in various shopping centers. Cosmetics producers have a good and appropriate marketing strategy to be able to maintain and gain more market share in Indonesia, among others through social media and advertising media. This study aims to describe the purchasing decisions of global brand products that have quality luxury brand products at bag-friendly prices. This research uses the method of library research that is research that refers to books, scientific works, and internet. The results of this study are in the form of an explanation of the effect of Riview Beauty Vlogger and advertisements on purchasing decisions on make up cosmetic products. Keywords: Product Cosmetic, Global Brands, Purchasing Decisions.