Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN NAIL ART MELALUI PELATIHAN BAGI GURU SEKOLAH LUAR BIASA DI KABUPATEN PACITAN DEA PRADANA, NELLY; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.33732

Abstract

Abstrak Pelatihan keterampilan nail art dilakukan untuk meningkatkan keterampilan guru SLB di Kabupaten Pacitan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui 1) keterlaksanaan metode demonstrasi, 2) aktivitas peserta pelatihan, 3) hasil keterampilan nail art, dan 4) respon peserta pelatihan. Jenis penelitian adalah Pre Experimental Design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini adalah guru SLB di Kabupaten Pacitan yang berjumlah 35 orang. Observer sebanyak 3 orang yaitu mahasiswa Tata Rias Unesa. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes keterampilan dan angket. Metode analisis data menggunakan rata-rata untuk keterlaksanaan metode demonstrasi, presentase untuk aktivitas peserta pelatihan dan respon peserta, sedangkan hasil penilaian keterampilan nail art peserta menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data keterlaksanaan metode demonstrasi mendapatkan rata-rata 3,9 dengan kriteria sangat baik. Aktivitas peserta pelatihan mendapatkan 97% dengan kriteria sangat aktif. Hasil keterampilan nail art menunjukkan adanya peningkatan sebesar 30. Nilai rata-rata pretest 56 dan nilai rata-rata posttest 86 dengan t hitung 42,835 dan angka signifikan 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan dari nilai pretest dan posttest. Respon peserta pelatihan terhadap pelatihan menunjukkan presentase rata-rata sebesar 97% dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Metode demonstrasi, Keterampilan nail art Abstract Nail art training was conducted to improve the skills of SLB teachers in Pacitan Regency. The purpose of this research is to find out 1) implementation of demonstration methods, 2) trainees activities, 3) the results of nail art skills, and 4) response of trainees. The type of this research is a Pre Experimental Design with One Group Pretest-Posttest Design. The subjects are 35 people. Observer are 3 people from Unesa cosmetology students. The data collecting method in this research use observation sheet, skills tests and questionnaires. Data analysis method use averages for implementation of training methods, precentage for trainees activities and respond training participant, whereas the result of nail art skill participants uses t-test. Based on data analysis, the implementation of training methods get an average of 3,9 with very good criteria. The activity of the trainees get 97% with very active criteria. The results of nail art skill show an increase of 30. The mean score of pretest 56 and the average value of posttest 86 with t-count 42,835 and significant number 0,000 that mean there is a significant difference from the pretest and posttest values. Training participants responses to the training showed an average percentage of 97% with very good criteria. Keywords: Demonstration method, Nail art skill
PENINGKATAN KETERAMPILAN NAIL ART MELALUI PELATIHAN BAGI GURU SEKOLAH LUAR BIASA DI KABUPATEN PACITAN DEA PRADANA, NELLY; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.33733

Abstract

Abstrak Pelatihan keterampilan nail art dilakukan untuk meningkatkan keterampilan guru SLB di Kabupaten Pacitan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui 1) keterlaksanaan metode demonstrasi, 2) aktivitas peserta pelatihan, 3) hasil keterampilan nail art, dan 4) respon peserta pelatihan. Jenis penelitian adalah Pre Experimental Design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini adalah guru SLB di Kabupaten Pacitan yang berjumlah 35 orang. Observer sebanyak 3 orang yaitu mahasiswa Tata Rias Unesa. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes keterampilan dan angket. Metode analisis data menggunakan rata-rata untuk keterlaksanaan metode demonstrasi, presentase untuk aktivitas peserta pelatihan dan respon peserta, sedangkan hasil penilaian keterampilan nail art peserta menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data keterlaksanaan metode demonstrasi mendapatkan rata-rata 3,9 dengan kriteria sangat baik. Aktivitas peserta pelatihan mendapatkan 97% dengan kriteria sangat aktif. Hasil keterampilan nail art menunjukkan adanya peningkatan sebesar 30. Nilai rata-rata pretest 56 dan nilai rata-rata posttest 86 dengan t hitung 42,835 dan angka signifikan 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan dari nilai pretest dan posttest. Respon peserta pelatihan terhadap pelatihan menunjukkan presentase rata-rata sebesar 97% dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Metode demonstrasi, Keterampilan nail art Abstract Nail art training was conducted to improve the skills of SLB teachers in Pacitan Regency. The purpose of this research is to find out 1) implementation of demonstration methods, 2) trainees activities, 3) the results of nail art skills, and 4) response of trainees. The type of this research is a Pre Experimental Design with One Group Pretest-Posttest Design. The subjects are 35 people. Observer are 3 people from Unesa cosmetology students. The data collecting method in this research use observation sheet, skills tests and questionnaires. Data analysis method use averages for implementation of training methods, precentage for trainees activities and respond training participant, whereas the result of nail art skill participants uses t-test. Based on data analysis, the implementation of training methods get an average of 3,9 with very good criteria. The activity of the trainees get 97% with very active criteria. The results of nail art skill show an increase of 30. The mean score of pretest 56 and the average value of posttest 86 with t-count 42,835 and significant number 0,000 that mean there is a significant difference from the pretest and posttest values. Training participants responses to the training showed an average percentage of 97% with very good criteria. Keywords: Demonstration method, Nail art skill
Pelaksanaan Program double track tata kecantikan pengantin berhijab di SMA N 1 Sooko Ponorogo PRAMESTY DIASTIARA, ATYSHA; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.34619

Abstract

SMA Double Track merupakan Program unggulan Provinsi Jawa Timur di Bidang pendidikan DoubleTrack merupakan pelaksanaan KBM (kegiatan belajar mengajar) reguler dan kegiatan pembekalan ketrampilan secara berdampingan sesuai dengan kearifan lokal. DikemasEkskul wajib konsepnya, keterampilan tambahan yang diberikan ekstra kurikuler (Ekskul) dengan ketentuan setiap siswa minimal satu tahun bergabung dengan Ekskul. Menurut Dindik Jatim, Saiful Rahman, sasaran daribeberapa SMA yang letak geografis sekolahnya berada di daerah terpencil, terutama diberikan kepada peserta didik yang tidak melanjutkan kuliah. Konsep ini sumber daya manusia sekaligus mengurangi jumlah pengangguran. DalamDouble Track dikhususkan kepada peserta didik kelas XI, mereka dapat memilih bidang keahlian yang mereka inginkan. Kata Kunci : Double Track, Keterampilan, Double Track High School is a superior program in East Java Province in the field of education. Double Track is the implementation of regular teaching and learning activities and organizes the provision of skills training side by side in accordance with lo(extracurricular) provided that every student at least one year joins the extracurricular activities. According to Dindik East Java, Saiful Rahman, the target of Double Track will be implemented and focused on several high schools whose geographical location of the school is in remote areas, especially given to students who do not continue their studies. This concephuman resources while reducing the amount of unemployment. In the process, the implementation of Double Track is specifically for students of class XI, they can choose their desired field of expertise. Keywords: Double Track, Skill, Areas of experticePROGRAM DOUBLE TRACK TATA KECANTIKAN PENGANTIN BERHIJAB DI SMAN 1 SOOKO PONOROGOAtysha Pramesty Diastara S1 Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabayaatyshapramesti@gmail.comBiyan Yesi Wilujeng,S.Pd.M.Pd.Dosen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri SurabayaAbstrakmerupakan Program unggulan Provinsi Jawa Timur di Bidang pendidikan merupakan pelaksanaan KBM (kegiatan belajar mengajar) reguler dan menyelenggarakan kegiatan pembekalan ketrampilan secara berdampingan sesuai dengan kearifan lokal. DikemasEkskul wajib konsepnya, keterampilan tambahan yang diberikan kepada siswa SMA diporsikan ekstra kurikuler (Ekskul) dengan ketentuan setiap siswa minimal satu tahun bergabung dengan Ekskul. Menurut Dindik Jatim, Saiful Rahman, sasaran dari Double Track akan diterapkan dan difokuskan di beberapa SMA yang letak geografis sekolahnya berada di daerah terpencil, terutama diberikan kepada peserta didik yang tidak melanjutkan kuliah. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas manusia sekaligus mengurangi jumlah pengangguran. Dalam prosesnya pelaksanaan dikhususkan kepada peserta didik kelas XI, mereka dapat memilih bidang keahlian yang Keterampilan, Bidang keahlianAbstractDouble Track High School is a superior program in East Java Province in the field of education. Double Track is the implementation of regular teaching and learning activities and organizes the provision of skills training side by side in accordance with local wisdom. Packed as an extracurricular mandatory concept, additional skills provided to high school students are promoted as extra(extracurricular) provided that every student at least one year joins the extracurricular activities. to Dindik East Java, Saiful Rahman, the target of Double Track will be implemented and focused on several high schools whose geographical location of the school is in remote areas, especially given to students who do not continue their studies. This concept is expected to increase the capacity of human resources while reducing the amount of unemployment. In the process, the implementation of Double Track is specifically for students of class XI, they can choose their desired field of expertise. Areas of experticeTATA KECANTIKAN PENGANTIN Dosen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabayamerupakan Program unggulan Provinsi Jawa Timur di Bidang pendidikan . menyelenggarakan kegiatan pembekalan ketrampilan secara berdampingan sesuai dengan kearifan lokal. Dikemas seperti Ekskul wajib konsepnya, keterampilan tambahan yang diberikan kepada siswa SMA dipo
KAJIAN MODEL PEMBELAJARARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KESELAMATAN KERJA BIDANG KECANTIKAN Margarina Dewi, Frida; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.34751

Abstract

Abstrak Model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku kata atau ras yang berbeda. Dalam penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe TGT dapat mengetahui: 1) keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja, 2) keaktifan siswa selama proses pembelajaran,3) peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran tipe TGT pada pengetauan keselamatan kerja, 4) respon siswa setelah pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku dan jurnal-jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Setelah data terkumpul, dilakukan pengujian dan perbandingan data yang ditemukan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pengutipan pendapat-pendapat yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Hal ini terlihat dari banyaknya teori belajar yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) serta siswa menjadi lebih mudah mengingat teori yang disampaikan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT, Keselamatan Kerja, bidang kecantikan Abstract The TGT (Team Games Tournament) cooperative learning model is a type of cooperative learning that places students in study groups of 5 to 6 students who have different abilities, genders, syllables or races. The purpose of this study is to find out : 1) the implementation of the TGT cooperative learning model on te basic competencies of implementing occupational safety, 2) the activeness of students during te learning process, 3) te improvement of student learning outcomes after participating in the TGT learning in work safety knowledge, 4) student responses after implementing te learning process. The purpose of this study is to examine the literature on te aplplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative lerning model on basic occuptional safety competencies. Data collection is carried out by collecting related books and journals for later reading and review. After te data has been collected, testing and comparison of the data found. The data analysis technique was carried out qualitatively by citing appropriate opinions. The result showed that the application of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model was an excellent model used in basic occupational safety competencies as a very good model used in basic occupational safety competencies. This is evident from te many learning teories tat support the aplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model and students become easier to remember te theory presented. Keywords: TGT (Team Games Tournament) type of Cooperative Learning Model, Basic Competence for Applying Work Safety.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KESELAMATAN KERJA BIDANG KECANTIKAN Margarina Dewi, Frida; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.34752

Abstract

Abstrak Model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku kata atau ras yang berbeda. Dalam penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe TGT dapat mengetahui: 1) keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja, 2) keaktifan siswa selama proses pembelajaran,3) peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran tipe TGT pada pengetauan keselamatan kerja, 4) respon siswa setelah pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku dan jurnal-jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Setelah data terkumpul, dilakukan pengujian dan perbandingan data yang ditemukan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pengutipan pendapat-pendapat yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Hal ini terlihat dari banyaknya teori belajar yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) serta siswa menjadi lebih mudah mengingat teori yang disampaikan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT, Keselamatan Kerja, bidang kecantikan Abstract The TGT (Team Games Tournament) cooperative learning model is a type of cooperative learning that places students in study groups of 5 to 6 students who have different abilities, genders, syllables or races. The purpose of this study is to find out : 1) the implementation of the TGT cooperative learning model on te basic competencies of implementing occupational safety, 2) the activeness of students during te learning process, 3) te improvement of student learning outcomes after participating in the TGT learning in work safety knowledge, 4) student responses after implementing te learning process. The purpose of this study is to examine the literature on te aplplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative lerning model on basic occuptional safety competencies. Data collection is carried out by collecting related books and journals for later reading and review. After te data has been collected, testing and comparison of the data found. The data analysis technique was carried out qualitatively by citing appropriate opinions. The result showed that the application of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model was an excellent model used in basic occupational safety competencies as a very good model used in basic occupational safety competencies. This is evident from te many learning teories tat support the aplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model and students become easier to remember te theory presented. Keywords: TGT (Team Games Tournament) type of Cooperative Learning Model, Basic Competence for Applying Work Safety.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KESELAMATAN KERJA BIDANG KECANTIKAN Margarina Dewi, Frida; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.34753

Abstract

Abstrak Model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku kata atau ras yang berbeda. Dalam penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe TGT dapat mengetahui: 1) keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja, 2) keaktifan siswa selama proses pembelajaran,3) peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran tipe TGT pada pengetauan keselamatan kerja, 4) respon siswa setelah pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku dan jurnal-jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Setelah data terkumpul, dilakukan pengujian dan perbandingan data yang ditemukan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pengutipan pendapat-pendapat yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Hal ini terlihat dari banyaknya teori belajar yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) serta siswa menjadi lebih mudah mengingat teori yang disampaikan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT, Keselamatan Kerja, bidang kecantikan Abstract The TGT (Team Games Tournament) cooperative learning model is a type of cooperative learning that places students in study groups of 5 to 6 students who have different abilities, genders, syllables or races. The purpose of this study is to find out : 1) the implementation of the TGT cooperative learning model on te basic competencies of implementing occupational safety, 2) the activeness of students during te learning process, 3) te improvement of student learning outcomes after participating in the TGT learning in work safety knowledge, 4) student responses after implementing te learning process. The purpose of this study is to examine the literature on te aplplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative lerning model on basic occuptional safety competencies. Data collection is carried out by collecting related books and journals for later reading and review. After te data has been collected, testing and comparison of the data found. The data analysis technique was carried out qualitatively by citing appropriate opinions. The result showed that the application of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model was an excellent model used in basic occupational safety competencies as a very good model used in basic occupational safety competencies. This is evident from te many learning teories tat support the aplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model and students become easier to remember te theory presented. Keywords: TGT (Team Games Tournament) type of Cooperative Learning Model, Basic Competence for Applying Work Safety.
ANALISIS PRODUK KOSMETIK MAKE UP SALAH SATU MEREK GLOBAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SANIATI, FARRAILA; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.34786

Abstract

Abstrak Kosmetik adalah produk yang digunakan untuk mempercantik dan mengubah penampilan tanpa mempengaruhi struktur atau fungsi tubuh. Kebutuhan kosmetik bagi konsumen berbeda-beda, produsen kosmetik berlomba-lomba untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Perkembangan industri kosmetik di Indonesia semakin besar, persaingan juga semakin ketat. Tren kosmetik di indonesia memunculkan berbagai jenis kosmetik dari banyak brand dan tersedia di berbagai pusat perbelanjaan. Produsen kosmetik memiliki strategi pemasaran yang baik dan tepat agar dapat mempertahankan dan mendapatkan lebih banyak pangsa pasar yang ada di Indonesia antaralain melalui media sosial dan media iklan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keputusan pembelian produk merek global yang mempunyai kualitas produk luxury brand dengan harga ramah dikantong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang merujuk pada buku-buku, karya ilmiah, dan internet. Hasil penelitian ini berupa penjelasan tentang pengaruh dari Beauty Vlogger Riview dan iklan terhadap keputusan pembelian pada produk kosmetik make up. Kata Kunci: Produk Kosmetik, Merek Global, Keputusan Pembelian. Abstract Cosmetics are products that are used to enhance and change their appearance without affecting the structure or function of the body. Cosmetics needs for consumers different, cosmetics producer are competing to meet consumer needs. The development of the cosmetics industry in Indonesia is getting bigger, competition is also getting strict. Cosmetic trends in Indonesia bring up various types of cosmetics from many brands and are available in various shopping centers. Cosmetics producers have a good and appropriate marketing strategy to be able to maintain and gain more market share in Indonesia, among others through social media and advertising media. This study aims to describe the purchasing decisions of global brand products that have quality luxury brand products at bag-friendly prices. This research uses the method of library research that is research that refers to books, scientific works, and internet. The results of this study are in the form of an explanation of the effect of Riview Beauty Vlogger and advertisements on purchasing decisions on make up cosmetic products. Keywords: Product Cosmetic, Global Brands, Purchasing Decisions.
ANALISIS PRODUK KOSMETIK MAKE UP SALAH SATU MEREK GLOBAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SANIATI, FARRAILA; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.34787

Abstract

Abstrak Kosmetik adalah produk yang digunakan untuk mempercantik dan mengubah penampilan tanpa mempengaruhi struktur atau fungsi tubuh. Kebutuhan kosmetik bagi konsumen berbeda-beda, produsen kosmetik berlomba-lomba untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Perkembangan industri kosmetik di Indonesia semakin besar, persaingan juga semakin ketat. Tren kosmetik di indonesia memunculkan berbagai jenis kosmetik dari banyak brand dan tersedia di berbagai pusat perbelanjaan. Produsen kosmetik memiliki strategi pemasaran yang baik dan tepat agar dapat mempertahankan dan mendapatkan lebih banyak pangsa pasar yang ada di Indonesia antaralain melalui media sosial dan media iklan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keputusan pembelian produk merek global yang mempunyai kualitas produk luxury brand dengan harga ramah dikantong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang merujuk pada buku-buku, karya ilmiah, dan internet. Hasil penelitian ini berupa penjelasan tentang pengaruh dari Beauty Vlogger Riview dan iklan terhadap keputusan pembelian pada produk kosmetik make up. Kata Kunci: Produk Kosmetik, Merek Global, Keputusan Pembelian. Abstract Cosmetics are products that are used to enhance and change their appearance without affecting the structure or function of the body. Cosmetics needs for consumers different, cosmetics producer are competing to meet consumer needs. The development of the cosmetics industry in Indonesia is getting bigger, competition is also getting strict. Cosmetic trends in Indonesia bring up various types of cosmetics from many brands and are available in various shopping centers. Cosmetics producers have a good and appropriate marketing strategy to be able to maintain and gain more market share in Indonesia, among others through social media and advertising media. This study aims to describe the purchasing decisions of global brand products that have quality luxury brand products at bag-friendly prices. This research uses the method of library research that is research that refers to books, scientific works, and internet. The results of this study are in the form of an explanation of the effect of Riview Beauty Vlogger and advertisements on purchasing decisions on make up cosmetic products. Keywords: Product Cosmetic, Global Brands, Purchasing Decisions.
Keefektifan Penggunaan Media YouTube Dalam Meningkatkan Keterampilan Face Painting NUR RAHMA, ALFINA; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.34794

Abstract

AbstrakLukisan wajah merupakan seni melukis wajah dengan menggunakan kosmetik tertentu. Lukisan wajah bukan hanya satu warisan budaya di beberapa Negara. Selama perkembangan zaman, Hiasan wajah digemari anak muda dalam beberapa kesempatan seperti perayaan hellowenperayaan natal dan perayaan lainnya. Salah satu ajang kompetisi internasional. Salah satu cara melatih keterampilan melukis wajah adalah melalui media yang menarik yaitu denngan menggunakan media YouTube. Penelitian ini menggunakan media YouTube untuk meningkatkan keterampilan melukis wajah. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelurusan pustaka yang berbentuk jurnal. Jurnal yang diterima bertanggung jawab atas lukisan wajah dan media YouTube. Analisis penelitian yang menguji prosedur penelitian di studio pustaka. Kata Kunci: YouTube, Lukisan wajah, studi pustaka AbstrakLukisan wajah adalah seni melukis wajah manusia menggunakan kosmetik tertentu. Lukisan wajah bukan hanya salah satu warisan budaya di beberapa negara. Dengan cara zaman, lukisan wajah menjadi disukai oleh orang dewasa muda pada beberapa kesempatan seperti perayaan Halloween dan perayaan lainnya. Bahkan menjadi salah satu kompetisi internasional. Salah satu cara untuk melatih keterampilan melukis wajah adalah melalui media yang menarik seperti dengan menggunakan media Youtube. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Youtube sebagai media peningkatan keterampilan melukis wajah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dalam bentuk jurnal. Jurnal yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan sebagai lukisan wajah dan Youtube sebagai media. Analisis penelitian menggunakan prosedur penelitian studi literatur ini.Kata kunci: YouTube, Lukisan wajah, studi literatur