Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas mulligan mobilization with movement pada kondisi lateral epicondylitis: narrative review Puspitasari, Nurwahida; Yani, Fitri
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 6 No 3 (2020): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3259.279 KB) | DOI: 10.29407/js_unpgri.v6i3.14872

Abstract

Tujuan dari penulisan review ini adalah untuk merangkum dan mengidentifikasi bukti-bukti penelitian secara deskriptif serta sistematis terkait dengan efektivitas dari mulligan mobilization with movement terhadap penurunan nyeri dan peningkatan fungsional pada penderita lateral epicondylitis. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative review. Pencarian literature dilakukan pada database Google Scholar dan PubMed, dengan memasukkan kata kunci yang telah ditentukan sebelumnya, dan dari artikel penelitian yang didapatkan, selanjutnya dilakukan penilaian menggunakan form The Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist untuk menilai kualitas atau grade dari artikel penelitian yang akan direview. Sebanyak 7 artikel penelitian didapatkan saat pencarian literature dengan klasifikasi 2 artikel berkualitas baik (Grade A) dan 5 artikel berkualitas cukup baik (Grade B). 5 dari 7 artikel melaporkan hasil yang signifikan terhadap penurunan nyeri, peningkatan fungsional dan grip strength. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu mulligan mobilization with movement merupakan intervensi yang terbukti efektif dalam penurunan nyeri, peningkatan fungsional dan grip strength pada penderita lateral epicondylitis.
PERBEDAAN PENGARUH KINESIOTAPPING DAN CORE STRENGTHENING EXERCISETERHADAP PENURUNAN NYERI HAID (DISMINOREA)PADA MAHASISWA PUTRI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA Puspitasari, Nurwahida; Faudu, Novella Ulvinainy
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2018): Vol 6. No.2 Juli 2018
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenorea merupakan nyeri haid yang demikian hebatnya, sehingga memaksa penderita untuk istirahatdan meninggalkan pekerjaannya atau absen dari kampus untuk beberapa jam atau beberapa hari .Dismenoreamemerlukan perhatian khusus karena bila tidak tertangani dapat mempengaruhi kualitas hidupdan aktivitas sehari-hari.Berdasarkan hal tersebut maka harus adaupaya khusus untuk mengurangi nyerihaid pada remaja. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemasangan Kinesio Tappingdanaktivitas fisik berupaCore Trengthening Exercise.Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruhKinesiotapping dan Core Strengthening Exercise terhadap disminoreapada mahasiswa putri Universitas‘Aisyiyah Yogyakarta.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini bersifat Quasi Experimental denganmenggunakanPre test andPost test Two Group Design.Teknik pengambilan sample yaitu randomsamplingdengancara mengundi (lottery technique). Sampel dibagimenjadi 2 kelompok yaitu kelompok Imendapat Kinesiotappingdan kelompok II mendapat Core Strengthening Exercise. Hasil: Uji Hipotesis 1pada kelompok I dengan paired sample t-test didapatkan nilai P=0.000yang berarti adapengaruhKinesiotapping terhadap penurunan nyeri haid (disminorea).Uji hipotesis II pada kelompok IIdengan PairedSample T-test didapatkan nilai P=0.000 yang berarti ada pengaruhCore StrengtheningExercise terhadappenurunan nyeri haid (disminorea).Ujihipotesis III denganIndependent Sample T-testmenunjukan nilai P=0.461 artinya Tidak ada perbedaan pengaruh Kinesiotappingdan Core StrengtheningExerciseterhadapnyeri haid(Disminorea). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh KinesiotappingdanCore Strengthening Exerciseterhadapnyeri haid(Disminorea)pada Mahasiswa PutriUniversitas ‘AisyiyahYogyakarta. Saran:Mahasiswa dapat memilih kinesiotapping atau core strengthening exercise untukmenurunkan nyeri haid (disminorea).Kata kunci : Nyeri Haid (disminorea), Kinesiotapping, Core Strengthening Exercise, MahasiswaPutri
Hubungan Postur Kerja Terhadap Upper Cross Syndrome Pada Penjahit Puspitasari, Nurwahida; Yusti, Ahadiyah Noppita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The sewing process is usually done with a static sitting posture for a long time and the bending tailor's body position triggers complaints of musculoskeletal disorders. These complaints cause changes in body shape patterns, functional movements, changes in muscle length and strength between agonists and antagonists, called upper cross syndrome. Objective: The study aims to determine the correlation between work posture and upper cross syndrome in tailors. Method: This research was a quantitative study with descriptive correlation and cross sectional approach. The sample in this study were tailors in four convection companies in Sleman Regency as many as 60 tailors. The sampling in this study used total sampling technique. The work posture assessment instrument was Strain Index and upper cross syndrome was assessed by specific examination of the Janda Cervical Flexion Movement Pattern Test. The data analysis used Chi-Square test. Result: Based on the results of the study, it was found that most of the tailor's work posture had high risk with a strain index value of more than 7 as many as 35 people (58.3%) and the tailors who experienced upper cross syndrome were as many as 42 people (70.0%). The test obtained p-value of 0.000 <0.05 and a contingency coefficient value of 0.531 (moderate correlation closeness). Conclusion: There is a correlation between work posture and upper cross syndrome in tailors.
Hubungan aktivitas fisik dengan musculoskeletal disorder (MSDs) pada lansia Puspitasari, Nurwahida; Ariyanto, Andry
Journal of Physical Activity (JPA) Vol. 2 No. 1 (2021): Published in January 2021
Publisher : Asosiasi Program Studi Olahraga PGRI Indonesia (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya aktivitas fisik pada lansia sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit degeneratif serta pemeliharaan kapasitas fungsional yang dapat mengurangi resiko musculoskeletal disorder (MSDs) pada lansia. Musculoskeletal disorder (MSDs) adalah cedera dan gangguan yang mempengaruhi gerakan tubuh manusia atau sistem musculoskeletal (yaitu otot, tendon, ligamen, saraf, diskus, pembuluh darah, dll). Minimnya pergerakan pada tubuh disebabkan kurangnya aktivitas fisik menimbulkan tingginya angka keluhan musculoskeletal disorder (MSDs) seperti nyeri pada leher, bahu, lutut, pingggang, dan anggota tubuh lainnya. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan musculoskeletal disorder (MSDs) pada lansia. Metode penelitian ini menggunakan observasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 45 orang lansia berusia 60-79 tahun. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner Physical Activity Scale for Eldery (PASE) untuk aktivitas fisik dan Nordic Body Map Quisionare (NMQ) untuk mengukur Musculoskeletal disorder (MSDs). Analisis data dengan uji statistik Spearman-rank program SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan aktivitas fisik terhadap musculoskeletal disorder (MSDs) pada lansia dengan nilai (P= 0,000). Kesimpulannya, aktivitas fisik yang semakin buruk meningkatkan musculoskeletal disorder (MSDs) pada lansia.