Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tanggung Gugat Hukum Promotor Musik Terhadap Konsumen Atas Ketidaksesuaian Fasilitas Layanan Pasca Transaksi Rahman, Yusuf Aulia
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2026): Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (Mei-Oktober 2026)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v6i2.1406

Abstract

Penelitian ini mengkaji tanggung gugat hukum promotor musik terhadap konsumen atas perubahan fasilitas layanan yang terjadi setelah transaksi pembelian tiket berlangsung. Kasus yang menjadi objek kajian adalah perubahan sepihak oleh promotor dari Jakarta International Stadium (JIS) ke Stadion Madya, yang sekaligus mengubah fasilitas kursi (seated) menjadi berdiri (standing), padahal konsumen telah membeli tiket dengan fasilitas tempat duduk. Perubahan tersebut dilakukan setelah transaksi jual beli tiket selesai, sehingga menimbulkan kerugian materiil dan immateriil bagi konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan promotor tersebut melanggar Pasal 4, Pasal 7, dan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Promotor dapat dimintai pertanggungjawaban secara perdata berdasarkan Pasal 19 UUPK dan secara pidana berdasarkan Pasal 62 UUPK, serta berdasarkan ketentuan wanprestasi dalam Burgerlijk Wetboek. Konsumen berhak mendapatkan ganti rugi, pengembalian tiket, dan kompensasi atas kerugian yang diderita. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi pengawasan penyelenggaraan event hiburan di Indonesia serta pembentukan mekanisme penyelesaian sengketa yang efektif bagi konsumen.
Perancangan dan Implementasi Sistem IoT Pemantauan Kualitas Air Berbasis Salinitas dan Suhu untuk Identifikasi Risiko Habitat Larva Nyamuk Malaria Filano, Rafli; Arzi, Yudha Hamdi; Wati, Rosita; Setiawan, Rudi; Alfarabi, Affan; Oktrina, Salma Anindya; Putri, Maulina Adelia; Santoso, Budi; Rahman, Yusuf Aulia
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi
Publisher : Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (PTIO) - Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/joki.2026.18.1.8

Abstract

Malaria remains a public health problem in Indonesia, particularly in endemic coastal regions where aquatic habitats serve as breeding sites for Anopheles larvae. This study develops a multi-point Internet of Things (IoT)-based aquatic environmental monitoring system to detect conditions that support larval development through real-time measurement of water salinity and temperature. The system employs a WQ7706D digital salinity sensor, an ESP32 microcontroller, and a low-power NRF24L01 wireless communication module. Laboratory testing indicates that the sensor achieves stable readings after a 20-second stabilization period, with salinity variation of ±0,05 ppt under steady conditions. Field implementation at two coastal water sites in Hanura Village recorded salinity ranges of 1,35–2,3 ppt and temperature ranges of 28,8–30,5°C, which potentially support larval development. The wireless communication system successfully transmitted data up to 150 m with minimal packet loss. Power consumption analysis shows a daily energy requirement of 1,794 Ah, enabling autonomous operation for 10 ± 1  days using a 12 V 20 Ah battery without recharging. The main contribution of this research is the design of an IoT-based aquatic monitoring system that integrates energy optimization, stable wireless communication, and quantitative identification of malaria larval habitat risk.