Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT DENGAN PENDEKATAN SETS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA MATERI ZAT ADITIF DAN ADIKTIF Afidah, Maratul; Purmatisa, Ade
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v4i1.365

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Cooperative Script dengan pendekatan SETS terhadap penguasaan konsep siswa pada materi zat aditif dan adiktif di kelas VIII SMP Da’wah Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil bulan Desember 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen the matching only pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIIIA dan VIIIB dengan jumlah siswa masing-masing adalah 32 dan 34 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest, posttest dan lembar aktivitas guru dan siswa. Analisis data menggunakan uji-t independent 2 sample. Berdasarkan hasil uji-t N-gain,rerata N-gain kelas kontrol adalah 0.50 (kategori sedang) dan kelas eksperimen adalah 0.67 (kategori sedang). Berdasarkan dari hasil uji-t maka diperoleh data yang berbeda signifikan, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Cooperative Script dengan pendekatan SETS berpengaruh terhadap penguasaan konsep siswa pada materi zat aditif dan adiktif di kelas VIII SMP Da’wah Pekanbaru T.A 2016/2017.
IDENTIFIKASI POLA MISKONSEPSI MAHASISWA PADA KONSEP MEKANISME EVOLUSI MENGGUNAKAN CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) Afidah, Maratul
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v4i2.394

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap miskonsepsi mahasiswa calon guru biologi pada ko nsep Mekanisme Evolusi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan subjek mahasiswa calon guru biologi dari salah satu universitas swasta di provinsi Riau. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda yang dilengkapi dengan Certainty of response Index (CRI) diberikan sebanyak dua kali (pretest dan posttest) untuk mendapatkan pola miskonsepsi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan konsepsi mahasiswa yang berupa paham konsep (PH), tidak paham konsep (TP), miskonsepsi (MK) dan menebak (MB). Konsepsi pada pretest dan posttest membentuk tujuh pola miskonsepsi yaitu MK-PH, PH-MK, TP-MK, MK-TP, MK-MK, MK-MB dan MK-MB. Ditemukan semua mahasiswa mengalami miskonsepsi dengan rata-rata persentase mahasiswa sebesar 26,9%. Pola miskonsepsi yang paling banyak terjadi adalah pola TP- MK sebesar 37,5%. Mahasiswa mengalami miskonsepsi pada subkonsep variasi genetik, subkonsep teorema Hardy-Weinberg, dan subkonsep seleksi alam. Miskonsepsi terbesar terjadi pada subkonsep variasi genetik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) DIPADUKAN INSIDE OUTSIDE CIRCLE (IOC) TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FOTOSINTESIS DI KELAS VIII SMPN 19 PEKANBARU T.A 2017/2018 Afidah, Maratul; Yurnita, Sri Helmi
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v5i1.1014

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dipadukan model Inside Outside Circle (IOC) terhadap minat dan hasil belajar siswa pada materi fotosintesis di kelas VIII SMPN 19 Pekanbaru Tahun Ajaran 2017/2018. Disain penelitian yang digunakan adalah the matching only pretest posttest control group desaign. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII.2 berjumlah 36 orang dan siswa kelas VII.1 berjumlah 35 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest, posttest, angket minat, serta lembar aktivitas guru dan siswa. Analisis data menggunakan Uji-t independent 2 samples. Rerata N-gain pada kelas kontrol adalah 0.39 (kategori sedang) dan pada kelas eksperimen adalah 0.67 (kategori sedang). Rerata angket pada kelas kontrol adalah 45,57 dan pada kelas eksperimen adalah 62,61. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dipadukan model Inside Outside Circle (IOC) terhadap minat dan hasil belajar siswa pada materi fotosintesis di kelas VIII SMPN 19 Pekanbaru Tahun Ajaran 2017/2018.
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI TERHADAP MATA KULIAH TELAAH KURIKULUM PADA PELAKSANAAN PPL T.A 2017/2018 Afidah, Maratul; Melani, Rima
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v5i02.2049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa pendidikan biologi terhadap mata kuliah telaah kurikulum pada pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian survey. Jumlah populasi sebanyak 78 mahasiswa, mahasiswa yang dijadikan populasi yaitu mahasiswa pendidikan biologi yang telah mengikuti mata kuliah telaah kurikulum dan telah melaksanakan program pengalaman lapangan, seluruh populasi dalam penelitian ini dijadikan sampel penelitian. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik total sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif kuantitatif dimana data yang diperoleh dijadikan dalam persen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa angket tertutup. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari 2018 di program studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lancang Kuning Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa pendidikan biologi terhadap mata kuliah telaah kurikulum pada pelaksanaan program pengalaman lapangan diperoleh persentase sebesar 73,15% yaitu termasuk dalam kategori baik.
PENGGUNAAN PENALARAN PILIHAN GANDA TES UNTUK MENGANALISIS MISKONSEPSI PADA MATERI FOTOSINTESIS DAN RESPIRASI TANAMAN Afidah, Maratul; Nurkhasanah, Latifah
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v6i1.2680

Abstract

Konsep Fotosintesis dan Respirasi Tumbuhan merupakan salah satu konsep yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena memiliki banyak penjelasan yang bersifat abstrak, sehingga dapat memicu terjadinya miskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap miskonsepsi siswa pada konsep Fotosintesis dan Respirasi Tumbuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan subjek siswa kelas VII MTs Darul Muqomah Pekanbaru. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling, yang melibatkan seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 49 siswa yang terdiri dari 28 siswa kelas VII-Putra dan 21 siswa dari kelas VII-Putri. Data tes diagnostik dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda beralasan terbuka untuk mengidentifikasi pemahaman konsep siswa kedalam paham konsep, miskonsepsi, dan tidak paham konsep. Hasil penelitian menunjukan bahwa miskonsepsi teridentifikasi pada indikator tentang menentukan zat yang diperlukan dan dihasilkan pada saat proses fotosintesis dan faktor yang mempengaruhinya dengan presentase 31,78% (kategori sedang), menyatakan pembuktian percobaan mengenai fotosintesis dan organel yang terlibat dengan presentase 30,36% (kategori rendah), dan menentukan zat yang digunakan pada proses respirasi dan organel yang terlibat didalamnya dengan presentase 36,23% (kategori sedang). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi pada konsep Fotosintesis dan Respirasi Tumbuhan. Miskonsepsi siswa tertinggi terjadi pada indikator tentang menentukan zat yang digunakan pada proses respirasi dan organel yang terlibat didalamnya.
Persepsi Masyarakat Terhadap Pelestarian Mangrove Di Desa Mengkapan Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak Firda, Arlian; Rikizaputra; Afidah, Maratul
Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (Jurkim)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jurkim.v5i1.25484

Abstract

The Mangrove forests in Mengkapan Village are mangrove areas located in Siak Regency, mangrove forests have very important values and meanings, the issue of illegal logging is a concern for the surrounding community, therefore, this study aims to determine the perceptions and behavior of the community towards the ecological functions and preservation of mangrove forests, data collection techniques using purposive sampling, by determining the identity of respondents who match the research theme. In measuring the level of community participation in mangrove management, the highest result in the “never” answer category was 38.15%, indicating that respondents were not active in every phase of mangrove ecosystem management, from planning, implementation, utilization, to evaluation and supervision. On the Form of Community Participation, the highest average level was 54.23% for the answer category “never”. This indicates that respondents never participate in contributing ideas, labor, expertise, products, or funds for mangrove ecosystem management activities. Based on age, education level and occupation, 31% of the respondents were 18-29 years old; 30% were 30-41 years old; 26% were 42-45 years old; 9% were 54-65 years old; and 4% were above 65 years old. The younger age group (under 41 years old) participated less than the older age group (over 50 years old). 60% of respondents had completed senior high school (SMA), 19% had completed a diploma or bachelor's degree, 9% had completed junior high school, and 12% had completed elementary school. A person's understanding of new things is influenced by their level of education. The community generally follows the government education system. As many as 30% are government workers, 25% are traders, and 21% are freelancers, partners of forest rangers, tour guides and environmental activists. 8% of respondents worked in carpentry, including porters and electronic servicing; 5% were teachers, and 3% were fishermen. While 11% of the respondents are no longer working and 8% are retired.