Siswoyo, Hari
Brawijaya University

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMETAAN INDEKS KUALITAS AIR TANAH UNTUK IRIGASI DAN KESESUAIANNYA DENGAN JENIS TANAMAN PADA LAHAN IRIGASI AIR TANAH DI KECAMATAN PLUMPANG KABUPATEN TUBAN Kurniawan, Joko; Siswoyo, Hari; Yuliani, Emma
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakmampuan petani dalam menanggung biaya operasional dan pemeliharaan sumur-sumur produksi untuk irigasi di wilayah Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban menjadi salah satu penyebab terjadinya kerusakan pada beberapa sumur tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kesesuaian kualitas air tanah untuk irigasi dengan jenis tanaman paling menguntungkan yang dapat diusahakan di wilayah setempat guna meningkatkan pendapatan petani. Penentuan jenis tanaman yang sesuai berdasarkan kualitas air irigasinya dapat dilakukan dengan menggunakan model Indeks Kualitas Air Irigasi (IWQI). Berdasarkan hasil penelitian dapat ditunjukkan bahwa kualitas air tanah untuk irigasi di lokasi penelitian termasuk dalam kategori batasan penggunaan air rendah dengan nilai IWQI berkisar 72,45-74,53. Rekomendasi tanaman pertanian yang sesuai dan paling menguntungkan untuk dibudidayakan setelah masa tanam padi I berdasarkan kualitas air tersebut adalah melon dan semangka.The farmer’s inability in bearing operational cost and maintaining production wells for irrigation in Plumpang district area, Tuban is one of the damage causes to some wells. The aim of this research is to determine the suitability of groundwater quality for irrigation with the most profitable plants that could be cultivated in the area to increase farmer’s income. The determination of plants which are suitable based on irrigation water quaility could be conducted by using Irrigation Water Quality Index (IWQI). Based on the research, it demonstrates that groundwater quality for irrigation in research area is in the category of low limit water use with IWQI value range 72,45-74,53. Recommendations for suitable and profitable agriculutral plants after first rice planting based on groundwater quality are melon and watermelon.
PEMETAAN POLA ALIRAN DAN INDEKS KUALITAS AIR TANAH DI KECAMATAN TANGGULANGIN KABUPATEN SIDOARJO SEBAGAI DAMPAK KEBERADAAN LUMPUR SIDOARJO Rifki, Dien; Siswoyo, Hari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.535 KB)

Abstract

ABSTRAK: Lumpur Sidoarjo yang telah ada selama 12 tahun memberi dampak bagi daerah di sekitar genangan lumpur tersebut, terutama di wilayah Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Kondisi tersebut sangat berpengaruh pada lingkungan sekitarnya terutama terhadap kualitas air pada sumur penduduk yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan atas dasar bahwa sumur gali milik penduduk telah mengalami pencemaran, baik dari aspek warna, rasa, ataupun bau. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memetakan pola aliran dan indeks kualitas air tanah yang ada di wilayah Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Dalam penelitian ini dilakukan survei pada 3 sampai dengan 4 sumur setiap desa untuk mendapatkan elevasi muka air tanah yang digunakan sebagai dasar penggambaran pola aliran air tanah. Pengambilan contoh air tanah dari sumur penduduk dilakukan terhadap sumur-sumur penduduk yang melewati jalur aliran air tanah dengan parameter kualitas air yang diamati yaitu TDS, Kekeruhan, pH, Fe, Cl-, F-, NO3-, CaCO3. Nilai-nilai parameter yang sudah diukur dan diuji di laboraorium digunakan untuk menentukan kualitas air tanah dengan menggunakan metode Weighted Arithmetic Water Quality Index (WAWQI). Dari hasil penelitian ini didapatkan 9 jalur aliran air tanah yang secara umum mengalir menjauhi genangan Lumpur Sidoarjo. Berdasarkan perhitungan WAWQI dapat diinterpretasikan bahwa Desa Kedensari, Boro, dan Banjarpanji memiliki tingkat kualitas air tanah yang Sangat Baik. Desa Ganggangpanjang memiliki tingkat kualitas air tanah yang Buruk, Desa Gempolsari memiliki kualitas air tanah yang Sangat Buruk, dan 12 desa lainnya yaitu Desa Kalisampurno, Desa Ketegan, Desa Randegan, Desa Kludan, Desa Kalitengah, Desa Kalidawir, Desa Ngaban, Desa Putat, Desa Sentul, Desa Penatarsewu, Desa Banjarasri, dan Desa Kedunbanteng memiliki tingkat kualitas air tanah yang Tidak Layak untuk Air Minum. Kata Kunci: air tanah, pola aliran, kualitas air, Lumpur SidoarjoABSTRACT: The occurrence of mud in Sidoarjo 12 years ago has created strong impact toward its surrounding areas, particularly in Sub-district Tanggulangin, Sidoarjo Regency. This condition also affects the surrounding areas, particularly the groundwater quality of people’s wells that commonly used for daily needs. This study was done based on the information that public’s wells has been polluted in its color, taste or smell. Objectives of this study were to map groundwater flow pattern and quality index in the territory of sub-district Tanggulangin, Sidoarjo Regency. In this study sampling survey was taken from 3 to 4 wells in each village in order to obtain location coordinates and land surface elevation of each well to be used as the basis to produce groundwater contour map. Groundwater sampling from wells would be taken from wells which pass through groundwater flow path along with its observed water quality parameters such as TDS, turbidity, pH, Fe, Cl-, F-, NO3-, CaCO3. Measured and tested values in these laboratories would be used to determine the groundwater quality by using Weighted Arithmetic Water Quality Index (WAWQI) method. Based on the results of this study, it can be said that groundwater flow pattern in sub-district Tanggulangin was flowing away from Sidoarjo Mud. Based on the analysis result using Weighted Arithmetic Water Quality Index (WAWQI), Kedensari village, Boro village and Banjarpanji village were villages with ‘very good’ groundwater quality. Ganggangpanjang village has ‘poor’ groundwater quality and Gempolsari village has ‘very poor’ groundwater quality. Meanwhile, other 12 villages in sub-district Tanggulangin has ‘inappropriate drinking water’ quality, such as Kalisampurno village, Ketegan village, Randegan village, Kludan village, Kalitengah village, Kalidawir village, Ngaban village, Putat village, Sentul village, Penatarsewu village, Banjarasri village and Kedunbanteng village. Keywords: groundwater, flow pattern, water quality, Sidoarjo Mud
Evaluasi Tingkat Kerentanan Akuifer di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang dengan Menggunakab Metode GOD Azhar, Rifqi Fajar; Siswoyo, Hari; Yuliani, Emma
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat pencemaran air tanah di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang dapat dinilai berdasarkan tingkat kerentanan akuifer terhadap pencemaran. Penilaian tingkat kerentanan akuifer terhadap pencemaran dapat dilakukan dengan menggunakan metode GOD terdiri atas jenis akuifer, lapisan pembatas atas akuifer, kedalaman muka air tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan sebaran spasial dan temporal tingkat kerentanan akuifer di lokasi penelitian. Parameter-parameter metode GOD ini dihasilkan oleh fluktuasi muka air tanah setiap bulan. Contoh penelitian yang digunakan adalah 25 sumur gali yang tersebar di wilayah setempat. Berdasarkan hasil pemetaan dan analisis menggunakan metode GOD dapat dinyatakan tingkat kerentanan tinggi terluas Bulan Maret 2019 dengan 74,58% dari luas total warna kuning. Sedangkan tingkat kerentanan rendah terluas Bulan Oktober 2019 dengan 65,98% dari luas total warna biru muda.The level of groundwater pollution in the Jombang District of Jombang Regency can be assessed based on the level of aquifer susceptibility to pollution. Evaluation on the level of aquifer susceptibility can be done using the GOD method which consists of aquifer type parameters, aquifer limiting layers, and aquifer depth. The purpose of this study was to map the spatial and temporal distribution of the level of aquifer vulnerability at the study site. The parameters of the GOD method are generated by groundwater level fluctuations every month. The research sample used was 25 dug wells scattered in the local area. Based on the results of mapping and analysis using the GOD method it can be stated that the highest level of vulnerability was the highest in March 2019 with 74,58% of the total yellow area. While the lowest level of vulnerability is widest in October 2019 with 65,98% of the total area of light blue.
PENERAPAN METODE POTENSIAL DIRI UNTUK MENDUGA KEDALAMAN MUKA AIR TANAH DAN KESUBURAN TANAH PADA LAHAN IRIGASI AIR TANAH SDJB 490 DI KABUPATEN JOMBANG Akbar, Muhammad Sadino; Siswoyo, Hari; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umunya para petani di Kabupaten Jombang, Kecamatan Sumobito, Desa Madiopuro belum mengetahui keberadaan muka air tanah dan tingkat kualitas kesuburan tanah pada lahan pertanian di daerah oncoran SDJB 490. Salah satu cara pendugaan keberadaan muka air tanah dengan metode Self Potential (Metode Potensial Diri), dan menggunakan alat pH meter untuk mengetahui tingkatan kesuburan tanah pada lahan pertanian daerah oncoran SDJB 490. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat 7 daerah yang berpotensi air tanah, pendugaan keberadaan muka air tanah lebih tepat menggunakan metode Bola, tolak ukur keberadaan muka air tanah dengan data log litologi SDJB 490, daerah berpasir dapat di aliri air, tetapi daerah yang berlempung sulit dialiri air. Pola aliran air tanah pada lokasi penelitian menyebar ke seluruh arah di lahan pertanian dari timur menuju barat, dari selatan menuju utara dan sebaliknya juga seperti itu, dan terdapat hubungan antara pola aliran air tanah dengan peta sebaran kesuburan, semakin dalam Terdapat hubungan antara pola aliran air tanah dengan peta sebaran kesuburan tanah, pola aliran air tanah mengarah dari nilai pH terendah menuju nilai pH terbesar. semakin dalam solum (lapisan) tanah, maka kemampuan tanah tersebut untuk menopang pertumbuhan tanaman semakin besar.In general, farmers in Jombang regency, Sumobito district, Madiopuro village do not know yet the existence of groundwater levels and the level of soil fertility on agricultural land at SDJB 490 irrigated field area. One of the methods to estimate the presence of groundwater level is using Self Potential Method and pH meter instrument to figure out soil fertility on agricultural land at SDJB 490 irrigated field area. According to the research result that already conducted, there are 7 areas with groundwater potential. Estimation of the presence of groundwater level is more accurate by using ball method. The parameter of the presence of groundwater level is based on lithology log data of SDJB 490. Sandy areas could be irrigated, but clays area difficult to be irrigated. The groundwater flow pattern at the research location spreads in all directions on agricultural land from east to west, from south to north and vice versa as well, and There is a relation between groundwater flow patterns and soil fertility distribution mapping, groundwater flow pattern lead from lowest pH range to highest pH range. The deeper the soil solum (layer) will lead to the greater soil capability to sustain plant growth.