Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reseksi Anastomosis Uretero-ureteral Pada Pasien Striktur Total Ureter Proksimal : Laporan Kasus Exsa Hadibrata; Mars Dwi Tjahyo; Angga Hendro Priyono; Aliezsa Esthi Kusuma; Muhammad Rifath Akbar; Tasya Khalis Ilmiani
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2499

Abstract

Striktur ureter merupakan penyempitan lumen ureter yang terjadi secara kongenital atau didapat. Striktur ureter dapat menyebabkan obstruksi sehingga terjadi penurunan fungsi ginjal secara cepat. Telah dilaporkan sebuah kasus seorang wanita berusia 21 tahun dengan riwayat buang air kecil (BAK) keluar batu (passing stone)  1 tahun yang lalu datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan sejak ± 1 minggu SMRS. Keluhan tersebut dirasakan hilang timbul, disertai dengan demam. Pada pemeriksaan fisik tanda vital ditemukan peningkatan temperature 38,50C, status lokalis didapatkan nyeri tekan abdomen RUQ, regio flank didapatkan ballottementpositif pada palpasi, dan nyeri ketok CVA positif. Pada pasien ini dilakukan pemeriksaan penunjang darah lengkap dan didapatkan kesan leukositosis (15.150/μL), dan kesan USG ginjal adalah pyohidronefrosis berat. Kemudian dilakukan tindakan nefrostomi kanan serta pemeriksaan radiografi antegrade pyelography (APG) dan retrograde pyelography (RPG). Hasil radiografi menunjukkan terdapat striktur total pada ureter proksimal kanan dengan ukuran 2 cm. Pasien didiagnosis striktur total ureter proksimal kanan, kemudian dilakukan tindakan definitif berupa reseksi anastomosis uretero-ureteralserta insersi Double J (DJ) stent kanan. Tiga bulan pasca operasi, dilakukan tindakan pelepasan DJ stent kemudian dievaluasi dengan menggunakan RPG dan Ureteroscopy . Hasil RPG menunjukkan tidak tampak adanya striktur ureter kanan, pasase kontras lancar sampai ke ginjal. Dan hasil ureteroscopy menunjukkan ureter intak. Sehingga dapat disimpulkan, tindakan reseksi anatomosis ureter pada striktur ureter total proksimal dengan ukuran 2-3 cm memiliki outcome yang baik. Kata Kunci : Striktur ureter, uretero-ureteral anastomosis
“Family Medicine Approach sebagai Tatalaksana Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) Kanal Posterior Kanan Komorbid Hipertensi pada Perempuan Usia 49 Tahun: Sebuah Laporan Kasus” Angga Hendro Priyono; Azelia Nusadewiarti
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2020): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.926 KB) | DOI: 10.32734/scripta.v1i2.1245

Abstract

ABSTRAK Insidensi terjadinya kasus BPPV di dunia mencapai 64/100.000 yang paling banyak melibatkan kanalis semisirkularis posterior unilateral. Lima puluh persen penyebabnya adalah idiopatik, diikuti dengan kasus trauma kepala, neuritis vestibularis, migrain, implantasi gigi dan mastoiditis kronis. Sebuah kasus pusing berputar disertai dengan mual dan muntah pada perempuan usia 49 tahun sejak 3 jam sebelum datang ke Puskesmas Rawat Inap Simpur. Pasien memiliki riwayat vertigo sejak 3 tahun lalu dan riwayat hipertensi sejak 1,5 tahun yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg dengan IMT 25,3 (pemeriksaan fisik lain dalam batas normal).Pemeriksaan neurologis otologi didaptkan hasil Dix-Hallpike maneuver vertigo positif dengan nistagmus cepat ke kiri. Dilakukan intervensi dengan pendekatan dokter keluarga berupa tindakan Epley manuver selama perawatan di puskesmas serta pemberian betahistin mesylate 3 x 6 mg, difenhidramin HCl 4 x 25 mg, dan kaptopril 1 x 12,5 mg. Saat pulang pasien diberikan edukasi mengenai latihan vestibuler berupa Brandt-Daroff maneuver dan pola hidup sehat. Dilakukan follow up pada pasien sebanyak 4 kali dan didapatkan hasil keluhan berkurang lebih dari 50% sejak datang ke puskesmas, pusing hanya terasa pada saat bangun dari tidur. Penatalaksanaan BPPV kanalis posterior kanan yang diberikan pada kasus ini sudah sesuai dengan guideline dan penelitian terkini, terlihat perkembangan yang baik pada gejala klinis dan perubahan perilaku pasien setelah dilakukan intervensi berdasarkan evidence based medicine yang bersifat patient centred dan family approach. Kata Kunci: BPPV, Dokter Keluarga, Kanal Posterior Kanan, Unilateral ABSTRACT The incidence of Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) has been reported 64/100.000 in the world which mostly involves the unilateral posterior semicircular canal. Fifty percent of the cases are idiopathic, followed by cases of head trauma, vestibular neuritis, migraine, dental implantation, and chronic mastoiditis. Case: A Dizziness, nausea, and vomiting in 49 years old woman who came to the Simpur Primary Health Care (PHC) have been reported. She appeared to be overweight with BMI is 25,3. Her physical examinations were normal except blood pressure is 150/90 mmHg and Dix-Hallpike vertigo positive maneuver with fast nystagmus to the left. Family medicine approach was carried out as holistic and comprehensive management by performing Epley maneuvers during treatment at the PHC and the administration 3 x 6 mg of betahistine mesylate, 4 x 25 mg of diphenhydramine HCl, and 1 x 12.5 mg of captopril. Brandt-Daroff maneuver and healthy lifestyle education were given to her before she came home. There were 4 times follow-ups for patient and the results of complaints were reduced by more than 50% since coming to the PHC, dizziness was only felt when she is waking up from sleep. The diagnosis and management were given to the patient are by the guidelines and current research, there is a good development in clinical symptoms and changes in patient behavior after patient-centered and family approach intervention based on “evidence-based medicine”. Keywords: BPPV, Family Psychian, Right Posterior Channel, Unilateral