Apriana, R.
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA POLA PEMBERIAN ASI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA BATITA DI POSYANDU RW III DESA BOJA KECAMATAN BOJA KABUPATEN KENDAL Apriana, R.; ti, Bek
Jurnal Ners Widya Husada Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.138 KB) | DOI: 10.33666/jners.v2i1.134

Abstract

Berdasarkan data SDKI menunjukkan adanya penurunan jumlah bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dari 39,5% pada tahun 2002 menjadi 32% pada tahun 2007, dengan pemberian ASI secara rutin pada anak usia dini berdampak pada perkembangan motorik kasar. Pemberian ASI di Indonesia baru mencapai 15,3% dan pemberian susu formula meningkat dari 10,3% menjadi 32,5%, sehingga perlu dilakukan penelitian secara empiris untuk mengetahui hubungan pemberian ASI dengan perkembangan motorik kasar batita di posyandu RW III desa Boja Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti adalah ibu dengan batita. Sampel yang diteliti adalah 30 batita. Variabel yang diteliti adalah pola pemberian ASI sebagai variabel bebas dan perkembangan motorik kasar sebagai variabel terikat. Data diperoleh dari kuesioner dan dianalisis secara univariate dan bivariate menggunakan fisher exact test.Ada hubungan yang signifikan pola pemberian ASI dengan perkembangan motorik kasar batita di posyandu RW III Desa Boja Kecamatan Boja Kabupaten Kendal dengan uji fisher nilai p value 0,024, dengan dibuktikan dari 30 anak (100%) sebagian besar yaitu 13 anak (43,3%) pola pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik kasar normal, 10 anak (33,3%) pola pemberian ASI predominan  dan 7 anak (23,3%) parsial dengan perkembangan motorik kasar nomal / suspect.Kata Kunci: pola pemberian ASI, dan perkembangan motorik kasar batita
MENGATASI KECEMASAN PADA LANSIA DENGAN MENGGUNAKAN AROMATHERAPI LAVENDER DI UNIT REHABILITASI SOSIAL WENING WARDOYO UNGARAN Apriana, R.; Handayani, F.; Idayanti, M. D.
Jurnal Ners Widya Husada Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.279 KB) | DOI: 10.33666/jners.v1i1.117

Abstract

Lanjut usia merupakan tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stres lingkungan. Kecemasan pada lanjut usia dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya, karena bertambahnya usia, penurunan fisik dan kurangnya perhatian dari orang ? orang terdekat. Apabila kecemasan pada lanjut usia dibiarkan secara terus menerus itu akan berakibat buruk pada kondisi fisik, mental dan psikologi lanjut usia. Penelitian ini menggunakan rancangan studi deskriptif eksperimen (Quasi Experiment Without Control Group) dengan desain pra ? pasca tes dalam satu group (One Group Pretest Postest ) dengan 50 responden sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Cara pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling dengan metode kluster random sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan uji alternatif Wilcoxon. Menerima Ha (menolak Ho) bila diperoleh nilai p?0,05. Koefisien Wilcoxon didapatkan hasil p = 0.00. Berarti Ho ditolak, hal ini menunjukkan : ada pengaruh aromatherapi lavender terhadap kecemasan pada lansia di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran. Kesimpulan : Adanya pengaruh aromatherapi lavender untuk mengurangi tingkat kecemasan pada lanjut usia. Kata kunci : Aromatherapi, kecemasan, lansia
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP SKALA INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI WREDHA HARAPAN IBU NGALIYAN KOTA SEMARANG Retnaningsih, D.; Apriana, R.; yati, Mari
Jurnal Ners Widya Husada Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.169 KB) | DOI: 10.33666/jners.v2i1.133

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang sering dialami oleh lansia. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan data lansia mengalami insomnia sebanyak 30 lansia. Gejala yang sering muncul adalah sulit tidur pada malam hari, mudah marah, depresi, gelisah, maag dan kesulitan untuk memulai tidur. Tujuan Penelitian adalah mengetahui Pengaruh senam lansia terhadap penurunan skala insomnia pada lansia di Panti Wredha Harapan Ibu Ngaliyan Kota Semarang.Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif pra eksperimen design dengan jenis penelitian ?One-Group Pre test-post test?. Penelitian ini tidak menggunakan kelompok kontrol. Populasi dan sampel penelitian ini sejumlah 36 lansia dengan menggunakan tehnik total sampling. Intrumen pengukuran skala insomnia yang digunakan adalah kuesioner.Dari 36 responden sebelum mendapatkan perlakuan senam diperoleh data yang mengalami insomnia sedang sebanyak 21 lansia (58,3%), insomnia ringan sebanyak 13 lansia (36,1%) dan insomnia berat 2 lansia (5,6%). Setelah mendapatkan perlakuan senam lansia diperoleh data insomnia ringan sebanyak 26 lansia (27,2%), insomnia sedang 5 lansia (13,9%) dan tidak mengalami insomnia 5 lansia (13,9%). Dari hasil uji statistik Wilcoxon diketahui (p< 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima.Ada pengaruh senam lansia terhadap skala insomnia pada lansia di Panti Wredha Harapan Ibu Ngaliyan Kota Semarang.Kata Kunci: senam lansia, skala insomnia, lanjut usia