Proses tumbuh kembang bayi dipengaruhi oleh makanan yang diberikan pada bayi. Makanan pokok dan yang paling sesuai untuk bayi adalah ASI karena mengandung komposisi gizi yang paling lengkap dan ideal untuk perkembangan motorik halus. Pertumbuhan dan perkembangan bayi terus berlangsung sampai dewasa. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel yang digunakan yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel 46 bayi berusia 6 bulan. Instrumen dalam penelitian ini adalah wawancara ibu bayi dan testing Denver II. Hubungan antara kedua variabel penelitian dianalisis dengan uji chi square menggunakan SPSS versi 16. Dalam penelitian ini didapatkan hasil responden yang diberi ASI eksklusif sebanyak 26 responden dengan perkembangan motorik halus normal sebanyak 21 responden (45,7%) dan yang berisiko mengalami gangguan perkembangan motorik halus 5 responden (10,9%), responden yang tidak diberi ASI eksklusif sebanyak 20 responden dengan perkembangan motorik halus normal 8 responden (17,4%) dan yang berisiko mengalami gangguan perkembangan motorik halus sebanyak 12 responden (26,1%). Dari Hail Uji chi square didapatkan p value= 0,005.