Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perkembangan Penologi Islam dan Hukum Jinayat di Nangroe Aceh Darussalam Sumawiharja, Farhan Arif
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v5i2.2823

Abstract

Penyebaran ajaran Islam selalu bersamaan dengan penyebaran budaya dan hukum islam. Penyebaran itu akhirnya sampai pada Indonesia melalui jalur dagang yang dilakukan oleh pedagan-pedagang Gujarat India. Aceh menjadi daerah pertama yang menjadi gerbang Islam di Nusantara. Penelitan ini bertujuan untuk membahas secara rinci terkait perkembangan penerapan hukum syariat di Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kajian literatur dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa hukum syariat yang diterapkan di Aceh tidak sepenuhnya seperti hukum syariat yang diterapkan di Kerajaan Saudi Arabia, namun nilai-nilai penologinya memenuhi aspek teoritis. Penerapan hukum syariat di Aceh merupakan hasil dari otonomi khusus yang diberikan oleh MoU Helsinki. Hukum syariat di Aceh tidak hanya mencerminkan aspek agama, tetapi juga budaya Islam yang telah lama berkembang di daerah tersebut. Dasar hukum penerapan hukum syariat di Aceh adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, yang menekankan pentingnya kesesuaian dengan prinsip Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Implikasi penelitian ini adalah adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penegakan hukum Jinayat dan penologi Islam di Nangroe Aceh Darussalam.
Pertanggungjawaban Negara Terhadap Eksil 1965 Pasca Orde Baru, Studi Viktimologi Sumawiharja, Farhan Arif
Jurnal Keamanan Nasional Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL KEAMANAN NASIONAL VOL. 10 NO. 1 TAHUN 2024
Publisher : Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana peristiwa politik yang terjadi pada tahun 1965 menyisakan luka yang mendalam, karena setelah peristiwa tersebut terjadi banyak pelanggaran HAM di Indonesia. Salah satu kelompok yang dirugikan adalah Kelompok Eksil 1965. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka untuk mengkaji teori threefold model dalam menganalisa terjadinya proses viktimisasi yang dikakukan oleh negara kepada kelompok Eksil 1965. Dan penelitian ini juga mencoba mengkaji upaya pertanggungjawaban yang telah dilakukan oleh Negara setelah era orde baru lengser. Simpulan dari penelitian ini adalah terungkapnya fakta bahwa pelanggaran HAM telah terjadi pasca peristiwa G30S tahun 1965, dan Negara wajib bertanggung jawab di dalamnya.
Physical Abuse Cases at Boarding Schools: Phenomena and Its Prevention Model Sumawiharja, Farhan Arif; Ayu Dwi Rahmawati; Doti Sekar Medina
Jurnal Ilmu Kepolisian Vol 18 No 3 (2024): Jurnal Ilmu Kepolisian Volume 18 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35879/jik.v18i3.467

Abstract

This research elaborates factors that contribute to physical abuse cases at Boarding Schools, which explained with routine activity theory and power relation theory. Besides, this research also evaluates the Minister of Education and Culture Regulation Number 82 Year 2015 On Prevention and Countermeasures of Violence in Education Unit Environment, and Law No. 18 Year 2019 on Boarding schools. Physical abuse cases that occur at Boarding schools are caused by excessive discipline implementation. Therefore, this encourages and motivates senior boarders or boarding caretaker to commit violence. This research uses qualitative method, with a live interview held at a boarding school which experiencing physical abuse cases causing loss of life. Delphi method is also used to deepen the prevention model and generate education expert insights focusing on the educational development of boarding school. This research is unveiling the extraordinary causes of violence and resulting on validated prevention model by education experts in boarding schools.
Perkembangan Penologi Islam dan Hukum Jinayat di Nangroe Aceh Darussalam Sumawiharja, Farhan Arif
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v5i2.2823

Abstract

Penyebaran ajaran Islam selalu bersamaan dengan penyebaran budaya dan hukum islam. Penyebaran itu akhirnya sampai pada Indonesia melalui jalur dagang yang dilakukan oleh pedagan-pedagang Gujarat India. Aceh menjadi daerah pertama yang menjadi gerbang Islam di Nusantara. Penelitan ini bertujuan untuk membahas secara rinci terkait perkembangan penerapan hukum syariat di Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kajian literatur dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa hukum syariat yang diterapkan di Aceh tidak sepenuhnya seperti hukum syariat yang diterapkan di Kerajaan Saudi Arabia, namun nilai-nilai penologinya memenuhi aspek teoritis. Penerapan hukum syariat di Aceh merupakan hasil dari otonomi khusus yang diberikan oleh MoU Helsinki. Hukum syariat di Aceh tidak hanya mencerminkan aspek agama, tetapi juga budaya Islam yang telah lama berkembang di daerah tersebut. Dasar hukum penerapan hukum syariat di Aceh adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, yang menekankan pentingnya kesesuaian dengan prinsip Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Implikasi penelitian ini adalah adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penegakan hukum Jinayat dan penologi Islam di Nangroe Aceh Darussalam.