Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Volunteer management and institutional performance: Developing amil competencies for enhanced effectiveness in Islamic social finance organizations Marfu'ah, Usfiyatul; Zainurrakhmah, Zainurrakhmah; Sahasti, Julananda Putri; Safitri, Ani
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.1.25787

Abstract

Purpose - The purpose of this study was to examine the ability of Amil volunteers in the collection and distribution of ZIS funds, and to reveal the differences in position between Amil volunteers and Amil Method – This research uses a descriptive qualitative method. Primary data were obtained through focus group discussions (FGDs) and in-depth interviews involving 15 Amil volunteers at LAZISNU Semarang City, while secondary data were obtained from several sources, both from journal articles, official websites of zakat; infaq; and shadaqah management institutions, ministry of religion websites, and online news that have relevance to the research theme. Result  –  The results showed that the potential of Amil volunteers in collecting and distributing ZIS funds is minimal. There are more Amil volunteers than Amil, but they lack adequate skills. In addition, there is a gap between Amil and Amil volunteers. The gap can be observed in the recognition, the knowledge of ZIS materials, or the capacity to manage ZIS Implication – The results of this study are expected to contribute to increasing the effectiveness and efficiency of ZIS human resource management, especially for ZIS volunteers Originality/Value – This research is the first study explaining ZIS volunteers, so it has high originality. Originality is seen in the primary focus of the study, human resources in Islamic organizations, which are not widely highlighted in research studies. *** Tujuan - Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kemampuan relawan Amil dalam pengumpulan dan pendistribusian dana ZIS, serta mengidentifikasi perbedaan peran antara relawan Amil dan Amil Metode – Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui diskusi kelompok terfokus (FGD) dan wawancara mendalam dengan 15 relawan Amil di LAZISNU Kota Semarang, sementara data sekunder diperoleh dari berbagai sumber, termasuk artikel jurnal, situs web resmi lembaga pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah, situs web Kementerian Agama, serta berita online yang relevan dengan tema penelitian. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi relawan Amil dalam mengumpulkan dan mendistribusikan dana ZIS sangat minim. Jumlah relawan Amil lebih banyak daripada Amil, namun mereka kurang memiliki keterampilan yang memadai. Selain itu, terdapat kesenjangan antara Amil dan relawan Amil. Kesenjangan tersebut dapat diamati dalam hal pengakuan, pengetahuan tentang materi ZIS, atau kemampuan mengelola ZIS Implikasi – Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan efektivitas dan efisiensi manajemen sumber daya manusia ZIS, terutama untuk relawan ZIS. Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini merupakan studi pertama yang menjelaskan relawan ZIS, sehingga memiliki keaslian yang tinggi. Keaslian terlihat pada fokus utama penelitian, yaitu sumber daya manusia dalam organisasi Islam, yang belum banyak ditekankan dalam penelitian-penelitian sebelumnya.  
Culture notes in "˜Bahasaku 1: Ayo bicara bahasa Indonesia' Sahasti, Julananda Putri
Diksi Vol. 31 No. 1: DIKSI (MARCH 2023)
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v31i1.46640

Abstract

Language and culture are two things that are closely related to each other. The purpose of this study is to describe the cultural notes presented in the book "Bahasaku 1: Ayo Bicara Bahasa Indonesia". The research method used in this study is descriptive qualitative with a content analysis approach. The data source in this study was the book 'Bahasaku 1: Ayo Bicara Bahasa Indonesia' compiled by the Indonesian Language Institute Kursul Alam, Yogyakarta. Data were analyzed in five stages, namely compiling notes, disassembling data, rearranging based on data, interpreting, and drawing conclusions. Based on the results of the data analyses, it can be concluded that the cultural notes in the book My Language 1: Let's Talk Indonesian can be grouped into eight categories, namely: 1) greetings; 2) eating habits; 3) rubber watch; 4) small talks; 5) mudik; 6) coutercies of guests and hosts; 7) beach suits and the myth of Nyai Roro Kidul; and 8) 'kiri' in the context of public transportation. The cultural notes in the book "Bahasaku 1: Ayo Bicara Bahasa Indonesia" belonging to Alam Bahasa Indonesia have been well organized. The cultural notes in this textbook are not only specifically listed in the "Cultural Notes" section at the end of each lesson, but, they are also integrated well into every text in the lesson. My language book 1 contains clear concepts and understandings that can accurately describe the cultures that have developed in the Indonesian society.Keywords: culture notes, textbook, foreign language, cultural understanding, BIPA
ANALISIS STRUKTUR NARATIF DAN NILAI DIDAKTIS DALAM LEGENDA DANAU LAU KAWAR: STUDI SASTRA LISAN SUMATRA UTARA Firmansyah, Asep; Jiwandono, Nahnu Robid; Sahasti, Julananda Putri; Agus, Muhammad Asyieffa Maulana
Bahterasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2026): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jpbsi.v7i1.28237

Abstract

Legenda Danau Lau Kawar merupakan memori kolektif dan warisan sastra lisan masyarakat Karo di Sumatra Utara yang memuat nilai filosofis, teologis, dan sosiologis. Penelitian ini bertujuan mengkaji struktur naratif pembangun cerita serta mengungkap nilai didaktis di dalamnya sebagai sarana pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memadukan teori strukturalisme Vladimir Propp untuk mengidentifikasi fungsi naratif dan pendekatan pragmatik untuk menelaah daya didik teks serta respons moral masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi legenda tersusun atas unit fungsional yang berkaitan secara logis dan linier, meliputi situasi awal, konflik internal tokoh, hingga fase katastrofe. Struktur tersebut membentuk pola cerita peringatan yang memanfaatkan motif ketakutan dan empati untuk memengaruhi perilaku audiens. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai didaktis utama adalah prinsip bakti kepada orang tua, khususnya penghormatan terhadap sosok ibu, yang dikonstruksi melalui hubungan kausal antara tindakan kedurhakaan tokoh anak dan terjadinya bencana alam berupa amblasnya tanah dan banjir besar. Legenda ini menegaskan bahwa sastra lisan tradisional tetap relevan sebagai media pedagogi moral dan rujukan pengembangan bahan ajar sastra berbasis lokal.