Istikharoh, Umu
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EPIDEMIOLOGI KASUS BEDAH PLASTIK IGD RSUD PROVINSI NTB JANUARI-DESEMBER 2019 rambu, febrina; Istikharoh, Umu
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i1.398

Abstract

Latar belakang: Kunjungan kasus kegawatdaruratan di rumah sakit memiliki variasi kasus dan terus bertambah setiap tahunnya. Literatur menyatakan kasus gawat darurat bedah plastik rekonstruksi dan estetika sangat luas. Kasus pasien bedah plastik rekonstruksi dan estetika memiliki beragam jenis, dari kasus trauma yang harus dikerjakan di ruang operasi gawat darurat hingga kasus elektif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, dengan sampel dari pasien bedah plastik yang masuk rumah sakit melalui IGD RSUP Provinsi NTB dari bulan Januari – Desember 2019. Analisis deskriptif menggunakan SPSS 23. Hasil: Kasus bedah plastik IGD RSUD Provinsi didapatkan sebanyak 153 kasus. Jumlah kasus tertinggi adalah fraktur maksilofasial sebanyak 95 kasus, diikuti cedera jaringan lunak sebanyak 47 kasus. 23 kasus cedera jaringan lunak didapatkan bersama dengan fraktur maksilofasial. Luka bakar merupakan kasus terendah sebanyak 36 kasus. Penyebab luka bakar tertinggi akibat benda panas sebanyak 24 kasus. Pasien bedah plastik masuk rumah sakit didominasi jenis kelamin laki-laki. Kelompok usia tertinggi ada pada rentang 21-30 tahun.
GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS TRAUMA KRANIOFASIAL DI RSUD PROVINSI NTB PADA SEPTEMBER 2018 – SEPTEMBER 2019 Muhammad Bagus Syaiful Chaeruddin, Muhammad bagus syaiful ch; Istikharoh, Umu
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i1.400

Abstract

Latar Belakang: Trauma akibat cedera, kecelakaan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. WHO melaporkan setiap tahun di seluruh dunia terjadi lebih dari 1,2 juta orang meninggal di jalan raya. Indonesia sendiri, belum ada data yang menggambarakan sebaran trauma kraniofasial yang terjadi di rumah sakit. Oleh karena itu Penulis terdorong untuk membuat penelitian tentang gambaran epidemiologi kasus trauma kraniofasial di RSUD Provinsi NTB. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data rekam medis pasien trauma Kraniofasial di RSUD Provinsi NTB september 2018 – september 2019. Besar sampel ditentukan dengan metode consecutive sampling. Sampel adalah pasien trauma kraniofasial yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dalam data rekam medis untuk periode september 2018 – september 2019. Hasil: Dari 105 data rekam medis pasien yang terdiagnosis Trauma Kraniofasial pada september 2018 hingga september 2019. Dari usia dan jenis kelamin yang terdiagnosis trauma kraniofasial laki-laki dengan usia 20-30 tahun. Persebaran daerah insiden yang tertinggi daerah Lombok Barat 34.29%, trauma kraniofasial yang terbanyak ialah pasien dengan Fr mandibula sebesar 40.95% Kesimpulan : Trauma kraniofasial adalah istilah luas yang mengacu pada cedera wajah atau tengkorak. Insiden tertinggi terjadi pada laki- laki dengan fr Mandibula. Peneliti menyimpulkan bahwa angka kejadian trauma kraniofasial di daerah Nusa Tenggara Barat dikarenakan kurangnya kesadaran para pengguna jalan untuk memperhatikan keselamatan dengan menggunakan pelindung tubuh saat berkendara atau beraktivitas
Relationship between Knowledge, Attitude and Practice of the Use of Face Mask with Acne among Health Workers at General Hospitals in Mataram City, West Nusa Tenggara, Indonesia Rifdayani, Dinda; Hidajat, Dedianto; Istikharoh, Umu
Althea Medical Journal Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v10n3.2918

Abstract

Background: The World Health Organization (WHO) has declared the coronavirus a global emergency transmitted by droplets. Personal protective equipment (PPE) such as masks can help lower the  viral infection risk. However, prolonged use of PPE can cause skin lesions and aggravate acne. Acne that develops because of the usage of masks is called mask acne (maskne). Knowledge, attitudes, and practices of health workers regarding the use of face masks can help minimize the occurrence of maskne. This study aimed to assess the relationship between knowledge, attitude ,and practices of the use of face masks with  mask acne among health workers in general hospitals in Mataram City, Indonesia.Methods: This study was a cross-sectional analytic observational study involving health workers from type b and c general hospitals in the city of Mataram, specifically the West Nusa Tenggara Provincial Hospital and the Mataram University Hospital. Primary data were collected using a questionnaire consisting of demographic characteristics, knowledge, attitude, and practice of using masks, then analyzed using Lambda test.Results: In total, 104 respondents were included, of whom 39.4% (n=41) had good knowledge, 35.6% (n=37) had a good attitude towards the use of masks, and 25.0% (n=26) had good practice. Interestingly, 42.3% (n=44) had experienced maskne. Lambda test showed that a relationship between knowledge, attitude, and practices towards the usage of masks and the incidence of maskne (p = 0.014; p = 0.000; p = 0.006).Conclusion: There is a relationship between knowledge, attitudes, and practice of health workers regarding the usage of masks with the prevalence of mask acne at the general hospitals type b and c in the Mataram City. This study implies  is that health workers can prevent the occurrence of mask acne, which can make the work of health workers more difficult.