Pandowoharjo merupakan desa di kabupaten Sleman dengan banyak warganya bekerja membuat aneka makananringan yang digoreng, sebagai contoh adalah sale pisang, keripik, dan abon. Dalam pembuatan makanan ini, salahsatu hal yang berpengaruh pada keawetan atau masa konsumsi adalah kandungan minyak pada makanan yangdikemas. Agar keawetan makanan yang dikemas bertambah, maka kandungan minyak harus diminimalkan. Untukmeminimalkan kandungan minyak, sangat sulit dilakukan secara manual karena sebagian besar makanan ini bersifatrenyah sehingga tidak dapat dipress. Oleh karena itu, warga Pandowoharjo berinisiatif untuk membuat mesin penirissederhana untuk menigkatkan kualitas produk olahannya. Dalam melakukan perancangan, digunakan metote kreatif.Wawancara dilakukan untuk medapatkan seluruh kriteria persyaratan mesin sebagai acuan perancangan. Untukmendapatkan ide-ide perancangan mesin peniris ini dilakukan proses brainstorming dengan berbagai pihak agar ideyang diperoleh semakin banyak. Hasil brainstorming diolah menjadi data jadi menggunakan metode weightedobjective Dalam melakukan proses perancangan ini digunakan software Solidworks dan Catia untuk menghasilkangambar desain mesin peniris dalam bentuk 2D dan 3D. Hasil perancangan ini adalah sebuah desain mesin penirisminyak sederhana dengan kapasitas 3 kg, menggunakan motor listrik dengan daya sebesar 1 hp, seharga Rp1.800.000,00. Selanjutnya hasil perancangan dapat direalisasikan menjadi mesin peniris yang siap dipakai olehwarga Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta.Kata kunci : mesin peniris, metode kreatif, weighted objective, brainstorming