Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MANAJEMEN ORGANISASI DAKWAH ISLAM Miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8 No 1 (2019): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang penerapan manajemen dalam organisasi dakwah Islam. Dakwah memiliki peran penting dalam menyebarkan Islam, menjaga komitmen para pemeluknya dalam melaksanakan ajaran Islam dan meningkatkan pemahaman keislaman. Dakwah adalah kewajiban tiap-tiap muslim. Seiring dengan perkembangan umat Islam, proses dakwah tidak lagi dilakukan secara individual. Dakwah akan semakin optimal jika dilakukan secara terorganisir dan diatur sedemikian rupa. Organisasi adalah tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan proses manajemen dalam organisasi dakwah islam. manajemen dakwah adalah suatu proses merencanakan tugas, mengelompokkan, menghimpun, dan menempatkan tenaga-tenaga pelaksana dalam kelompok tugas yang disusun, dan kemudian menggerakkannya kearah pencapaian tujuan dakwah. Dengan melaksanaan proses manajemen dakwah dapat semakin berhasil dan berpengaruh lebih luas.
Elastisitas Dakwah dalam Komunikasi Pembangunan miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8 No 2 (2020): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan sebagai suatu proses perubahan sosial dengan partisipasi yang luas dalam suatu masyarakat untuk kemajuan sosial dan keadilan serta kualitas lainnya yang dihargai bagi mayoritas masyarakat melalui kontrol yang lebih besar yang mereka peroleh terhadap linkungan mereka. Mencermati essensi, tujuan dan mekanisme komunikasi pembangunan; ternyata ada titik singgung cukup besar yang mempertemukannya dengan dakwah. Dengan demikian untuk operasionalisasi komunikasi pembangunan di Indonesia khususnya akan lebih berhasil bila mana memanfaatkan dakwah. Dakwah juga memiliki kelenturan atau elastis dalam pelaksanaan, maksudnya ia tidak hanya terikat dengan sistem atau pendekatan tertentu saja. Melainkan penentuan sistem dan pendekatan dalam berdakwah itu akan lebih baik jika memperhatikan situasi dan kondisi di mana dakwah itu sendiri dilangsungkan. Elastisitasnya inilah yang membuat dakwah mampu berkorelasi dengan kegiatan-kegiatan lain. Paling tidak peluang relevansinya bisa dilihat dengan begitu jelas, sebagaimana halnya dengan komunikasi pada umumnya dan komunikasi pembangunan pada khususnya. Jika komunikasi pembangunan mentransmisikan ide-ide dan gagasan-gagasan untuk kepentingan pembangunan, misalnya pembangunan manusia seluruhnya maka demikian pula halnya dengan dakwah yang banyak melakukan pembinaan ummat. Semua itu pada dasarnya mengacu serta berorientasi pada dasar pijakan yang mudah dipertemukan; sebab pada prinsipnya sama-sama untuk kepentingan serta kemaslahatan pembangunan.
Peran Komunikasi Dalam Kepemimpinan Dakwah Islam miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 1 (2020): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdakwah adalah proses mengkomunikasikan pesan-pesan Ilahiyah kepada orang lain. Agar pesan tersebut bisa dipahami dengan baik, diperlukan adanya penguasan komunikasi yang efektif. Muhammad SAW sebagai seorang utusan Allah SWT, punya tugas utama membawa kabargembira danmemberi peringatan kepada seluruh umat manusia. Kegiatan penyampaian wahyu dan ajaran beriman kepada Allah biasanya disebut dakwah. Beliau melaksanakan peran dakwahnya selama 23 tahun. Parasejarahwan menbagi periode dakwah yang dilakukan oleh Muhammad SAW ke dalam beberapa tahapan. Dakwah tahap pertama dilakukan secara sirriyah atau tertutupdi lingkungan keluarganya sendiri dengan sanak famili terdekat, meskipun dakwah ini belum memperoleh hasil yang mnggembirakan. Tahapan berikutnya, kemudian Muhammad SAW melakukan dakwah secara jahriyah (terang-terangan). Dakwah secara luas mulai dilakukan di periode Madinah. Setelah kaum muslimin mulai punya kekuatan dan disegani di Jazirah Arab dan pada akhirnya dakwah Islam bisa dapatditerima. Peran kerasulan yang ditugaskan kepadaMuhammad SAW menuntutnya untuk memiliki sifat-sifat yang mulia agar apa yang disampaikan dapat diterima dan diikuti oleh umat manusia. Ada banyaksifat-sifat muliayang dimiliki Muhammad SAW sebagai seorang pemimpin dakwah. Sifat-sifat itu antara lain disiplin wahyu, memberikan teladan, komunikasinya efektif selalu dekat dengan umatnya, memberi wewenang serta pengkaderan. Dengan demikian komunikasi memegang peranan yang sangat penting di dalam menentukan dan memastikan seorang pemimpin untuk senantiasa bekerja lebih produktif, efektif, dan efesien untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Tanpa komunikasi maka proses kepemimpinannya tidak akan berlangsung dengan baik. Dalam konteks inilah dapat juga dikatakan bahwa kepemimpinan pada hakekatnya juga proses komunikasi secara terus menerus, dalam pengertian komunikasi dilakukan oleh seorang pemimpin.
Perencanaan Komunikasi Dalam Manajemen Organisasi Dakwah miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 (2021): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan merupakan suatu kegiatan yang mutlak perlu dilakukan, baik oleh peribadi, kelompok maupun organisasi. Perencanaan juga pada hakekatnya adalah usaha yang dilakukan secara sadar dan terus menerus serta diorganisasikan untuk memilih yang terbaik dari berbagai alternatif yang ada bagi pencapaian tujuan tertentu. Karenanya sebuah perencanaan harus dilakukan jauh sebelum kegiatan dilaksanakan, khususnya bagi organisasi. Untuk itu sebuah perencanaan, apalagi tentang perencanaan komunikasi suatu organisasi akan memiliki peran strategis dalam mencapai tujuan komunikasi bila melakukan tahapan-tahapan berikut ; memahami hakekat perencanaan komunikasi, pendekatan perencanaan, dan langkah-langkah kegiatan komunikasi. Bila melakukan beberapa tahapan tersebut tujuan dari komunikasi yang dibangun akan bisa dicapai dengan efektif dan efesien.. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan proses manajemen dalam organisasi dakwah. manajemen dakwah adalah suatu proses merencanakan tugas, mengelompokkan, menghimpun, dan menempatkan tenaga-tenaga pelaksana dalam kelompok tugas yang disusun, dan kemudian menggerakkannya kearah pencapaian tujuan dakwah. Dengan melaksanaan proses manajemen dakwah dapat semakin berhasil dan berpengaruh lebih luas.
Dakwah dalam Perspektif Komunikasi Pembangunan miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 10 No 1 (2021): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah adalah ajakan yang dilakukan untuk membebaskan individu dan masyarakat dari pengaruh eksternal nilai-nilai syaithaniah dan kejahiliahan menuju internalisasi nilai-nilai ketuhanan. Di samping itu, dakwah juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan dalam berbagai aspek ajarannya agar diaktualisasikan dalam bersikap, berpikir dan bertindak. Dakwah bertujuan membangun masyarakat untuk berkembang menjadi lebih baik. Dengan demikian kegiatan dakwah sejalan dengan proses pembangunan secara menyeluruh. Kegiatan pembangunan sebagai suatu proses perubahan sosial dengan partisipasi yang luas dalam suatu masyarakat untuk kemajuan sosial dan keadilan serta kualitas lainnya. Dalam prosesnya, pembangunan masyarakat ini perlu disosialisasikan dan dikomunikasikan dengan baik. Komunikasi pembangunan secara khusus hadir sebagai jawaban atas hal itu. Mencermati essensi, tujuan dan mekanisme komunikasi pembangunan; ternyata ada titik singgung cukup besar yang mempertemukannya dengan dakwah. Dengan demikian kegiatan dakwah dapat kita lihat sama dengan komunikasi pembangunan. Jika komunikasi pembangunan mentransmisikan ide-ide dan gagasan-gagasan untuk kepentingan pembangunan, misalnya pembangunan manusia seluruhnya maka demikian pula halnya dengan dakwah yang banyak melakukan pembinaan ummat. Semua itu pada dasarnya mengacu serta berorientasi pada dasar pijakan yang mudah dipertemukan; sebab pada prinsipnya sama-sama untuk kepentingan serta kemaslahatan pembangunan masyarakat.