Pembangunan sebagai suatu proses perubahan sosial dengan partisipasi yang luas dalam suatu masyarakat untuk kemajuan sosial dan keadilan serta kualitas lainnya yang dihargai bagi mayoritas masyarakat melalui kontrol yang lebih besar yang mereka peroleh terhadap linkungan mereka. Mencermati essensi, tujuan dan mekanisme komunikasi pembangunan; ternyata ada titik singgung cukup besar yang mempertemukannya dengan dakwah. Dengan demikian untuk operasionalisasi komunikasi pembangunan di Indonesia khususnya akan lebih berhasil bila mana memanfaatkan dakwah. Dakwah juga memiliki kelenturan atau elastis dalam pelaksanaan, maksudnya ia tidak hanya terikat dengan sistem atau pendekatan tertentu saja. Melainkan penentuan sistem dan pendekatan dalam berdakwah itu akan lebih baik jika memperhatikan situasi dan kondisi di mana dakwah itu sendiri dilangsungkan. Elastisitasnya inilah yang membuat dakwah mampu berkorelasi dengan kegiatan-kegiatan lain. Paling tidak peluang relevansinya bisa dilihat dengan begitu jelas, sebagaimana halnya dengan komunikasi pada umumnya dan komunikasi pembangunan pada khususnya. Jika komunikasi pembangunan mentransmisikan ide-ide dan gagasan-gagasan untuk kepentingan pembangunan, misalnya pembangunan manusia seluruhnya maka demikian pula halnya dengan dakwah yang banyak melakukan pembinaan ummat. Semua itu pada dasarnya mengacu serta berorientasi pada dasar pijakan yang mudah dipertemukan; sebab pada prinsipnya sama-sama untuk kepentingan serta kemaslahatan pembangunan.
Copyrights © 2020