Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KONSEP DAKWAH DALAM AL-QUR’AN Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8 No 1 (2019): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata dakwah merupakan istilah yang cukup populer dalam khazanah keilmuan Islam. Dakwah juga merupakan kata yang memiliki banyak varian sinonim yang substansinya secara umum sama namun memiliki implikasi yang berbeda. Dalam kajian ilmu dakwah, term ?dakwah? dibedakan dengan ?ilmu dakwah?. Dakwah secara umum diartikan suatu aktifitas menyeru atau mengajak orang lain untuk berbuat baik. Sedangkan ilmu dakwah diartikan suatu ilmu yang mempelajari seluk beluk aktifitas dakwah mulai dari input, proses sampai output atau hasil dakwah yang dilakukan serta segala kajian yang berhubungan dengan pengembangan keilmuan dakwah. Di awal tulisan ini merupakan ruang lingkup ontologi dakwah, karena ruang lingkup kajiannya pada aspek ke-apaan dakwah, yaitu akan menguraikan berbagai varian term dakwah dalam al-Qur?an dan berupaya mengeskplorasi beberapa sinonim dakwah, kata yang memiliki korelasi dan substansi dengan term dakwah. Tulisan ini juga merupakan epistemology dan aksiologi dakwah karena membahas tentang konsep dan implikasi praktis dakwah di era kekinian. Di akhir tulisan ini membahas tentang implikasi dakwah di era kontemporer dan tantangannya berupa aliran pemikiran, diantaranya ada faham sekularisme, liberalisme, dan pluralisme dan tantangan dakwah berupa gerakan atau sekte yang terorganisir seperti Syi?ah
Komunikasi Organisasi Pesantren : Konsep dan Strategi Komunikasi Pengembangan Organisasi Pesantren Hidayatullah Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8 No 2 (2020): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesantren Hidayatullah sebagai salah satu organisasi sosial keagamaan di Indonesia menjadi perhatian menarik bagi organisasi keagamaan lain yang lebih dulu ada. Perhatian ini cukup beralasan karena dalam kurun waktu yang relatif singkat pesantren Hidayatullah telah tersebar di seluruh pelosok nusantara Pertama, terkait dengan konsep komunikasi yang diterapkan dalam proses pengembangan organisasi di lingkungan pesantren hidayatullah adalah menerapkan konsep yang didasari oleh pemahaman ajaran Islam. Kedua, terkait dengan strategi manajemen komunikasi yang diterapkan dalam pengembangan organisasi adalah manajemen komando imamah jama’ah. Dalam aplikasinya menggunakan doktrin ideologi tauhid sebagai falsafah dan ta’at serta patuh pada imam sebagai doktrin operasional. Ketiga, dalam tataran pelaksanaan manajerial organisasi, faktor esoteris sangat berpengaruh dan menjadi determinator faktor eksoteris. Faktor esoteris adalah prinsip sedangkan eksoteris adalah manifestasi. Temuan ini memiliki arti penting bagi pemerhati pengembangan organisasi khususnya tentang konsep dan strategi komunikasi pengembangan organisasi keagamaan. Jadi menurut temuan ini pengembangan organisasi akan bisa memperoleh hasil yang diinginkan secara efektif dan efesien apabila pertama, menjadikan nilai-nilai dan konsep pemahaman agama sebagai pedoman dalam menjalankan semua aktifitas organisasi. Kedua, bahwa dalam menjalankan strategi komunikasi pengembangan organisasi, akan mencapai tujuan pengembangan organisasi secara maksimal apabila menggunakan pendekatan manajemen komando imamah jama’ah.
Konsep Komunikasi Efektif Pada Term Qawl Dalam Tafsir Al-Misbāh Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 1 (2020): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian tentang ayat-ayat komunikasi dalam al-Qur’ān dengan berbagai pendekatan telah banyak dilakukan, namun kajian tentang term qawl sebagai bagian dari ayat-ayat komunikasi dengan pendekatan kajian ilmu tafsir belum ada yang melakukan. Telaah ini mencoba menjawab kurangnya kajian tersebut. Fokus permasalahan yang diangkat adalah: bagaimana pengungkapan term qawl dalam al-Qur’an, bagaimana konsep qawl dalam Tafsir al-Misbāh melalui pendekatan komunikasi efektif, dan bagaimana hubungan konsep qawl dalam tafsir al-Misbāh dengan teori komunikasi efektif. Studi ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif pendekatan abduktif (induktif dan deduktif) dengan konsentrasi kajian library research. Metode penafsiran menggunakan metode mawdū’i, artinya metode tafsir yang berusaha mencari jawaban al-Qur’an tentang suatu masalah dengan jalan menghimpun seluruh ayat yang dimaksud lalu dianalisis. Teknis analisis menggunakan mix-analisis: analisis tafsir mawdūi, analisis pendekatan komunikasi efektif, dan analisis hubungan antara teori komunikasi efektif dengan konsep qawl dalam al-Qur’an khususnya menurut tafsir al-Misbah. Dari hasil pembahasan dan analisis data diperoleh suatu kesimpulan bahwa, pertama terdapat tiga konsep komunikasi efektif pada term qawl dalam al-Qur’an yaitu komunikator efektif, pesan efektif, dan komunikan efektif dengan segala indikatornya yang diperoleh dari hasil analisis term qawl dalam tafsir al-Misbāh. Kedua, berdasarkan pembahasan tentang hubungan konsep qawl dalam tafsir al-Misbāh dengan teori komunikasi efektif, ditemukan 5 (lima) bentuk hubungan atau korelasi, yaitu (1) Hubungan similarisasi atau paralelisasi adalah konsep qawl dalam al-Qur’ān memiliki kesamaan pandangan dengan teori komunikasi efektif. (2) hubungan konfirmatif adalah konsep qawl dalam al-Qur’an memberikan justifikasi sekaligus klarifikasi terhadap teori komunikasi efektif. (3) hubungan komplementasi adalah hubungan timbal-balik atau saling mengisi antara konsep qawl dalam al-Qur’an dengan teori komunikasi efektif. (4) hubungan informatif adalah konsep qawl dalam al-Qur’an memperkaya teori komunikasi efektif. Dan (5) hubungan korektif adalah konsep qawl dalam al-Qur’an mengoreksi kekurangan yang terdapat dalam teori komunikasi efektif.
Elaborasi Metode Ilmu Dakwah Dalam Manhaj Gerakan Dakwah Hidayatullah Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 (2021): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian tentang dakwah dan ruang lingkupnya cukup variatif dan banyak, namun kajian tentang keilmuan dakwah berbasis tartib nuzulnya wahyu masih terbatas. Hal ini menjadi salah satu alasan kajian ini dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah ingin menemukan elaborasi baru tentang bangunan kajian keilmuan dakwah berbasis tartib nuzulnya wahyu yang merupakan manhaj gerakan dakwah yang dilakukan Pesantren Hidayatullah di Indonesia. Sebelum memperoleh hasil penelitian dilakukan kajian awal tentang elaborasi metode ilmu dakwah dan kajian tentang manhaj nubuwah yang merupakan pijakan untuk menemukan elaborasi baru tentang metode ilmu dakwah dalam manhaj gerakan dakwah Hidayatullah (konsep sistematika wahyu). Metode yang digunakan adalah library research atau kajian kepustakaan. Yaitu dengan mengkaji beberapa buku panduan atau pedoman yang digunakan Pesantren Hidayatullah dalam melakukan kegiatan dakwah dan berorganisasi. Dari kajian penelitian ini diperoleh hasil yang memiliki implikasi teoritis maupun praktis bagi pengembangan keilmuan dakwah maupun bagi pengayaan metode dakwah bagi praktisi dakwah baik secara individu maupun kelembagaan.
Prinsip-Prinsip Dakwah pada Tafsir 5 Surat dalam “Konsep Sistematika Wahyu ” Karya Abdullah Said Perspektif Kajian Metodologi Tafsir Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 10 No 1 (2021): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Khazanah kajian keislaman di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan kajian tafsir keindonesiaan dan karya ulama nusantara belum banyak ditemukan. Konsep atau kajian Sistematika Wahyu adalah salah satu karya yang belum banyak dikenal di lingkungan akademik khususnya para pengkaji al-Qur’an dan tafsir. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan khazanah baru dalam kajian ilmu al-qur’an dan tafsir keindonesiaan. Abdullah Said sebagai perintis dan pendiri ormas Hidayatullah menghadirkan konsep Sistematika Wahyu atau dalam kajian tafsir dikenal dengan tartib nuzuli al wahyi, merupakan hasil ijtihadi beliu untuk membumikan al-Qur’an dengan merujuk pada napak tilas praktek berislam Rasulullah dan para sahabatnya yang dipandu wahyu al-Qur;an yang turun pertama kali. Kajian ini dijadikan pedoman oleh segenap pimpinan dan pengurus ormas Hidayatullah yang telah memiliki lebih dari 300 an cabang yang tersebar di seluruh pelosok nusantara. Tulisan ini lebih jauh mengkaji dan menganalisis tentang metodologi tafsir yang digunakan dalam mengkaji 5 surat yang turun pertama kali yaitu Al-Alaq, al-Qolam, al-Muzammil, al-Mudatsir, dan al-Fatihah.