Kajian tentang ayat-ayat komunikasi dalam al-Qur’Än dengan berbagai pendekatan telah banyak dilakukan, namun kajian tentang term qawl sebagai bagian dari ayat-ayat komunikasi dengan pendekatan kajian ilmu tafsir belum ada yang melakukan. Telaah ini mencoba menjawab kurangnya kajian tersebut. Fokus permasalahan yang diangkat adalah: bagaimana pengungkapan term qawl dalam al-Qur’an, bagaimana konsep qawl dalam Tafsir al-MisbÄh melalui pendekatan komunikasi efektif, dan bagaimana hubungan konsep qawl dalam tafsir al-MisbÄh dengan teori komunikasi efektif. Studi ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif pendekatan abduktif (induktif dan deduktif) dengan konsentrasi kajian library research. Metode penafsiran menggunakan metode mawdū’i, artinya metode tafsir yang berusaha mencari jawaban al-Qur’an tentang suatu masalah dengan jalan menghimpun seluruh ayat yang dimaksud lalu dianalisis. Teknis analisis menggunakan mix-analisis: analisis tafsir mawdÅ«i, analisis pendekatan komunikasi efektif, dan analisis hubungan antara teori komunikasi efektif dengan konsep qawl dalam al-Qur’an khususnya menurut tafsir al-Misbah. Dari hasil pembahasan dan analisis data diperoleh suatu kesimpulan bahwa, pertama terdapat tiga konsep komunikasi efektif pada term qawl dalam al-Qur’an yaitu komunikator efektif, pesan efektif, dan komunikan efektif dengan segala indikatornya yang diperoleh dari hasil analisis term qawl dalam tafsir al-MisbÄh. Kedua, berdasarkan pembahasan tentang hubungan konsep qawl dalam tafsir al-MisbÄh dengan teori komunikasi efektif, ditemukan 5 (lima) bentuk hubungan atau korelasi, yaitu (1) Hubungan similarisasi atau paralelisasi adalah konsep qawl dalam al-Qur’Än memiliki kesamaan pandangan dengan teori komunikasi efektif. (2) hubungan konfirmatif adalah konsep qawl dalam al-Qur’an memberikan justifikasi sekaligus klarifikasi terhadap teori komunikasi efektif. (3) hubungan komplementasi adalah hubungan timbal-balik atau saling mengisi antara konsep qawl dalam al-Qur’an dengan teori komunikasi efektif. (4) hubungan informatif adalah konsep qawl dalam al-Qur’an memperkaya teori komunikasi efektif. Dan (5) hubungan korektif adalah konsep qawl dalam al-Qur’an mengoreksi kekurangan yang terdapat dalam teori komunikasi efektif.