Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perubahan Sistem Pengetahuan Komunitas Adat (KAT) Melinani Dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam Pasca Pemberdayaan Di Kabupaten Maluku Tengah Patty, Sitti Rukmana
Paraduta : Jurnal Ekonomi dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/paraduta.v2i1.569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perubahan sistem pengetahuan komunitas adat terpencil Melinani di Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan infoman yang berjumlah 6 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat tokoh adat tokoh agama maupun warga setempat. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan study dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa: adanya perubahan sistem pengetahuan komunitas adat Melinani terkait pengelolaan sumberdaya alamnya pasca pemberdayaan yang dilakukan oleh Kementerian sosial pada tahun 1998. Tujuan pemberdayaan masyarakat KAT yang diinginkan  mengarah kepada kemandirian dan penghidupan yang lebih baik. Akan tetapi disisi lain justru menimbulkan beberapa problem diataranya sebagian masyarakat mulai mengabaikan nilai-nilai tradisionil dalam kehidupan sosial mereka dimana alam merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga dengan baik mulai bergeser sehingga terjadi eksploitasi alam yang terjadi terus menerus.
PELATIHAN PENINGKATAN KESADARAN SISWA TERKAIT PERUNDUNGAN/BULLYING DI SEKOLAH DASAR INPRES PERUMNAS IV KOTA JAYAPURA Patty, Sitti Rukmana; Lobo, Albertina Nasri
ABDIMAS ALTRUIS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/aa.v7i2.9438

Abstract

The phenomenon of bullying is currently rampant in educational institutions both at the elementary school and college levels. The rise of bullying cases at the elementary school level certainly requires special attention and cannot be underestimated. Therefore, solutions are needed to overcome bullying in schools. Activities to increase student awareness related to bullying at the elementary school level aim to reduce the number of bullying cases in educational institutions, especially at the elementary school level. The location of the service implementation was at SD Inpres Perumnas IV Jayapura City. The majority of students admitted that every day they practiced bullying their friends both in verbal and physical forms. They believed that this was a biased thing if it had not had a serious impact on the victim's condition. This service activity was done so that students know the forms of bullying and how they can overcome it early on as a form of their attitude to fight bullying activities that often occur in the educational environment. The results of increasing student awareness measured the success of the service activities, which was known by all components in the basic education institution including students, teachers, and education personnel.
KEMISKINAN DAN MALNUTRISI PADA ANAK BALITA DALAM KELUARGA NELAYAN DI WILAYAH PESISIR KOTA SERANG Patty, Sitti Rukmana; Nugroho, Fentiny
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 8 No. 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v8i2.14510

Abstract

Abstract. Malnutrition is the most common problem in coastal areas among other areas in the city of Serang. The focus of this study is discussing the malnutrition of children under-fives in fishing families and their causes as well as the role of community assistant for families of fishermen who have children under-five with malnutrition status, where the majority of them are fishing laborers living in poverty. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. Collecting data employs in-depth interviews, observation and documentation studies. The results of this research show that fishermen’s family income is low, their level of education and understanding of nutrition are low, so they are unable to meet their nutritional needs ideally. Cultural factors and local habits greatly affect their attitudes in meeting the needs of daily life, in terms of nutrition they believe that fish and eggs consumed by children under-five will adversely affect their health and skin. In addition there is still an understanding that fathers must be given the highest priority in any case, including in terms of eating compared to other family members. The findings show that they live in  dirty living environment with poor sanitation and inadequate clean water sources. Furthermore, this research study finds that the community assistants, including Social Worker, have not played their role adequately. The most striking obstacles faced are economic factors, accessibility and knowledge as well as lack of awareness from families in overcoming the problem of malnutrition in children under five in fishing families Abstrak. Masalah malnutrisi terbanyak terdapat di wilayah pesisir di antara wilayah lain di kota Serang. Fokus dari penelitian ini membahas tentang malnutrisi balita dalam keluarga nelayan dan penyebabnya serta peran pendamping bagi keluarga nelayan yang memiliki balita dengan status malnutrisi, di mana mayoritas mereka adalah buruh nelayan yang hidup dalam kemiskinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan datanya menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan keluarga nelayan rendah, tingkat pendidikan dan pemahaman akan gizi kurang sehingga mereka tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan gizi secara ideal. Faktor budaya dan kebiasaan setempat sangat mempengaruhi sikap mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, dalam hal gizi mereka berkeyakinan bahwa ikan dan telur apabila dikonsumsi oleh balita akan berdampak buruk pada kesehatan dan kulit mereka. Selain itu, masih ada pemahaman bahwa ayah harus diutamakan dalam hal apapun termasuk dalam hal makan dibandingkan anggota keluarga lainnya. Berdasarkan penelitian, terlihat lingkungan tempat tinggal mereka sangat kotor dengan sanitasi yang buruk serta sumber air bersih yang cukup sulit. Lebih jauh terungkap bahwa peran pendamping masyarakat, termasuk Pekerja Sosial, masih relatif belum cukup memadai. Hambatan yang dihadapi yang paling menonjol adalah faktor ekonomi, aksesibilitas dan pengetahuan gizi serta kurangnya kesadaran dari keluarga dalam mengatasi masalah malnutrisi pada anak balita dalam keluarga nelayan.