Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENATAP MASA DEPAN: SUATU GAGASAN AWAL KONSEP DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN MUSEUM ‘FUTURISTIK’ DI BATANG, JAWA TENGAH Lestari, Nofa Farida; Sulistyo, Ary; Wulantuti R.O, Sry
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 8 No 2 (2024): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55686/ristek.v8i2.160

Abstract

Kebudayaan dan museum tidak dapat terpisahkan. Dalam menghadapi era ketidakpastian, kebudayaan dituntut bisa memprediksi (aposteriori) tentang masa depan. Pendekatan yang dilakukan dalam ilmu sejarah dan arkeologi adalah melihat keterhubungan masa lalu, masa kini dan masa depan. Kajian ini merupakan studi awal suatu gagasan tentang ketermungkinan pembangunan museum futuristik di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Metode dalam penulisan adalah kualitatif melalui desk study ini terdiri dari pengumpulan data, pengolahan data, dan interpretasi. Berdasarkan hasil kajian, museum sejatinya sudah berorientasi pada people-oriented dan bukan lagi artefact-oriented. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, peningkatan kesadaran publik tentang pentingnya warisan alam dan budaya, serta mendukung pembangunan ekonomi daerah. Kabupaten Batang bisa mengambil peran tersebut sebagai salah satu daerah dengan daya tarik pesisir Jawa. Dengan demikian tema-tema museum pesisir dan industri dapat diterapkan. Narasi yang dibangun pun mencerminkan nilai-nilai nasionalisme, ekologis, dan futuristik, dan bukan lagi museum-museum yang terkesan ‘kolonial’.
The Meaning of Nyangahatn Ritual of Dayak Kanayatn Community for Disaster Mitigation Mohammad Maulana Magiman; Sulistyo, Ary; Jeanne Francoise
International Journal of Culture and Art Studies Vol. 5 No. 2 (2021): International Journal of Culture and Art Studies (IJCAS)
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijcas.v5i2.7249

Abstract

This research focused on the Nyangahatn ritual in Dayak Kanayatn indigenous people in West Kalimantan. This study uses a descriptive qualitative research method with a phenomenological approach with an emphasis on literature study. This paper uses the cultural theory, human ecology, and Disaster Mitigation and shows that there is a connection between those theories in Nyangahatn people’s rituals. Nyangahatn ritual related to the cultivation practices carried out based on the rice planting cycle. The results showed that the Nyangahatn ritual is a pearl of local wisdom, which is an effort in mitigating and adapting to disasters, especially regarding the planting and harvesting seasons. Forests or land cleared for cultivation are very calculated to avoid degradation and air sources. The Kanayatn Dayak indigenous people are very understanding about natural signs. In the process of land clearing for agriculture, it is essential to consider the ​​​​land area is to be planted so that it does not disturb the forest ecosystem. Meanwhile, the culture of balale' or gotong royong as a form of solidarity and harmony between community members is still maintained.
MENATAP MASA DEPAN: SUATU GAGASAN AWAL KONSEP DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN MUSEUM ‘FUTURISTIK’ DI BATANG, JAWA TENGAH Lestari, Nofa Farida; Sulistyo, Ary; Wulantuti R.O, Sry
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 8 No 2 (2024): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55686/ristek.v8i2.160

Abstract

Kebudayaan dan museum tidak dapat terpisahkan. Dalam menghadapi era ketidakpastian, kebudayaan dituntut bisa memprediksi (aposteriori) tentang masa depan. Pendekatan yang dilakukan dalam ilmu sejarah dan arkeologi adalah melihat keterhubungan masa lalu, masa kini dan masa depan. Kajian ini merupakan studi awal suatu gagasan tentang ketermungkinan pembangunan museum futuristik di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Metode dalam penulisan adalah kualitatif melalui desk study ini terdiri dari pengumpulan data, pengolahan data, dan interpretasi. Berdasarkan hasil kajian, museum sejatinya sudah berorientasi pada people-oriented dan bukan lagi artefact-oriented. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, peningkatan kesadaran publik tentang pentingnya warisan alam dan budaya, serta mendukung pembangunan ekonomi daerah. Kabupaten Batang bisa mengambil peran tersebut sebagai salah satu daerah dengan daya tarik pesisir Jawa. Dengan demikian tema-tema museum pesisir dan industri dapat diterapkan. Narasi yang dibangun pun mencerminkan nilai-nilai nasionalisme, ekologis, dan futuristik, dan bukan lagi museum-museum yang terkesan ‘kolonial’.