muhammad zaky ramadhan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KODE ETIK PROFESI GURU Dandi Rizki Kurniawan; Nisa Nur Fadilah; Muhammad Zaky Ramadhan
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kode Etik Profesi Guru merupakan seperangkat prinsip moral dan pedoman profesional yang mengatur perilaku, tanggung jawab, serta standar kerja guru dalam melaksanakan tugas pendidikannya. Penelitian atau kajian mengenai kode etik ini penting karena peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan kepribadian peserta didik. Kode etik berfungsi sebagai acuan untuk menjaga integritas, profesionalitas, dan kualitas layanan pendidikan, sekaligus mencegah terjadinya penyimpangan perilaku dalam praktik pembelajaran. Abstrak ini mengkaji konsep, ruang lingkup, nilai-nilai utama, dan urgensi penerapan kode etik profesi guru dalam konteks pendidikan modern. Pembahasan menekankan bagaimana prinsip-prinsip seperti tanggung jawab, keadilan, kejujuran, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap martabat peserta didik menjadi landasan dalam membangun hubungan edukatif yang sehat. Selain itu, dibahas pula tantangan penerapan kode etik di era digital yang menuntut guru untuk memiliki integritas lebih tinggi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika sosial. Kajian ini menunjukkan bahwa pemahaman dan penerapan kode etik secara konsisten berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat citra profesi guru sebagai pendidik bermartabat.
Analisis Etika Profesional terhadap Risiko Keamanan pada Sistem OpenClaw Muhammad Faiqul Umam Dzunnuroeni; Muhammad Zaky Ramadhan; Evy Nurmiati
Repeater : Publikasi Teknik Informatika dan Jaringan Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Repeater : Publikasi Teknik Informatika dan Jaringan
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/repeater.v4i3.929

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the built-in security model in a local installation of the OpenClaw autonomous agent and to analyze its implications for information technology (IT) professional ethics. The study employed a qualitative method using a single-case study approach. Primary data were collected through direct simulation experiments comparing secure and insecure configurations within an isolated environment. The results indicate that OpenClaw incorporates native security controls based on a single trust boundary and provides adequate security auditing capabilities. The system also includes data protection mechanisms that minimize the risk of misuse when operated according to the recommended configuration. However, configuring the network to be publicly accessible (0.0.0.0) without authentication violates the principle of least privilege and significantly increases the risk of unauthorized access. These findings demonstrate that vulnerabilities in self-hosted autonomous agents are not solely attributable to technical weaknesses in the system but also reflect failures in adhering to IT professional ethics. Therefore, responsibility is clearly shared between developers and IT practitioners. Developers are responsible for providing adequate security mechanisms, while IT professionals have an ethical obligation to maintain system security, protect user privacy, and ensure that security configurations are implemented in accordance with established best practices.