Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kernel Losses Dengan Menerapkan Metode Statistical Procces Control (SPC): (Studi Kasus: PT. X) Syarif, Nur Aqsan; Profita, Anggriani
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v1i2.883

Abstract

PT. X merupakan perusahaan manufaktur yang mengolah bahan baku kelapa sawit untuk dijadikan minyak, dalam perusahaan pengolahan sawit tidak hanya daging sawit yang diolah melaikan inti dari buah itu sendiri, beberapa masalah yang terjadi pada PT. X yaitu sering terjadi kehilangan inti sawit pada saat pengolahan, sehingga dapat mengurangi keuntungan. Berdasarkan masalah tersebut maka perlu dilakukan perbaikan untuk mencegah terjadinya kehilangan inti sawit, salah satu metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu penggunaan metode Statistical Procces Contol yang berfungsi untuk mengontrol pengolahan perusahaan selalu. Dalam penelitian ini data yang digunakan merupakan data olahan dari perusahaan berdasarkan mesin olah inti sawit yang digunakan. Terdapat 4 metode pengolahan inti kelapa sawit. Pengolahan inti sawit dimulai dari fybre cyclone, light tenera dry separator 1, light tenera dry separator 2 dan hydro cyclone, data-data berdasarkan hasil olahan kemudian berdasarkan diselesaikan dengan menggunakan tools yang ada pada metode Statistical Procces Contol. Berdasarkan hasil pengolahan diketahui terapat beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kehilangan inti sawit. Dari hasil pengolahan data dengan digram fishbone diketahui penyebab masalah berdasarkan beberapa faktor. Faktor manusia (man) yaitu Kurangnya ketelitian, dari faktor metode (method) pergantian air tidak teratur, air yang tidak diganti secara rutin, dari faktor material (material) diameter nut tidak sama, ukuran nut yang tidak seragam menyebakan hasil pemecahan akan menyebabkan kernel ikut terbuang, dari faktor mesin (machine) yaitu kurangnya perawatan, dan dari faktor lingkungan (Environment) yaitu bising, tingkat kebisingan yang tinggi dapat mempengaruhi konsentrasi dan serta komunikasi pekerja sehingga pekerjaan kurang maksimal dan juga lokasi yang sempit.ww
Peningkatan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Kedai Kabur Yang Merupakan Salah Satu Unit Bisnis CV. Atira Karya Permata, Bontang: Studi Kasus: CV. Atira Karya Permata, Bontang Kurniawan, Deni; Profita, Anggriani
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v2i1.1009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan Kedai Kabur yang merupakan salah satu unit bisnis CV. Atira Karya Permata.Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa angkatan 2019 dari Universitas Mulawarman. Metode penelitian yang digunakan yaitu data primer,sekunder serta metode pendekatan kuantitatif dan metode pengujian instrumen penelitian.Penelitian yang di ajukan berdasarkan hasil data yang saya dapatkan.Namun,berdasarkan data yang didapat dari sumber informasi yang di tuju serta hasil data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung karena melalui sumber buku,jurnal,artikel,dan berita dalam bentuk tertulis. Diketahui data dari Tabel 4.1. nilai rata-rata tertinggi berada pada item X2, yaitu “Kebersihan di kedai kabur terjaga” dengan nilai rata-rata 21.67.Hal tersebut menunjukkan bahwa pegawai Kedai Kopi Kabur memperhatikan dengan teliti setiap pesanan pelanggan, sehingga responden setuju pada pernyataan Kebersihan di kedai kabur terjaga. Nilai rata-rata terendah dari hasil Tabel 4.1. menunjukkan pada item X7, yaitu “Pegawai Mempersilahkan saya untuk memilih tempat duduk” dengan nilai rata-rata 18.33.Hal tersebut menunjukkan bahwa responden kurang setuju pada pernyataan Pegawai Mempersilahkan saya untuk memilih tempat duduk. Kesimpulan dari penelitian tersebut yaitu bagaimana kualitas pelayanan untuk mempengaruhi kepuasan pelanggan sehingga semakin baik pelayanan yang diberikan oleh Kedai Kabur maka akan semakin baik kepuasaan yang timbul dalam benak pelanggan serta perhatian utama yang harus dilakukan Kedai Kabur terhadap kualitas pelayanan yaitu pegawai,hal ini dikarenakan pegawai kedai kabur sendiri terlihat sedikit kurang perhatian dan sulit untuk senyum ketika menyambut pelanggan.
Analisis Kinerja Mesin Rotary dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE): (Studi Kasus : PT. XYZ) Susanto, Gladis Permatasari; Profita, Anggriani
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v1i2.1011

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi pembuatan plywood. Pada PT. XYZ terdapat beberapa proses yang dilakukan dalam memproduksi plywood dan menggunakan beberapa macam mesin yang berbeda pada tahap proses produksi. Salah satu mesin yang sangat penting dalam proses produksi pembuatan plywood adalah mesin rotary. Mesin rotary merupakan mesin awal yang berfungsi untuk mengupas kayu menjadi lembaran veneer sebelum melewati berbagai proses permesinan yang beruntun untuk menghasilkan bahan jadi. Kinerja mesin rotary sangat berpengaruh dalam proses produksi plywood, karena jika mesin rotary memiliki kapasitas yang sedikit maka proses selanjutnya juga akan menghasilkan kapasitas yang sedikit, jika setiap produksi pada mesin rotary menghasilkan kapasitas yang sedikit maka risiko tidak tercapainya target produksi akan semakin besar. Peneliti menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk menganalisis kinerja mesin rotary karena metode OEE merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas mesin yang didasarkan pada pengukuran tiga rasio utama, yaitu availability, performance dan quality. Dengan mengetahui nilai efektivitas mesin, dapat dilihat seberapa besar kerugian yang mempengaruhi efektivitas mesin. Hasil penelitian, pengukuran tingkat efektivitas kinerja mesin rotary dengan menggunakan perhitungan OEE dibulan Juli 2022 menggunakan periode harian, diperoleh persentase pada mesin rotary sebesar 42,84% dengan nilai availability 86,16%, performance 59,94%, dan quality 77,73%. Nilai tersebut masih di bawah standar world class karena kurang dari 85%. Nilai yang rendah dapat menimbulkan kerugian yang besar apabila tidak dilakukan tindakan perbaikan. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap rendahnya nilai OEE adalah nilai performance yang rendah yaitu 59,94%. Usulan perbaikan untuk meminimalisir terjadinya hal tersebut adalah dengan memberikan perhatian dan perawatan khusus terhadap mesin yang sudah tua agar meningkatkan kemampuan pengoperasian dan melakukan pelatihan kepada operator mesin.
Penerapan Metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) untuk Menganalisis Risiko Kecacatan pada Produk Plywood: (Studi Kasus: PT. XYZ) Dahlia, Azura; Profita, Anggriani
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v2i1.1235

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri kayu lapis atau plywood yang menjual berbagai jenis produk kayu berkualitas. Berdasarkan data produksi bulan Januari – Juni 2022, PT. XYZ telah memproduksi 3.724.379 buah plywood dengan produk cacat yang dihasilkan sebesar 472.182 buah. Pada penelitian ini peneliti melakukan analisis risiko terhadap produk cacat down grade karena plywood dengan cacat down grade memiliki tingkat presentase cacat yang sangat besar yaitu sebanyak 353.615 dengan presentase rata-rata sebesar 9,5%. Pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode FMEA untuk memberikan penilaian terhadap tiga faktor yang menunjukkan faktor risiko yaitu severity, occurance dan detection. Hasil akhir yang didapatkan adalah potential risk untuk mengetahui prioritas risiko yang selanjutnya akan diberikan usulan perbaikan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di PT. XYZ diketahui cacat dowm grade memiliki 10 jenis cacat yaitu cacat core bertindih, cacat press, cacat core sampah, cacat face/back pecah, cacat face/back bertindih, cacat sander, cacat face/back kurang lebar, cacat core tebal tipis, cacat core tidak rata, dan cacat core kasar. Dari 10 risiko didapatkan 5 risiko dengan tingkat risiko kritis yang harus segera mendapat perbaikan yaitu risiko cacat core bertindih dengan akar penyebab terjadi produk cacat core bertindih karena penyusunan core pada proses glue tidak rata, risiko cacat press dengan akar penyebab terjadi produk cacat press karena seringnya terdapat sampah pada platen mesin hotpress, risiko core sampah dengan akar penyebab terjadi produk cacat core sampah karena kebersihan pada bagian glue setting kurang diperhatikan, risiko face/back bertindih dengan akar penyebab terjadi produk cacat face/back bertindih karena pemberian gummed tape pada face repair terlalu rapat atau overlap, dan terakhir risiko core kasar dengan akar penyebab terjadi produk cacat core kasar karena pada bagian core repair tidak ditambal dengan veneer yang standar.
Analisis Risiko dan Penentuan Strategi Mitigasi Berdasarkan Metode FMEA dan AHP (Studi Kasus: CV. Kurir Kuriran Samarinda) Subhan, Muhammad Rahmat; Sabila, Ninda Nur; Meidita, Tasya; Deny, Andi; Profita, Anggriani; Kartika, Deasy; Kuncoro, Rahayu
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 11 No. 3 (2021): VOLUME 11 NO 3 NOVEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v11i3.13064

Abstract

Intisari— Layanan jasa kurir sudah banyak tersedia di Kota Samarinda, salah satunya adalah Kurir Kuriran. CV. Kurir Kuriran Samarinda merupakan perusahaan jasa kurir online antar, jemput, dan beli barang maupun makanan, dalam Kurir Kuriran memiliki beberapa risiko yang pernah terjadi dalam proses operasional. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang ada dengan memberi bobot di tiap risiko yang menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan cara menentukan bobot berdasarkan nilai RPN yang didapatkan berdasarkan nilai severity, occurance, dan detection serta meminimalisir risiko-risiko tersebut dengan mitigasi risiko menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan aplikasi Expert Choice V11 untuk mengetahui alternatif-alternatif yang bisa digunakan untuk mengurangi risiko. Hasil yang didapatkan dari penilaian dan pemeringkatan risiko dengan metode FMEA yang menjadi peringkat pertama adalah sulitnya pencarian kurir saat cuaca hujan (355,2), kendala pengantaran pada saat hujan atau banjir (219), dan Rider (kurir) pernah keliru dalam melaporkan hasil pendapatan (250). Hasil dari penentuan strategi mitigasi adalah pada prioritas mitigasi faktor kriteria yang menjadi peringkat tertinggi adalah proses penerimaan dan pemberian orderan (admin server) dan proses pengambilan dan pengantaran barang (rider) (0,455). Strategi mitigasi dari proses penerimaan dan pemberian orderan yang terpilih yaitu memiliki kartu kuota pribadi lebih dari satu provider (0,751) untuk risiko jaringan mengalami gangguan. Strategi mitigasi yang terpilih dari proses pengambilan dan pengantaran barang yaitu memiliki kartu kuota pribadi lebih dari satu provider (0,731) untuk risiko kendala pada jaringan, mengganti kurir dengan lapor ke admin server (0,674) untuk risiko kendala pada motor misalnya motor mati atau ban bocor, mengganti kurir dengan lapor ke admin server (0,528) untuk risiko kurangnya uang talangan atau jumlah talangan tidak sesuai. Strategi mitigasi yang terpilih dari proses pengelolaan keuangan dan setoran yaitu memberikan sanksi ke kurir yang bersangkutan berupa banned (0,635) untuk risiko rider lupa dalam memberikan laporan hasil pendapatan, admin setoran dengan teliti menghitung kembali laporan (0,731) untuk risiko rider pernah keliru dalam melaporkan hasil pendapatan. Abstract— Courier services are widely available in Samarinda City, one of which is Kurir Kuriran. CV. Kurir Kuriran Samarinda is an online courier service company deliver, pick up, and buy goods and food, in Kurir Kuriran has several risks that have occurred in the operational process. Therefore, conducted research to identify the risks that exist by giving weight in each risk using Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method by determining the weight based on RPN value obtained based on value of severity, occurance, and detection and minimize these risks by mitigating risks using Analytic Hierarchy Process (AHP) methods with Expert Choice V11 Software to find out alternatifs that can be used to reduce risk. The results obtained from the assessment and rating of risk with FMEA method that became the first rank is the difficulty of searching a courier in rainy weather (355.2), constraints on delivery during rain or flood (219), and Riders (couriers) have been wrong in reporting income results (250). The result of determining the mitigation strategy is the priority of the mitigation factor, the highest ranking criteria are the process of receiving and giving orders (server admin) and the process of taking and delivering goods (riders) (0.455). The mitigation strategy of the process of receiving and giving orders is to have a personal quota internet card more than one provider (0.751) for the risk of unstable network. The mitigation strategy who chosen from the process of taking and delivering goods is have a personal quota internet card more than one provider (0.731) for the risk of problems on the network, replacing the courier by reporting to the admin server (0.674) for the risk of problems on the motorcycle, for example the motorcycle dies or the tire leaks, replace the courier by reporting to the admin server (0.528) to reduce the lack of bailout money or the amount of bailout is not appropriate. The mitigation strategy who chosen from the financial and deposit management process is to give a penalty to driver of being banned (0.635) for the risk of the driver forgetting to provide an income report, the deposit admin carefully recalculates the report (0.731) for the risk that the driver has ever mistakenly reported the results income.