P. Nadapdap, Thomson
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) Pada Wanita Pasangan Usia Subur Di Wilayah Puskesmas Pintas Tuo Muara Tabir Kusumandari, Winda; P. Nadapdap, Thomson; Syafitri Nasution, Ramadhani; Anggraini, Indah; Yuniati, Yuniati
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v4i2.1060

Abstract

Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) merupakan salah satu metode deteksi dini kanker serviks yang aman dan murah. Masalah yang utama yaitu rendahnya peminat melakukan pemeriksaan IVA. Puskesmas Pintas Tuo merupakan salah satu puskesmas dengan kunjungan tes IVA terendah dari tahun 2018 sampai dengan Mei 2023 ada 188 (9,19%) WUS yang telah tes IVA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemeriksaan IVA berdasarkan teori health belief model. Jenis penelitian ini mix methods secara purposive random sampling dengan metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif secara berurutan dengan populasi sebanyak 2046, sampel menurut rumus Lemeshow sebanyak 92 orang, sampel informan sebanyak 7 orang. Analisis Penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat dengan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar PUS belum melakukan pemeriksaan IVA. Hasil uji chi-square didapatkan semua variabel mempengaruhi pemeriksaan IVA. Kerentanan yang dirasakan p value (0,019), keparahan yang dirasakan p value (0,00), ancaman yang dirasakan p value (0,03), manfaat yang dirasakan p value (0,00), hambatan yang dirasakan p value (0,00) dan isyarat untuk betindak p value (0,00). Faktor yang paling dominan yang mempengaruhi pemeriksaan IVA adalah variabel manfaat yang dirasakan dengan nilai OR 66,286. Dari hasil wawancara mendalam didapatkan mayoritas semua variabel saling berpengaruh dan keterkaitan. Ada pengaruh faktor-faktor pemeriksaan IVA Pada Wanita PUS di Wilayah Puskesmas Pintas Tuo. Diharapkan bagi penyelenggara program IVA untuk meningkatkan penyuluhan dan penyebaran informasi terkait adanya program gratis pemeriksaan IVA untuk meningkatkan kesadaran PUS dan meningkatkan kunjungan program skrining deteksi dini kanker leher rahim menggunakan metode pemeriksaan IVA.
Analisis Implementasi Kebijakan Case Mix INA-CBG’S (Indonesian Case Base Groups) Berdasarkan Permenkes NO. 59 Tahun 2014 Di Rumah Sakit Pabatu Kabupaten Serdang Bedagi Hafiz, Muhammad; P. Nadapdap, Thomson; Muhammad, Iman
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.769 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v3i2.1080

Abstract

Kebijakan pemerintah menetapkan standar tarif layanan kesehatan dalam pelaksanaan program asuransi kesehatan melalui Permenkes No. 59 tahun 2014 dianggap merugikan rumah sakit, karena perhitungan biaya didasarkan pada tingkat Case Mix INA-CBG. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi kebijakan Case Mix INA-CBG berdasarkan Permenkes No. 59 tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dil-akukan di Rumah Sakit Pabatu. Informan penelitian sebanyak 9 orang yang terdiri dari. Analisis data kualitatif dengan tahapan reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Kesehatan BPJS secara keseluruhan baik dalam pandangan sistem reguler, lebih menguntungkan masyarakat (pasien) karena layanan murah (gratis). Penerapan kebijakan tarif campuran kasus INA-CBGs berdasarkan Permenkes No. 59 tahun 2014 menyebabkan Rumah Sakit Pabatu menderita kerugian. Penentuan tarif untuk dokter / dokter spesialis di Rumah Sakit Pabatu berdasarkan persetujuan direktur dengan dokter spesialis. Pendanaan operasional Rumah Sakit Pabatu melalui Top Up didasarkan pada perbedaan antara tarif Rumah Sakit Pabatu dan Case Mix INA-CBGs. Rumah Sakit Pabatu mengklaim pembayaran melalui verifikasi BPJS Kesehatan. Saat ini ada tunggakan pembayaran selama 2 bulan oleh BPJS Kesehatan. Layanan untuk pasien BPJS Kesehatan adalah sama antara pasien umum dan pasien BPJS Kesehatan, perbedaannya hanya pada fasilitas yang digunakan. Keuntungan dari Rumah Sakit Pabatu bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat mendukung program pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan kepada masyarakat. Kendala / hambatan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan adalah laba dari rumah sakit menjadi kerugian yang kadang kala berkurang, keterlambatan pembayaran klaim, SDM rumah sakit kurang mengikuti perubahan peraturan BPJS. Direkomendasikan bahwa Rumah Sakit Pabatu menemukan sumber pendapatan lain, termasuk pelatihan untuk sumber daya manusia, meningkatkan kesejahteraan dokter.