Abstrak: Abdimas ini bertujuan menjawab permasalahan UMKM LAMBUNG Ekstrak Kunyit, usaha skala rumahan di Panongan, Tangerang, yang menghadapi keterbatasan dalam segmentasi pasar, pemasaran digital, dan jejaring bisnis. Ketiga pelatihan tersebut penting karena potensi pasar yang terus meningkat seiring kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat. Persaingan produk sejenis sudah lebih terstandar dan memanfaatkan teknologi digital, maka dari itu UMKM ini perlu adanya pelatihan yang sama (pemanfaatan teknologi digital) sehingga dapat beradaptasi dipersaingan pasar. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas manajemen dan pemasaran mitra melalui pelatihan dan pendampingan berbasis teknologi digital. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, workshop, dan pendampingan langsung dengan evaluasi melalui metode observasi dan kuesioner angket Kegiatan ini dihadiri oleh 3 Dosen, 2 Mahasiswa dan 5 orang dari mitra. Hasil kegiatan yaitu peningkatan pemahaman segmentasi pasar sebesar 78% dan keterampilan pengelolaan digital marketing sebesar 85%. Nilai ekonomis usaha meningkat signifikan dengan kenaikan penjualan daring dari 25 paket/bulan menjadi 62 paket/bulan (148%). Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi terstruktur berbasis teknologi digital mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM herbal.Abstract: This community service program was designed to address the challenges faced by LAMBUNG Turmeric Extract SME, a home-based business in Panongan, Tangerang, which suffers from limited market segmentation, digital marketing, and business networking. These trainings are crucial, as the herbal product market continues to expand alongside the growing awareness of healthy lifestyles. Competition is increasingly dominated by standardized products that leverage digital technologies, making it necessary for this SME to adopt similar approaches to remain competitive. The objective of this activity was to strengthen the partner’s management and marketing capacity through digital technology-based training and mentoring. The methods included training, workshops, and direct mentoring, with evaluations conducted using observation and questionnaire surveys. The program involved three lecturers, two students, and five SME participants. Results showed improvements in market segmentation knowledge by 78% and digital marketing skills by 85%. Online sales increased significantly from 25 to 62 packages per month (148%). These findings confirm that structured digital interventions can enhance the competitiveness and sustainability of herbal SMEs.