Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Politik Hukum dalam Undang-Undang No. 38 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Zakat Perspektif Maqasid al-Risalah Muhammad Solikhudin; Oktaria Ardika Putri
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 8 No. 1 (2020): Juni
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.314 KB) | DOI: 10.52431/tafaqquh.v8i1.262

Abstract

This paper tries to explain the legal policy of the law carried out by the Indonesian government about zakat which is an obligation for capable Muslims as a manifestation of human empathy to others in need. Zakat has a noble goal, namely to alleviate poverty and eliminate social inequality in society. This objective is in line with one of the objectives of the Indonesian government which has been mandated in the opening of the 1945 Constitution, namely to advance public welfare. Thus, the management of zakat in Indonesia will be better, if implemented by the government, given that zakat is a very potential source of funds that can be used for public welfare for all Indonesian people. This article explains the process of formulating zakat laws in Indonesia, the substance of Islamic law in zakat, and the purpose of the Law (maqa>s}id al-risa>lah) about zakat in Indonesia, so that readers can fully comprehend the purpose of zakat law.
PERAN MONITORING DAN EVALUASI AUDIT MUTU INTERNAL DALAM UPAYA MEWUJUDKAN GOOD UNIVERSITY GOVERNANCE IAIN KEDIRI Arif Zunaidi; Andriani Andriani; Oktaria Ardika Putri
Abdimas Galuh Vol 4, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i1.6288

Abstract

Sebagai perguruan tinggi yang memiliki peran dalam meningkatkan mutu SDM masyarakat melalui pengembangan keilmuan, kepribadian, kemandirian keterampilan sosial dan karakter mengharuskan penyelenggara pendidikan tinggi memiliki penjaminan mutu yang akan menjadi bagian dalam mempertahankan sekaligus untuk meningkatkan kualitasnya. Peran good cooperate governance dalam upaya meningkatkan kualitas mutu pendidikan tinggi sangatlah dibutuhkan. Audit Mutu Internal dilaksanakan sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang ada dalam institusi agar senantiasa memenuhi standar yang berlaku. Monitoring dan evaluasi ini dilaksanakan selama sepekan, dengan auditor sebanyak 41 orang, dan auditi sebanyak 14 unit kerja yang ada di kampus IAIN Kediri. Hasil audit menyimpulkan, beberapa unit kerja telah menerapkan kualitas kontrol mereka dengan bukti dokumen-dokumen sebagai pendukung atas semua kinerja. Sedangkan di beberapa unit yang lain masih belum menerapkan kualitas kontrol, khususnya di unit kerja program studi yang belum memiliki lulusan. Fakta ini menjadikan harus adanya kontrol dari pihak penjaminan mutu dalam lingkungan perguruan tinggi agar setiap unit kerja tetap terjaga kualitasnya sesuai standar yang berlaku dalam pengelolaan pendidikan tinggi melalui audit mutu internal dalam upaya menciptakan good university governance.
ANALISIS STRATEGI MERGER, AKUISISI, SERTA KINERJA BANK DI EROPA Oktaria Ardika Putri; Sri Hariyanti
Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Islam (SOSEBI) Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/sosebi.v2i2.6276

Abstract

Abstrak: Salah satu perkembangan paling menonjol yang mempengaruhi industri perbankan selama 20 tahun terakhir adalah tingkat aktivitas merger dan akuisisi (M&A) yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tren menuju konsolidasi keuangan ini dipercepat pada akhir 1990-an di sebagian besar negara OECD untuk sejumlah alasan, seperti perbaikan teknologi informasi, globalisasi pasar riil dan keuangan, peningkatan tekanan pemegang saham dan deregulasi keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana tingkat keterkaitan antara perusahaan yang bergabung mempengaruhi kinerja operasi pasca-merger, khususnya di Eropa dan data yang digunakan mencakup merger dan akuisisi terdaftar yang terjadi di sektor perbankan UE antara tahun 1992 dan 2001. 262 M&A semacam itu terjadi, 207 di antaranya domestik dan 55 lintas batas. Metode penelitian yang digunakan dengan menganalisis dampak M&A terhadap kinerja di sektor perbankan di Eropa menurut kesamaan antara target dan penawaran. Peneliti menemukan bahwa, rata-rata, merger bank telah menghasilkan peningkatan kinerja. Peneliti juga menemukan bahwa untuk kesepakatan domestik, dapat menjadi sangat mahal untuk mengintegrasikan institusi yang berbeda dalam hal strategi pinjaman, pendapatan, biaya, simpanan dan ukuran mereka. Untuk merger lintas batas, perbedaan antara mitra yang bergabung dalam strategi risiko pinjaman dan kredit mereka kondusif untuk kinerja yang lebih tinggi, sedangkan keragaman dalam modal dan struktur biaya memiliki dampak negatif dari sudut pandang kinerja.Kata kunci: Bank; M&A; Kinerja Abstract: One of the most notable developments affecting the banking industry over the past 20 years has been the unprecedented level of merger and acquisition (M&A) activity. This trend towards financial consolidation accelerated in the late 1990s in most OECD countries for a number of reasons, such as improvements in information technology, globalization of real and financial markets, increased shareholder pressure and financial deregulation. The aim of this study is to understand how the degree of linkage between merging firms affects post-merger operating performance, particularly in Europe and the data used includes registered mergers and acquisitions that occurred in the EU banking sector between 1992 and 2001. 262 such M&A occurred , 207 of which are domestic and 55 are cross-border. The research method used is to analyze the impact of M&A on performance in the banking sector in Europe according to the similarity between target and supply. Researchers find that, on average, bank mergers have resulted in improved performance. The researcher also found that for domestic deals, it can be very costly to integrate different institutions in terms of their lending strategies, revenues, costs, deposits and sizes. For cross-border mergers, differences between partners joining in their lending and credit risk strategies are conducive to higher performance, whereas diversity in capital and cost structures has a negative impact from a performance point of view.Keywords: Banks; M&A; Performance
ANALISIS STRATEGI MERGER, AKUISISI, SERTA KINERJA BANK DI EROPA Oktaria Ardika Putri; Sri Hariyanti
Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Islam (SOSEBI) Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/sosebi.v2i2.6276

Abstract

Abstrak: Salah satu perkembangan paling menonjol yang mempengaruhi industri perbankan selama 20 tahun terakhir adalah tingkat aktivitas merger dan akuisisi (M&A) yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tren menuju konsolidasi keuangan ini dipercepat pada akhir 1990-an di sebagian besar negara OECD untuk sejumlah alasan, seperti perbaikan teknologi informasi, globalisasi pasar riil dan keuangan, peningkatan tekanan pemegang saham dan deregulasi keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana tingkat keterkaitan antara perusahaan yang bergabung mempengaruhi kinerja operasi pasca-merger, khususnya di Eropa dan data yang digunakan mencakup merger dan akuisisi terdaftar yang terjadi di sektor perbankan UE antara tahun 1992 dan 2001. 262 M&A semacam itu terjadi, 207 di antaranya domestik dan 55 lintas batas. Metode penelitian yang digunakan dengan menganalisis dampak M&A terhadap kinerja di sektor perbankan di Eropa menurut kesamaan antara target dan penawaran. Peneliti menemukan bahwa, rata-rata, merger bank telah menghasilkan peningkatan kinerja. Peneliti juga menemukan bahwa untuk kesepakatan domestik, dapat menjadi sangat mahal untuk mengintegrasikan institusi yang berbeda dalam hal strategi pinjaman, pendapatan, biaya, simpanan dan ukuran mereka. Untuk merger lintas batas, perbedaan antara mitra yang bergabung dalam strategi risiko pinjaman dan kredit mereka kondusif untuk kinerja yang lebih tinggi, sedangkan keragaman dalam modal dan struktur biaya memiliki dampak negatif dari sudut pandang kinerja.Kata kunci: Bank; M&A; Kinerja Abstract: One of the most notable developments affecting the banking industry over the past 20 years has been the unprecedented level of merger and acquisition (M&A) activity. This trend towards financial consolidation accelerated in the late 1990s in most OECD countries for a number of reasons, such as improvements in information technology, globalization of real and financial markets, increased shareholder pressure and financial deregulation. The aim of this study is to understand how the degree of linkage between merging firms affects post-merger operating performance, particularly in Europe and the data used includes registered mergers and acquisitions that occurred in the EU banking sector between 1992 and 2001. 262 such M&A occurred , 207 of which are domestic and 55 are cross-border. The research method used is to analyze the impact of M&A on performance in the banking sector in Europe according to the similarity between target and supply. Researchers find that, on average, bank mergers have resulted in improved performance. The researcher also found that for domestic deals, it can be very costly to integrate different institutions in terms of their lending strategies, revenues, costs, deposits and sizes. For cross-border mergers, differences between partners joining in their lending and credit risk strategies are conducive to higher performance, whereas diversity in capital and cost structures has a negative impact from a performance point of view.Keywords: Banks; M&A; Performance
IMPLEMENTATION OF TA'WIDH ON PROBLEM FINANCING AT KSPPS BINA MITRA WAHANA AR-RAHMAH JATIM VIEWED FROM DSN-MUI FATWA NO 17/DSN-MUI/IX/2000 AND DSN-MUI FATWA NO 43/DSN-MUI/VIII/2004” Oktaria Ardika Putri
Jurnal Ekonomi Vol. 11 No. 03 (2022): Jurnal Ekonomi, 2022 Periode Desember
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explain how ta'widh is enforced on problem financing at KSPPS BMW Ar-Rahmah East Java and how ta'widh is enforced on problem financing at KSPPS BMW Ar-Rahmah East Java in terms of DSN-MUI fatwa No. 17/DSN-MUI/IX /2000 and DSN-MUI fatwa No. 43/DSN-MUI/VIII/2004. This research approach is descriptive qualitative. Methods of data collection using interviews, observation, and documentation. The results of this study are as follows: The implementation of ta'widh on troubled financing at KSPPS BMW Ar-Rahmah East Java, namely all adjustments as stipulated in the DSN-MUI fatwa where KSPPS will adjust to real losses. The ta'widh (compensation) implementation is set for members at 4% at the beginning of the contract and accumulates every day of delay. Furthermore, KSPPS BMW Ar-Rahmah East Java has implemented ta'widh according to the provisions of Fatwa No. 17/DSN-MUI/IX/2000, which does not give ta'widh to members who experience force majeure and impose sanctions on those who are proven capable and procrastinate, and funds from fines are used for social funds.
Pendekatan Analisis Kualitatif Manajemen Pengetahuan Annisa Aulia Azizah; Artono; Oktaria Ardika Putri
Al-Muraqabah: Journal of Management and Sharia Business Vol. 2 No. 1 (2022): Al-Muraqabah: Journal of Management and Sharia Business
Publisher : Sharia Business Management Study Program, Faculty of Economics and Islamic Business at IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.242 KB) | DOI: 10.30762/almuraqabah.v2i1.192

Abstract

Of course, in an era like today, knowledge management is a crucial thing, where the development of knowledge management is currently very fast. Several proposals for the classification of the main approaches to knowledge management are considered and their relationships and differences are discussed. Three main groups emerge: measuring knowledge, managing knowledge (either with a greater emphasis on human factors or on information technology), and creating knowledge. The main contribution of this study is the compilation of literature on knowledge management and creation, together with an analysis of the researchers' own proposals for the classification of different approaches, depending on their more descriptive or more normative perspective.
INSTAGRAM SEBAGAI SOCIAL MEDIA MARKETING DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM Oktaria Ardika Putri
Istithmar: Jurnal Studi Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2019): Istithmar : Jurnal Studi Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/istithmar.v3i2.125

Abstract

Instagram is a social media application that is currently very popular in the community, especially among artist, politicians, and business people. Companies or advanced business must quicly adapt to the advancement of information technology in the form of social media as a marketing tool. Instagram social media also necessary to developing educational institutions. One of the educational institution that ae currently developing is the newly established Faculty of Economics and Business Islam (FEBI) at the Kediri State Islamic Institute (IAIN Kediri). This writing aims to examine the importance of Instagram as social media marketing to building FEBI IAIN Kediri Brand Awareness. Instagram social media is considered more effectives to embrace students and the community, so it is expected to facilitate marketing and communication between FEBI IAIN Kediri with the students or other agencies. The method of this reasearch is a qualitative analysis which reference libraries are used as a basis.
ANALISIS STRATEGI MERGER, AKUISISI, SERTA KINERJA BANK DI EROPA Oktaria Ardika Putri; Sri Hariyanti
SOSEBI Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/sosebi.v2i2.6276

Abstract

Abstrak: Salah satu perkembangan paling menonjol yang mempengaruhi industri perbankan selama 20 tahun terakhir adalah tingkat aktivitas merger dan akuisisi (M&A) yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tren menuju konsolidasi keuangan ini dipercepat pada akhir 1990-an di sebagian besar negara OECD untuk sejumlah alasan, seperti perbaikan teknologi informasi, globalisasi pasar riil dan keuangan, peningkatan tekanan pemegang saham dan deregulasi keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana tingkat keterkaitan antara perusahaan yang bergabung mempengaruhi kinerja operasi pasca-merger, khususnya di Eropa dan data yang digunakan mencakup merger dan akuisisi terdaftar yang terjadi di sektor perbankan UE antara tahun 1992 dan 2001. 262 M&A semacam itu terjadi, 207 di antaranya domestik dan 55 lintas batas. Metode penelitian yang digunakan dengan menganalisis dampak M&A terhadap kinerja di sektor perbankan di Eropa menurut kesamaan antara target dan penawaran. Peneliti menemukan bahwa, rata-rata, merger bank telah menghasilkan peningkatan kinerja. Peneliti juga menemukan bahwa untuk kesepakatan domestik, dapat menjadi sangat mahal untuk mengintegrasikan institusi yang berbeda dalam hal strategi pinjaman, pendapatan, biaya, simpanan dan ukuran mereka. Untuk merger lintas batas, perbedaan antara mitra yang bergabung dalam strategi risiko pinjaman dan kredit mereka kondusif untuk kinerja yang lebih tinggi, sedangkan keragaman dalam modal dan struktur biaya memiliki dampak negatif dari sudut pandang kinerja.Kata kunci: Bank; M&A; Kinerja Abstract: One of the most notable developments affecting the banking industry over the past 20 years has been the unprecedented level of merger and acquisition (M&A) activity. This trend towards financial consolidation accelerated in the late 1990s in most OECD countries for a number of reasons, such as improvements in information technology, globalization of real and financial markets, increased shareholder pressure and financial deregulation. The aim of this study is to understand how the degree of linkage between merging firms affects post-merger operating performance, particularly in Europe and the data used includes registered mergers and acquisitions that occurred in the EU banking sector between 1992 and 2001. 262 such M&A occurred , 207 of which are domestic and 55 are cross-border. The research method used is to analyze the impact of M&A on performance in the banking sector in Europe according to the similarity between target and supply. Researchers find that, on average, bank mergers have resulted in improved performance. The researcher also found that for domestic deals, it can be very costly to integrate different institutions in terms of their lending strategies, revenues, costs, deposits and sizes. For cross-border mergers, differences between partners joining in their lending and credit risk strategies are conducive to higher performance, whereas diversity in capital and cost structures has a negative impact from a performance point of view.Keywords: Banks; M&A; Performance
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI FINANSIAL DAN TOTAL PEMBIAYAAN: ANALISIS STRATEGI BANK SYARIAH DI INDONESIA Andriani, Andriani; Putri, Oktaria Ardika
Journal of Economics and Policy Studies (JEPS) Vol. 3 No. 1 (2022): JEPS: Journal of Economic and Policy Studies
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.303 KB) | DOI: 10.21274/jeps.v3i01.5635

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan perusahaan financial technology pada pembiayaan perbankan syariah dan strategi perbankan syariah. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan menggunakan data deskriptif dan kualitatif. Perkembangan perusahaan teknologi keuangan di Indonesia terdaftar di OJK setelah Peraturan Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjaman Teknologi Informasi Berdasarkan Pinjaman meningkat 400%. Diperkirakan akan terus bertambah mengingat jumlah financial technology di Indonesia diperkirakan mencapai 127 perusahaan. Perkembangan Pembiayaan Bank Syariah di Indonesia cenderung menurun. Pembiayaan bank umum dan unit usaha syariah sebesar Rp 282,1 triliun per Februari 2018. Berdasarkan data OJK, pembiayaan mengalami penurunan sebesar 1. 3% dibandingkan akhir tahun lalu sebesar 285,7 triliun rupiah. Dari Juli 2018 hingga Juli 2019 pembiayaan bank syariah meningkat kurang dari 0,5 persen. Sedangkan financial technology telah menyalurkan pinjaman sebesar 4,47 triliun rupiah hingga Maret 2018. Data OJK menunjukkan pada Juli 2019 mencapai 4,97 triliun rupiah. Dalam jumlah pembiayaan industri keuangan syariah lebih tinggi dari teknologi keuangan. Namun pertumbuhan pinjaman jauh lebih cepat dengan 74,6% financial technology tahun ini. Strategi Bank Syariah harus diterapkan untuk menghadapi semakin banyaknya perusahaan financial technology di Indonesia; kompromi yang menguntungkan dari bank, teknologi keuangan dan regulator tentang industri perbankan masa depan, kualitas sumber daya manusia, inovasi, standarisasi, dan komitmen. Dari Juli 2018 hingga Juli 2019 pembiayaan bank syariah meningkat kurang dari 0,5 persen. Sedangkan financial technology telah menyalurkan pinjaman sebesar 4,47 triliun rupiah hingga Maret 2018. Data OJK menunjukkan pada Juli 2019 mencapai 4,97 triliun rupiah. Dalam jumlah pembiayaan industri keuangan syariah lebih tinggi dari teknologi keuangan. Namun pertumbuhan pinjaman jauh lebih cepat dengan 74,6% financial technology tahun ini. Strategi Bank Syariah harus diterapkan untuk menghadapi semakin banyaknya perusahaan financial technology di Indonesia; kompromi yang menguntungkan dari bank, teknologi keuangan dan regulator tentang industri perbankan masa depan, kualitas sumber daya manusia, inovasi, standarisasi, dan komitmen. Dari Juli 2018 hingga Juli 2019 pembiayaan bank syariah meningkat kurang dari 0,5 persen. Sedangkan financial technology telah menyalurkan pinjaman sebesar 4,47 triliun rupiah hingga Maret 2018. Data OJK menunjukkan pada Juli 2019 mencapai 4,97 triliun rupiah. Dalam jumlah pembiayaan industri keuangan syariah lebih tinggi dari teknologi keuangan. Namun pertumbuhan pinjaman jauh lebih cepat dengan 74,6% financial technology tahun ini. Strategi Bank Syariah harus diterapkan untuk menghadapi semakin banyaknya perusahaan financial technology di Indonesia; kompromi yang menguntungkan dari bank, teknologi keuangan dan regulator tentang industri perbankan masa depan, kualitas sumber daya manusia, inovasi, standarisasi, dan komitmen. 47 triliun rupiah per Maret 2018. Data OJK menunjukkan Juli 2019 mencapai 4,97 triliun rupiah. Dalam jumlah pembiayaan industri keuangan syariah lebih tinggi dari teknologi keuangan. Namun pertumbuhan pinjaman jauh lebih cepat dengan 74,6% financial technology tahun ini. Strategi Bank Syariah harus diterapkan untuk menghadapi semakin banyaknya perusahaan financial technology di Indonesia; kompromi yang menguntungkan dari bank, teknologi keuangan dan regulator tentang industri perbankan masa Kata kunci: Teknologi Keuangan, Pembiayaan dan Strategi Bank Syariah
Manajemen Catering yang Efektif guna Meningkatkan Produktivitas Ambarwati, Mitra Mila; Nurkhasanah, Tri Ayu; Meilani, Ucik Putri; Qolbi, Latifatul; Al-Dillah, Azzara; Sari, Windah; Imama, Dhea Safina; Adilia, Sabila Putri; Putri, Oktaria Ardika
Welfare : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Welfare : June 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/welfare.v3i2.1669

Abstract

The research was motivated by several challenges faced by Kenz Catering in the form of lack of use of digital marketing media, lack of coordination and communication, consumer demands who want high quality products at affordable prices, and the many competitors who are more innovative. The aim of this research is to implement effective catering management to increase productivity at Kenz Catering. The method used in this research is Participatory Action Research (PAR) using observation, interviews and acting in the field. Carrying out activities in the form of an internship for several days and looking for solutions to the problems faced by Kenz Catering. To optimize marketing management, Kenz Catering is trying to increase promotions through digital media.