Marzuki, Angga
Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Jurnal Bimas Islam Angga Marzuki
Jurnal Bimas Islam Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v12i2.129

Abstract

Pada tahun 2019, Jurnal Bimas Islam (JBI) telah terbit secara daring (online) dengan menggunakan aplikasi Open Journal System (OJS) dan dalam bentuk hard copy (cetakan). Penerbitan artikel dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Hal ini merupakan komitmen dari seluruh anggota tim redaktur JBI yang telah bekerja secara optimal. Diharapkan seluruh artikel yang termuat dalam JBI memberi manfaat yang luas terutama bagi para peneliti, akademisi, pelaku dakwah dan ketersediaan bahan dakwah bagi penyuluh agama Islam serta para penghulu di seluruh Indonesia. Penerbitan Jurnal Bimas Islam tahun ini telah memasuki tahun ke 12. Pada tahun 2016 JBI telah mendapatkan sertifikat akreditasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Tantangan ke depan adalah bagaimana JBI terus memberi kontribusi terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan melalui penerbitan yang dilakukan secara konsisten dan tepat waktu. Seluruh tim juga memilki tanggungjawab untuk meningkatkan mutu dan kualitas JBI. Pada tahun 2020, JBI telah membuat schedule untuk mengajukan Akreditasi Jurnal Nasional (Arjuna) pada Kementerian Ristek RI. Pada penerbitan Vol. 12 Nomor 2 Tahun 2019 JBI telah memuat 7 artikel. Artikel tersebut telah lulus seleksi berdasarkan catatan para editor dan peer-review dari para mitra bestari/reviewer.
Fenomena Perceraian dan Penyebabnya: Studi Kasus Kota Cilegon angga marzuki
Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 4 (2016): Jurnal Bimas Islam
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraksi Angka perceraian yang terjadi di kota Cilegon dalam kurun waktu tahun 2009 hingga 2015 disebabkan faktor-faktor yang kompleks. Ada beberapa faktor yang mengalami penurunan dan ada pula faktor yang cenderung meningkat dalam kurun waktu tersebut.Permasalahan ekonomi dan tidak ada keharmonisan, adalah dua faktor dominan yang mengalami peningkatan secara angka sebagai penyebab terjadinya perceraian. Fakta ini tidak bisa dilepaskan dari kemadirian perempuan secara ekonomi, sikap dan terbukanya informasi untuk diakses pada dewasa ini.Tulisan ini menyimpulkan bahwa mediasi yang seharusnya bisa dioptimalkan untuk menekan angka peristiwa perceraian belum berjalan secara optimal, baik itu dikarenakan oleh kurang kooperatifnya pihak yang mengajukan perceraian maupun dari berbagai pihak yang terlibat di dalamnya. Abstract The divorce rate occurred in Cilegon city in the period of 2009 to 2015 caused by complex factors. There are several factors that decreased and there are factors that tend to increase during that period. Economic problems and there is no harmony, are two dominant factors that had increased in numbers as the cause of divorce. This fact can not be separated from economic independence by women, attitudes and information to be accessed today. This paper concludes that mediation should be optimized to reduce the number of divorce case that has not run optimally, it cause by the lack of the couple cooperation who propose divorce as well as from another party whom involved in it.
Peningkatan Layanan Publik dan Biaya Operasional Perkantoran KUA: Sejarah, Pengelolaan dan Implikasi Terhadap Layanan KUA Angga Marzuki
Jurnal Bimas Islam Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v13i1.192

Abstract

Abstrak Artikel ini menyajikan hasil kajian mengenai implikasi Biaya Operasinal (BOP) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan, BOP merupakan upaya Kementerian Agama untuk meningkatkan pelayanan KUA bagi masyarakat. Kajian ini bertujuan mencari tahu dan menguji bagaimana sebuah pendanaan layanan berimplikasi terhadap pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metodelogi penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus di sebuah KUA sebagai sampel. Hasil kajian ini, menyimpulkan bahwa BOP KUA sangat berperan dalam menggerakan program-program KUA, walaupun belum memenuhi semua Tugas Pokok dan fungsi KUA. Selain itu ditemukan bahwa adanya pengelolaan BOP masih dikontrol oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten, sehingga fungsi 9 layanan KUA tidak dapat dijalankan oleh para petugas di KUA. Padahal seyogyanya pihak KUA Kecamatan lah yang mempunyai wewenang secara penuh dalam penggunaan dan pengelolaan BOP KUA. Kata Kunci: KUA, BOP, Pelayanan Publik Abstract This article presents the study results of the Operational Costs (BOP) of the District Office of Religious Affairs (KUA) implications, BOP is an effort of the Ministry of Religion to support the improvement of KUA services for the society. This study aims to find out and test how the services funding has implications for public services. This study uses a qualitative research methodology with a case study design in a KUA as a sample. The results of this study concluded that the KUA BOP has very important role in moving the KUA programs, even though they have not fulfilled all the KUA main tasks and functions. In addition it was found that BOP management is still controlled by the District Ministry of Religion Office, so that the 9 KUA services function cannot be carried out by KUA officers. Even though the Subdistrict KUA should have full authority in the use and management of BOP. Keywords: Kantor Urusan Agama, Management, Public Service
Arah Baru Kebijakan Publik: Studi Kasus Pemberdayaan Zakat Angga Marzuki; Ibnu Qomar
Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 4 (2015): Jurnal Bimas Islam
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Public policy is no longer understood as changingobligation. Public policy is interpreted as an effort to provide services, development and strengthening of community life. Through good public policy, each oriented program on public satisfaction and excellent service. Including in the management of zakat, the government has issued a policy steps and phases to realize the noble ideals of economic alleviation of the people. Through public policies oriented to the satisfaction of the public, the government has stepped away to formulate, to implement and to evaluate the implementation of zakat management with community involvement. Abstraksi Kebijakan publik tidak lagi dimaknai sebagai penggugur kewajiban. Kebijakan publik dimaknai sebagai upaya menghadirkan pelayanan, pembinaan dan penguatan kehidupan masyarakat. Melalui kebijakan publik yang baik, setiap program berorientasi pada kepuasan publik dan pelayanan prima. Termasuk dalam hal pengelolaan zakat, pemerintah telah mengeluarkan langkah dan kebijakan sebagai tahapan mewujudkan cita-cita mulia pengentasan ekonomi umat. Melalui kebijakan publik yang berorientasi pada kepuasan publik, pemerintah telah melangkah jauh merumuskan, melaksanakan dan mengevaluasi pelaksanaan pengelolaan zakat dengan melibatkan masyarakat. Keywords: public policy, zakat/charity, participation
LITERASI DIGITAL: SUMBER PAHAM KEAGAMAAN PADA MAHASISWA PENGHAFAL AL-QUR’AN DI PTIQ JAKARTA Angga Marzuki; Mabrur Mabrur
Penamas Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v33i1.381

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang literasi digital yang menjadi alternatif sumber paham keagamaan mahasiswa penghafal al-Qur’an dengan mengidentifikasi perkembangan dakwah keagamaan. Objek utama dari kajian ini adalah mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur’an Jakarta. Pendeketan yang digunakanadalah analisis deskpriptif yang dibangun atas landasan teori ketergantung media (media dependency theory) dengan melakukan interview terbuka pada 16 mahasiswa. Tiga temuan pokok dari hasil kajian ini adalah (1) Dakwah keagamaan berbasis digital menjadi alternatif untuk memahami, mendalami dan menyelesaikan problem keagamaannya. (2) Ustadz Abdul Shomad menjadi figur representatif yang menjadi rujukan dalam memahami dan mengkaji isu-keagamaan. (3) Konten keagamaannya didominasi isu fiqh-fiqh praktis dan kontemporer. Literasi digital menjadi alternatif sumber paham keagamaan disebabkan terjadinya budaya instan (praktis) di kalangan mahasiswa, adanya keterbatasan kemampuan untuk memahami literasi khazanah Islam (kitab-kitab ulama) dan interaksi langsung pada Kiai-Ustad terbatas.
Human Trafficking dalam Pandangan Islam: Human Trafficking in The Islamic View Ahmad Juraidi; Angga Marzuki
Jurnal Bimas Islam Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Bimas Islam
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v16i1.980

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perdagangan manusia (human trafficking) merupakan faktor yang sangat menentukan eksisnya perbudakan modern. Perbandingan atau korelasi antara perdagangan manusia dan perbudakan menunjukkan adanya kesamaan dalam hal unsur dan substansinya. Simpulan ini memperkuat pendapat yang menyatakan, yaitu bahwa perdagangan manusia dapat dianggap sebagai perbudakan modern yang berarti memiliki makna yang sama dengan perbudakan klasik. Simpulan ini antitesa atas pendapat yang menyatakan bahwa perbudakan sudah menjadi sejarah kemanusiaan yang sudah lama hilang, sehingga berdampak pada kurangnya perhatian terhadap jerat-jerat perbudakan masa kini, bahkan mengakibatkan pemahaman ar-riqâb tidak lagi menjadi salah satu asnâf zakat. Teori yang bisa dibangun penelitian ini adalah teori emansipatif progresif, dalam hal ini Al-Qur’an pada tahap awal mengakui dan menerima perbudakan karena merupakan suatu kenyataan yang sudah berlangsung sejak lama sekali, sehingga tidak mungkin menghapuskannya secara instant dan revolusioner, namun memerlukan pentahapan mulai pembebasan psikologis, teologis, ekonomis, kemudian tahap pembebasan fisik, dan pada akhirnya Al-Qur’an melarang terjadinya praktik perbudakan dalam bentuk apa pun, sekaligus mendorong penghapusan dan pencegahannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi analisis dengan pendekatan fenomenologi-historis. Objek yang diteliti adalah perbudakan modern dalam bentuk perdagangan manusia (human trafficking) yang dianggap sebagai faktor yang menentukan eksisnya perbudakan di era modern ini. Adapun sumber yang dipakai adalah ayat-ayat Al-Qur’an, matan Hadits, kitab tafsir yang memuat tentang larangan melakukan perbudakan dan peraturan perundang undangan Nasional dan Internasional yang memuat tentang larangan melakukan perdagangan manusia (human trafficking).
Prinsip Memilih Partai Politik: Kajian atas Syair Nahḍah Karya K.H. Ma’shum Sirodj Pesantren Gedongan, Cirebon Marzuki, Angga
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 17 No. 2 Tahun 2019
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.199 KB) | DOI: 10.31291/jlka.v17i2.754

Abstract

Syair Nahḍah, in the poem outlined the arguments why it was recommended to vote for the NU party, this poem was finished written on 29 Dhu al-Hijjah 1373 Hijriyah. This paper continues Greg Fealy's research. He concluded, When NU became party, Nahdliyin still voted for Masyumi, this article shows how Kiai NU invited Nahdliyin to vote for the NU party. This study aims to analyze the Nahḍah poetical manuscripts, written by Kiai Ma’shum (1912-1986 AD) who came from Cirebon, exactly the Gedongan Islamic Boarding School. Although this poem was written in the Orde Lama period which is intended to outline the arguments for choosing the Nahḍah party (NU party), the values in this poem are still very relevant in today's context. The values carried in this poem are oriented to benefit for all. In addition, this study indirectly criticizes practices and thoughts in choosing political parties with the interests of a handful of people who justify anyways. This poem is written in Arabic and Javanese in pegon letters. This paper confirms the conclusion that the ideas of the Indonesian Ulama are more acceptable and adapted to the Indonesian context.Keywords: Nahdlatul Ulama, Party, Poem, Ulama              Syair Nahḍah, dalam bait-baitnya diuraikan argumentasi mengapa dianjurkan untuk memilih partai NU, syair ini selesai ditulis pada 29 Dzulhijjah Tahun 1373 Hijriyah. Tulisan ini melanjutkan riset Greg Fealy. Ketika NU menjadi Partai sendiri para warga Nahdliyin masih memilih Masyumi, artikel ini menujukkan bagaimana Kiai NU mengajak warga Nahdliyin untuk memilih partai NU. Kajian ini bertujuan untuk meng­analisa manuskrip syair Nahḍah, yang ditulis oleh Kiai Ma’shum (1912-1986 M.) yang berasal dari Cirebon, lebih tepatnya Pondok Pesantren Gedongan. Walaupun syair ini ditulis pada masa orde lama yang diper­untukkan menguraikan argumentasi untuk memilih partai Nahḍah (partai NU), tetapi nilai-nilai dalam syair ini masih sangat relevan untuk konteks dewasa ini. Nilai-nilai yang diusung dalam syair ini berorientasi untuk kemaslahatan. Selain itu studi ini secara tidak langsung mengkritik praktek-praktek dan pemikiran dalam memilih partai politik yang dicampuri dengan kepentingan segelintir orang yang menghalalkan segala cara. Syair ini ditulis dengan bahasa Arab dan bahasa Jawa dengan huruf pegon. Tulisan ini menguatkan kesimpulan, bahwa pemikiran-pemikiran dan gagasan-ga­gas­an ulama Nusantara lebih dapat diterima dan diadaptasikan dengan konteks Indonesia.Kata Kunci: Nahdlatul Ulama, Pesantren, Partai
ANALISA ASPEK MUNĀSABAH DALAM AL-QUR’AN:STUDI TERHADAP KITAB ȘAFWAH TAFĀSĪR KARYA MUḤAMMAD ‘ĀLĪ AL-ȘĀBŪNĪ (1930-2021 M) Angga Marzuki
Al-Dhikra Vol. 2 No. 2 (2020): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam dan komperhensif konsep munāsabah terkait dengan pola dan pendekatan munāsabah antar ayat dalam satu surat yang digunakan Muhammad ‘Alī al-Ṣābūnī dalam menafsirkan surat al-Baqarah dalam karyanya Ṣafwah al-Tafāsīr. Untuk memaparkan itu, penulis menggunakan metode deskriptif analisis untuk menyajikan pola dan pendekatan yang dibangun oleh ‘Alī al-Ṣābūnī dalam memaparkan munāsabah antar ayat dalam satu surat untuk menafsirkan ayat tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah munāsabah antar ayat dalam satu surat yang diuraikan ‘Alī al-Ṣabūnī, ia lebih menitik beratkan perhatiannya untuk menghasilkan munāsabah  dari segi kandungan isi ayat, dengan menggunakan pendekatan analisa kandungan ayat. Hasil dari itu ia paparkan dengan sistematis, Yaitu, pertama menemukan tema sentral dari ayat dan tema sentral berikutnya, kedua, menjelaskan dari tema sentral tersebut. hasil dari analisa dari kandungan ayat, lalu ia menetapkan hubungan sesuai dengan tema sentral yang terkandung dalam ayat,  dalam memaparkan munāsabah, ‘Alī al-Ṣabūnī tidak terikat dengan jumlah ayat yang ia tafsirkan. tidak semua ayat yang ia tafsirkan terdapat munāsabah di dalamnya. Riset ini sepakat dengan temuan Ahmad Said bahwa ‘Alī al-Ṣabūnī sangat memperhatikan unsur munasabah dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an.
NILAI AGAMA DAN BUDAYA DALAM TRADISI BESAMAN Marzuki, Angga
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 6 No. 1 June 2020
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.15758

Abstract

This paper discusses the Besaman Ritual practice on Lingga Island, specifically in the Kelumu Village. Culture and tradition are the heritage and identity of a nation, both are passed down from generation to generation. It is not a static thing but dynamic. Although the change is not so big, but tradition allows to have changes to adapt to the context of the times and geographical conditions. Similar to similar practice in other places in the country, the Besaman tradition in Lingga Island, in Kelumu Village is the reading of Ratib Sammān. By conducting in-depth interviews and analyzing the data collected, this study finds that the implementation of this tradition contains the values of Religion and Education and several aspects of this tradition adapt to context.
NILAI AGAMA DAN BUDAYA DALAM TRADISI BESAMAN Marzuki, Angga
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 6 No. 1 June 2020
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.15758

Abstract

This paper discusses the Besaman Ritual practice on Lingga Island, specifically in the Kelumu Village. Culture and tradition are the heritage and identity of a nation, both are passed down from generation to generation. It is not a static thing but dynamic. Although the change is not so big, but tradition allows to have changes to adapt to the context of the times and geographical conditions. Similar to similar practice in other places in the country, the Besaman tradition in Lingga Island, in Kelumu Village is the reading of Ratib Sammān. By conducting in-depth interviews and analyzing the data collected, this study finds that the implementation of this tradition contains the values of Religion and Education and several aspects of this tradition adapt to context.