Khairul Insan, Mochamat Nurdin,
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENDIDIKAN DEMOKRASI PADA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS (STUDI PADA PEMILIHAN KETUA OSIS DI SMA NEGERI 1 SINJAI) admin, admin; Khairul Insan, Mochamat Nurdin,
Al Qisthi: Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 10, NOMOR 1, JUNI 2020
Publisher : STISIP Muhammadiyah Sinjai Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.027 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai tingkat pendidikan demokrasi bagi siswa/pelajar Sekolah Menengah Atas dalam memahami Demokrasi melalui Pemilihan Ketua OSIS di SMA Negeri 1 Sinjai.  Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana siswa sekolah mengah atas itu dalam memahami demokrasi dan sekaligus dipraktekkan langsung melalui Pemilihan Ketua OSIS di SMA Negeri 1 Sinjai. Adapun salah satu pemahaman yang meraka dapatkan secara pertama kali melalui Mata Pejaran PKN yang membahas mengenai Demokrasi itu sendiri. Yang ingin diteliti disini apakah sejalan dengan mata pelajaran tersebut dengan pelaksanaan pemilihan ketua osis tersebut secara prakteknya dilihat dari pemahaman demokrasi yang disampaikan oleh Schumpeter mengenai demokrasi procedural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana yang dijadikan Informan adalah Pihak-Pihak terkait baik dari Kepala Sekolah, para Kandidat Ketua OSIS serta Siswa secara random. Data hasil temuan dilapangan dianalisis dengan Metode Analisis Interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Dimana hasil data yang diolah nantinya mampu menghasilkan model pendidikan demokrasi yang ada di Sekolah Menengah Atas itu sejalan dengan demokrasi prosedural yang disampaikan oleh Schumpeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Politik yang dilakukan melalui dunia pendidikan dan dilaksanakan secara langsung oleh siswa SMA Negeri 1 Sinjai telah memahami tentang hak dan kewajibannya sebagai warga Negara dan mampu mengartikulasikan kepentingannya dengan baik. Melalui pemilihan ketua OSIS tersebut mereka mampu mengaktualisasikan pemahaman mereka mengenai Demokrasi yang berdasar preferensi yang telah mereka dapatkan baik melalui Mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) maupun melalui media social dan elektronik yang telah mereka dapatkan. Luaran dari kegiatan ini adalah: (1) model pendidikan demokrasi yang ada di Sekolah Menengah Atas itu sejalan dengan demokrasi prosedural yang disampaikan oleh Schumpeter, (2) Terbentuknya pemahaman para siswa tentang demokrasi secara langsung lewat pemilihan ketua OSIS tersebut, dan (3) Mampu diterbitkan melalui Jurnal ilmiah yang ada di STISIP Muhammadiyah Sinjai.
PENDIDIKAN DEMOKRASI PADA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS (Studi Pada Pemilihan Ketua OSIS Di SMA Negeri 1 Sinjai) admin, admin; Khairul Insan, Mochamat Nurdin,
Al Qisthi: Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 10, NOMOR 1, JUNI 2020
Publisher : STISIP Muhammadiyah Sinjai Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/jaq.v10i1.150

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai tingkat pendidikan demokrasi bagi siswa/pelajar Sekolah Menengah Atas dalam memahami Demokrasi melalui Pemilihan Ketua OSIS di SMA Negeri 1 Sinjai. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana siswa sekolah mengah atas itu dalam memahami demokrasi dan sekaligus dipraktekkan langsung melalui Pemilihan Ketua OSIS di SMA Negeri 1 Sinjai. Adapun salah satu pemahaman yang meraka dapatkan secara pertama kali melalui Mata Pejaran PKN yang membahas mengenai Demokrasi itu sendiri. Yang ingin diteliti disini apakah sejalan dengan mata pelajaran tersebut dengan pelaksanaan pemilihan ketua osis tersebut secara prakteknya dilihat dari pemahaman demokrasi yang disampaikan oleh Schumpeter mengenai demokrasi procedural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana yang dijadikan Informan adalah Pihak-Pihak terkait baik dari Kepala Sekolah, para Kandidat Ketua OSIS serta Siswa secara random. Data hasil temuan dilapangan dianalisis dengan Metode Analisis Interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Dimana hasil data yang diolah nantinya mampu menghasilkan model pendidikan demokrasi yang ada di Sekolah Menengah Atas itu sejalan dengan demokrasi prosedural yang disampaikan oleh Schumpeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Politik yang dilakukan melalui dunia pendidikan dan dilaksanakan secara langsung oleh siswa SMA Negeri 1 Sinjai telah memahami tentang hak dan kewajibannya sebagai warga Negara dan mampu mengartikulasikan kepentingannya dengan baik. Melalui pemilihan ketua OSIS tersebut mereka mampu mengaktualisasikan pemahaman mereka mengenai Demokrasi yang berdasar preferensi yang telah mereka dapatkan baik melalui Mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) maupun melalui media social dan elektronik yang telah mereka dapatkan. Luaran dari kegiatan ini adalah: (1) model pendidikan demokrasi yang ada di Sekolah Menengah Atas itu sejalan dengan demokrasi prosedural yang disampaikan oleh Schumpeter, (2) Terbentuknya pemahaman para siswa tentang demokrasi secara langsung lewat pemilihan ketua OSIS tersebut, dan (3) Mampu diterbitkan melalui Jurnal ilmiah yang ada di STISIP Muhammadiyah Sinjai.
The Analogies from the Companions M.A.B.P.W.T on Legacy and Its Law (Collection and Study) | الأقيسة الواردة عن الصحابة رضي الله عنهم في مسائل المواريث وأحكامها (جمعا ودراسة) Yuli Yasin; Khairul Insan
Al-Zahra : Journal for Islamic and Arabic Studies Vol 15, No 1 (2018): AL-ZAHRÄ' JOURNAL FOR ISLAMIC AND ARABIC STUDIES
Publisher : Fakultas Dirasat Islamiyah, Univitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1459.033 KB) | DOI: 10.15408/zr.v15i1.10118

Abstract

The purposes of this research are to discover establishment of the analogy from the Sahaabah (may Allah be pleased with them) on the issues of legacy and the judgement on it, the most famous of the Sahaabah creating the fatwa and ijtihad by using the analogy in these matters, and  the analogies created by the Sahaabah M.A.B.P.W.T also. The method used in this research is the qualitative, especially by the descriptive method. The results of this research are: 1) It revealed that tradition of using analogy among sahaabah has existed since the early of their period. It was found that the Sahaabah M.A.B.P.W.T used the analogy in their jurisprudence on their sayings and fatwas on legacies. 2) almost the Ulama in the period of the Sahaabah concerning on jurisprudence are expert on legacy, some of them are the rightly guided Caliphs, Abdullah bin Abbas, Zaid ibn Thabit, Abdullah ibn Mas'ud, Abbas ibn Abd al-Muttalib, Ubay ibn Ka'b, Mu'adh ibn Jabal and Abu Musa al-Ash'ari.
UPAYA UNITED NATIONS ASSISTANCE MISSION IN AFGHANISTAN (UNAMA) DALAM MEMPERJUANGKAN HAK PEREMPUAN DI AFGHANISTAN TAHUN 2021-2023 Insan, Khairul; Takwa, Tuah Kalti
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 12: Edisi II Juli - Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the efforts of the United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA) to safeguard women’s rights in Afghanistan from 2021 to 2023, particularly after the Taliban’s return to power, which has curtailed women’s access to education, employment, health care, freedom of movement, and political participation. Employing a qualitative descriptive method that combines library research with an analysis of official UNAMA documents, UN reports, and relevant news sources, the study draws on pluralist perspectives, Clive Archer’s theory of international organizations, and Joshua S. Goldstein’s level‑of‑analysis framework. The findings show that UNAMA has successfully documented, reported, and advocated against abuses of women’s rights, including torture, restrictions on freedom of assembly, and discrimination within the judicial system. Despite advocacy through dialogue with the Taliban, reporting to the UN Security Council, and coordination with international actors for diplomatic pressure and humanitarian assistance, UNAMA faces significant challenges, such as limited enforcement authority and Taliban resistance to international norms. The research underscores the necessity of sustained and consistent international support to ensure the protection of women’s rights in Afghanistan. Keywords: Women's Rights, International Organizations, Pluralism, Taliban, UNAMA