Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERBEDAAN PERILAKU ASERTIF PADA SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP KEKERASAN SEKSUAL AMNESTITO, ZAFHIRA ALAYDA; JATI, SRI NUGROHO; VIDYASTUTI, VIDYASTUTI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4098

Abstract

Children are vulnerable to sexual violence as they are often perceived as weak or helpless. Research conducted by Bolen & Scannapieco (2001) indicates that 20% to 33% of girls and 10% to 16% of boys will become victims of sexual violence before the age of 18. In Kubu Raya Regency, 74 cases of violence against children and adolescents were recorded in 2021, with the majority involving sexual violence experienced by children aged 6-12 years. This study employed a quantitative experimental design with purposive sampling, involving children aged 9-12 years who attended elementary school. A total of 10 boys and 10 girls participated in the study. The purpose of this research was to examine the differences in assertive behavior between male and female students in response to sexual violence. Based on the Mann-Whitney test results, there was a significant difference in the statistical scores between the group of boys and the group of girls regarding sexual violence. ABSTRAKAnak-anak rentan terhadap kekerasan seksual karena dianggap lemah atau tidak berdaya. Data penelitian yang dilakukan oleh Bolen & Scannapieco (2001) menunjukkan bahwa 20% hingga 33% anak perempuan dan 10% hingga 16% anak laki-laki akan menjadi korban kekerasan seksual sebelum usia 18 tahun. Di Kabupaten Kubu Raya tercatat pada tahun 2021 terdapat 74 kasus kekerasan terhadap anak dan remaja, dengan mayoritas kasus berupa kekerasan seksual yang dialami oleh anak-anak usia 6-12 tahun. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuantitatif yaitu purposive sampling, dengan subjek anak-anak berusia 9-12 tahun, dan bersekolah di SD. Sebanyak 10 anak laki-laki dan 10 anak perempuan berpartisipasi dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan perilaku asertif pada siswa laki-laki dan perempuan terhadap kekerasan seksual. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney terdapat perbedaan signifikan antara skor statistik kelompok anak laki-laki dan kelompok anak perempuan terhadap kekerasan seksual.
Risk factors for severe stunted among Children aged 2-5 years with stunting in Pontianak City, Indonesia Suwarni, Linda; Selviana, Selviana; Vidyastuti, Vidyastuti; Abdullah, Asrul; Adi, Pranowo
GHMJ (Global Health Management Journal) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35898/ghmj-62965

Abstract

Background: Stunting is still a major public health in developing countries, including Indonesia. There are many predictors that might contribute to stunting, including child factors, mother factors, household factors, and community. This study focuses on children and mother level. Aims: This study aimed to examine the factors associated with severe stunted among children aged 2 to 5 years old. Methods: This study uses primary data in Pontianak City, Indonesia the data has been collected from January to February 2023. Respondents were selected by total sampling method. Univariate, bivariate, and multivariate have been done using STATA 17. Results: The analysis data revealed that 75.98% of children were stunted and 24.20 were severe stunted. The factors including low birth weight and birth interval were found significantly associated with severe stunted, other independent variables did not have a correlation for being severe stunted.  Conclusion: According to children's factors and maternal factors, the variables of low birth weight and birth interval were found to correlate with being severe stunted.
Program Pendampingan Psikologi Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja Pada Forum Anak Kelurahan dan Kecamatan Pontianak Utara Vidyastuti, Vidyastuti; Yogi Fachrezi, Maulidi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2697

Abstract

Kesehatan mental masih menjadi masalah yang belum dapat sepenuhnya diselesaikan, baik tingkat global maupun nasional. Kesehatan mental merupakan keadaan dimana setiap individu menyadari potensi yang dimilikinya dengan mampu menanggulangi tekanan hidup, beraktivitas secara produktif serta mampu memberikan kontribusi bagi lingkungan. Kegiatan pengabdian ini menjadi penting karena dapat memberikan pengetahuan mengenai kesehatan mental kepada remaja yang tergabung dalam forum anak dengan cara yang menarik sehingga keinginan dan ilmu yang disampaikan dapat diterima dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar remaja dapat memahami dirinya dengan segala kelebihan maupun kekurangan agar mereka merasa dihargai dan dapat diterima oleh lingkungannya sekaligus remaja memiliki pemahaman yang tepat terhadap kesehatan mental mereka. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam dua metode yaitu pemeriksaan psikologi dan dalam bentuk penyampaian materi terkait kesehatan mental. Berdasarkan hasil self assesment untuk mengetahui skor kesehatan mental remaja dan diperoleh hasil Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42) dalam 1 (satu) minggu terakhir menunjukkan remaja yang mengalami stress sebesar 13,63% (3 orang), mengalami cemas sebesar 50% (11 orang) dan mengarah depresi sebesar 18% (4 orang). Selanjutnya Berdasarkan hasil Self Rating Questionaire (SRQ 20)  dalam 1 (bulan) bulan terakhir juga diketahui bahwa kondisi emosional tidak stabil remaja sebesar 72% (17 orang).