Winandari, Fransisca
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

BEDA TEKANAN DARAH SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN INHALASI AROMATERAPI MINYAK MAWAR PADA LANSIA HIPERTENSI Wahyono, Hadi; Winandari, Fransisca
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: WHO melaporkan hipertensi merupakan penyebab nomor 1 kematian di dunia. Dalam hasil Riset Kesehatan Daerah (2007) menunjukkan bahwa propinsi DIY masuk dalam 5 besar provinsi dengan kasus hipertensi terbanyak yaitu mencapai 35,8% diatas rata-rata seluruh Indonesia yang mencapai 31,7%. Tujuan: Mengetahui beda rata- rata antara sebelum dan sesudah pemberian inhalasi aromaterapi minyak mawar terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Dusun Ngireng-Ireng, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta, Agustus 2014. Metode: Desain penelitian ini adalah Quasy Eksperiment menggunakan rancangan One Group Pretes-Postest. Jumlah populasi 30 orang dan jumlah sampel 22 orang dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan rumus T-test terikat dengan ? 0,05. Hasil: Didapatkan T hitung > T table atau 10,887 > 8,020 maka maka H0 ditolak H? diterima, yang berarti terdapat perbedaan rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah inhalasi aromaterapi minyak mawar. Kesimpulan: Ada beda rata-rata sebelum dan sesudah pemberian inhalasi aromaterapi minyak mawar terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Dusun Ngireng-Ireng, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta, Agustus 2014.
Persepsi Mahasiswa Keperawatan Terhadap Stigma Orang Dengan Hiv-Aids Di Yogyakarta Febrianti, Santahana; Winandari, Fransisca
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2513

Abstract

Ketidaktahuan tentang mekanisme penularan, over estimasi tentang resiko penularan, dan sikap negative terhadap ODHA yang tidak semestinya berhubungan dengan berkembangnya stigma ODHA di masyarakat. Dengan kata lain, semakin rendah tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS maka semakin besar kemungkinan berkembang stigma di antara mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor persepsi mahasiswa keperawatan terhadap stigma orang dengan HIV-AIDS di Yogyakarta, guna mengetahui stigma yang ditujukan kepada ODHA di masyarakat. Desain penelitian ini adalah kualitatif eksploratif dengan teknik pengambilan sampel systematic random sampling. Partisipan berjumlah 5 mahasiswa keperawatan. Alat ukur dalam penelitian ini adalah in-depth interview yang akan dianalisis secara tematik Hasil penelitian didapatkan empat tema, diantaranya “Stigma ODHA masih ada di masyarakat”, “Stigma dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan”, “Pelayanan kesehatan yang baik meningkatkan kualitas hidup ODHA”, dan “Integritas mahasiswa keperawatan”. Adanya persepsi stigma yang masih ada di masyarakat membuat adanya perhatian yang khusus pada mahasiswa keperawatan untuk dapat menurunkan stigma yang ada di masyarakat pada ODHA.
Persepsi Mahasiswa Keperawatan Terhadap Stigma Orang Dengan Hiv-Aids Di Yogyakarta Febrianti, Santahana; Winandari, Fransisca
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2513

Abstract

Ketidaktahuan tentang mekanisme penularan, over estimasi tentang resiko penularan, dan sikap negative terhadap ODHA yang tidak semestinya berhubungan dengan berkembangnya stigma ODHA di masyarakat. Dengan kata lain, semakin rendah tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS maka semakin besar kemungkinan berkembang stigma di antara mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor persepsi mahasiswa keperawatan terhadap stigma orang dengan HIV-AIDS di Yogyakarta, guna mengetahui stigma yang ditujukan kepada ODHA di masyarakat. Desain penelitian ini adalah kualitatif eksploratif dengan teknik pengambilan sampel systematic random sampling. Partisipan berjumlah 5 mahasiswa keperawatan. Alat ukur dalam penelitian ini adalah in-depth interview yang akan dianalisis secara tematik Hasil penelitian didapatkan empat tema, diantaranya “Stigma ODHA masih ada di masyarakat”, “Stigma dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan”, “Pelayanan kesehatan yang baik meningkatkan kualitas hidup ODHA”, dan “Integritas mahasiswa keperawatan”. Adanya persepsi stigma yang masih ada di masyarakat membuat adanya perhatian yang khusus pada mahasiswa keperawatan untuk dapat menurunkan stigma yang ada di masyarakat pada ODHA.
Hubungan Self Efficacy dengan Kepatuhan Menjalankan Aktivitas Fisik pada Penderita Hipertensi di Masa Pandemi Covid 19 di RW 04 Terban GK V Gondokusuman Yogyakarta Baskara, Made Wahyu Ryan; Winandari, Fransisca; Istiarini, Chatarina Hatri; Pratama, Antonius Yogi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11243

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease, a person is said to have hypertension if the systolic blood pressure measurement results are ≥140 mmHg and the diastolic blood pressure is ≥90 mmHg. Hypertension that is not properly controlled has the potential to cause complications such as stroke, coronary heart disease, and kidney failure and even death. Treatment of hypertension is carried out by pharmacological and non-pharmacological methods, the efforts made are by doing physical activity. Physical activity is recommended at least 150 minutes/week with moderate intensity. Non-compliance in controlling hypertension can occur due to poor self-efficacy. To find out the relationship between self-efficacy and adherence to physical activity in people with hypertension. Correlational research design with cross sectional approach. The population is 42 people and the sample is 42 people. The sampling technique used is total sampling. The results of the chi square test obtained a p-value of 0.024 (<0.05). The contingency coefficient value is 0.329 which means it has a weak close relationship. There is a correlation between self-efficacy and compliance with physical activities in hypertension patients during the Covid-19 pandemic at RW 04 Terban GK V Gondokusuman Yogyakarta in 2023.It is hoped that further researchers can examine the self-motivation of hypertension patients in controlling their disease.  Keywords: Self-Efficacy, Compliance to Physical Activities, Hypertension  ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular, seseorang dikatakan mengalami hipertensi apabila hasil pengukuran tekanan darah sistol ≥140 mmHg dan tekanan darah diastol ≥90 mmHg. Hipertensi yang tidak terkontrol dengan baik berpotensi mengakibatkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal hingga kematian. Penanganan hipertensi dilakukan dengan cara farmakologis dan nonfarmakologis, upaya yang dilakukan yaitu dengan melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik dianjurkan minimal 150 menit/minggu dengan intensitas sedang. Ketidakpatuhan dalam melakukan pengontrolan hipertensi dapat terjadi akibat buruknya efikasi diri.  Untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kepatuhan menjalankan aktivitas fisik pada penderita hipertensi. Desain penelitian korelasional pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 42 orang dan sampel 42 orang. Teknik sampling yang digunakan total sampling. Hasil uji chi square didapatkan p-value sebesar 0.024 (<0.05). Nilai contingency coefficient yaitu sebesar 0.329 yang bermakna memiliki keeratan hubungan lemah. Terdapat hubungan self efficacy dengan kepatuhan menjalankan aktivitas fisik pada penderita hipertensi di masa pandemi covid 19 di RW 04 Terban GK V Gondokusuman Yogyakarta Tahun 2023. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti terkait motivasi diri pasien hipertensi dalam melakukan pengontrolan penyakitnya. Kata Kunci: Self Efficacy, Kepatuhan, Aktivitas Fisik, Hipertensi