Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Pengelolaan Emosi Diri dalam Pertumbuhan Anak-Anak Usia Dini Melalui Kegiatan TPQ Al Barokah dan Bimbingan Belajar Pangestuti, Ciptandi Dwi; Utami, Pangestika Rizki
Solidaritas: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2022): Solidaritas: Jurnal Pengabdian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/sjp.v2i2.5316

Abstract

Kecerdasan sebuah pengelolaan emosi sangat  di butuhkan dalam dunia anak-anak, karena  emosi diri merupakan bagian dari sebuah kematangan perkembang tumbuhan anak yang sangat di perlukan, karena anak-anak akan menjadi generasi berikutnya yang harus kita jaga baik dalam pola berfikir, tingkah laku, dan dalam pengelolaan emosi.  dalam sistem pendidikan yang di lakukan dengan melakukan kegiatan TPQ (keagamaan) dan bimbel(umum), untuk memberikan pendidikan yang lengkap dan seimbang agar terbentuk jiwa emosi yang stabil. Sebelum kegiatan ini di lakukan kegiatan TPQ dan bimbel di liburkan, sehingga kegiatan anak-anak dalam mendapatkan pendidikan agama tertunda, dan sekarang berjalan dengan  baik yang di ikuti oleh anak-anak meski terbatas. Berdasarkan hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa Dalam kegiatan TPQ dan bimbel ini telah memaksimalkan yang di lakukan, untuk memberikan kegiatan pembelajaran kepada anak-anak di desa Bancarkembar, yang efektif dan tergeraknya kegiatan yang di selenggarakan dalam mengatur, memantau dan mengarahkan anak-anak untuk bisa mengelolah emosi dan tingkah laku yang di perankan oleh orang tua dan guru di sekitar agar stabil dalam kehidupannya yang bisa memberikan gambaran keseluruhan kehidupan.
Sensitivitas Gender dalam Putusan Hakim Perkara Pembagian Harta Bersama di Pengadilan Agama Purwokerto dan Banyumas Utami, Pangestika Rizki
RIO LAW JURNAL Vol 5, No 2 (2024): Vol.5 No. 2 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/rlj.v5i2.1380

Abstract

The discussion about gender is interesting to discuss, because later it will refer to two divisions namely; gender sensitivity or gender bias. This study tries to explore and analyze gender sensitivity through several decisions of religious court judges whether in legal considerations the judges are gender sensitive or gender biased, and in this study researchers seek to find out the implementation of PERMA Number 3 of 2017 in implementation at the Purwokerto and Banyumas Religious Courts through interviews with the judge examining the case, especially in cases of distribution of joint assets. In the decisions of the Purwokerto and Banyumas Religious Courts which will become the object of research, through a study of decisions in the legal considerations of the judges of each court and how the implementation of PERMA number 3 of 2017. This research uses empirical normative research methods through a qualitative juridical approach where researchers conceptualize law as a normative system, namely through library research (library reasearch) using additional data in the form of direct interviews with research respondents. Based on legal considerations, several decisions of the Purwokerto Religious Court were in accordance with existing regulations and the case examining judge was gender sensitive, but in several cases the division of assets with the woman who filed the lawsuit was a housewife. Whereas in the decision of the Banyumas Religious Court based on the judge's legal considerations there was a decision that the judge in deciding to consider the distribution of joint assets based on sharing during marriage by proving it in the Decision which stated that women are entitled to more than half of the distribution of joint assets this is based on the Jurisprudence of Cassation Decision Number 266K /AG/2010 which deviates from the provisions of Article 97 KHI as a formal legal principle, but judges as law makers (judge made law) must be more observant in seeing the basics of justice in accordance with the principle of justice and the principle of proportional balance.