Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EFEKTIFITAS PEMBERIAN EKSTRAK JAHE TERHADAP INTENSITAS DISMENORE PADA MAHASISWI AKADEMI KEBIDANAN SAKINAH PASURUAN Rahayu, Kurnia Dini; Nujulah, Lailatul
EMBRIO Vol 10 No 2 (2018): EMBRIO (NOVEMBER 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.505 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no2.a1642

Abstract

Dismenore merupakan nyeri haid yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas hidup. Dismenore pada remaja putri jika tidak segera diatasi akan berakibat mengganggu kegiatan sehari hari seperti absen dari sekolah sehingga terganggunya proses belajar. Kandungan oleoresin dalam jahe merah merupakan anti inflamasi dan analgetik yang dapat mengurangi intensitas dismenore dengan cara menghambat prostaglandin. Penelitian ini adalah penelitian quasy eksperimental dengan desain penelitian one-group pretest-postest. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar penilaian skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan ekstrak jahe merah. Sampel penelitian ini adalah mahasiswi Akademi Kebidanan Sakinah Pasuruan yang mengalami dismenore yaitu sebanyak 33 mahasisiwi. Dismenore diukur menggunakan skala numerik dengan skala 0-10. Data penelitian diuji menggunakan uji statistik t-test Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas nyeri sebelum intervensi hampir seluruh responden dengan nyeri berat dan sesudah intervensi hampir seluruhnya dengan nyeri sedang. Hasil analisa didapatkan ada perbedaan antara intensitas nyeri sebelum intervensi dengan sesudah intervensi (p value 0,000). Pemberian ekstrak jahe merah 250 mg diminum selama tiga hari sebelum haid dan hari pertama haid, efektif dapat menurunkan dismenore. Dengan demikian ekstrak jahe merah dapat menjadi salah satu alternatif pengobatan non farmakologi dalam penanganan nyeri dismenore.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN EKSTRAK JAHE TERHADAP INTENSITAS DISMENORE PADA MAHASISWI AKADEMI KEBIDANAN SAKINAH PASURUAN Kurnia Dini Rahayu; Lailatul Nujulah
EMBRIO Vol 10 No 2 (2018): EMBRIO (NOVEMBER 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.505 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no2.a1642

Abstract

Dismenore merupakan nyeri haid yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas hidup. Dismenore pada remaja putri jika tidak segera diatasi akan berakibat mengganggu kegiatan sehari hari seperti absen dari sekolah sehingga terganggunya proses belajar. Kandungan oleoresin dalam jahe merah merupakan anti inflamasi dan analgetik yang dapat mengurangi intensitas dismenore dengan cara menghambat prostaglandin. Penelitian ini adalah penelitian quasy eksperimental dengan desain penelitian one-group pretest-postest. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar penilaian skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan ekstrak jahe merah. Sampel penelitian ini adalah mahasiswi Akademi Kebidanan Sakinah Pasuruan yang mengalami dismenore yaitu sebanyak 33 mahasisiwi. Dismenore diukur menggunakan skala numerik dengan skala 0-10. Data penelitian diuji menggunakan uji statistik t-test Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas nyeri sebelum intervensi hampir seluruh responden dengan nyeri berat dan sesudah intervensi hampir seluruhnya dengan nyeri sedang. Hasil analisa didapatkan ada perbedaan antara intensitas nyeri sebelum intervensi dengan sesudah intervensi (p value 0,000). Pemberian ekstrak jahe merah 250 mg diminum selama tiga hari sebelum haid dan hari pertama haid, efektif dapat menurunkan dismenore. Dengan demikian ekstrak jahe merah dapat menjadi salah satu alternatif pengobatan non farmakologi dalam penanganan nyeri dismenore.
PENGARUH PEMBERIAN CREAM BINAHONG TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM Zakiyah Zakiyah; Kurnia Dini
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): Volume 1, Nomor 1, Juni 2022
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v1i1.189

Abstract

Salah satu perubahan yang terjadi pada ibu nifas yaitu adanya laserasi atau ruptur perineum. Laserasi perineum yang terjadi berpotensi memicu terjadinya komplikasi yang diakibatkan penyembuhan luka yang terlambat bahkan terjadi infeksi. Dampak yang terjadi apabila penyembuhan luka terhambat seperti kesakitan dan rasa takut untuk bergerak, sehingga dapat menimbulkan banyak permasalahan. Fakta dilapangan masih sering ditemukan ibu postpartum yang masih mengalami pemanjangan waktu penyembuhan luka perineum karena kurang pahamnya ibu postpartum mengenai metode perawatan luka yang baik. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre post control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum dengan luka perineum di PMB Efit Riawati Kabupaten Pasuruan selama bulan Februari 2021 – April 2021 sebanyak 30 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Selanjutnya responden dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemberian intervensi cream binahong. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah percepatan penyembuhan luka perineum. Guna mengetahui pengaruh pemberian cream binahong terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum di PMB Efit Riawati Kabupaten Pasuruan digunakan uji mann whitney. Dari hasil uji Mann-whitney dengan signifikasi α (0,05) didapatkan nilai Asymp Sig (2-tailed) sebesar 0,044. Karena nilai Asymp Sig (2-tailed) sebesar 0,044 < α (0,05) maka hipotesis penelitian diterima yang berarti ada pengaruh pemberian cream binahong terhadap percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum di PMB Efit Riawati Kabupaten Pasuruan. Flavonoid dari ekstrak daun binahong memiliki aktivitas farmakologi sebagai antiinflamasi, analgesik, dan antioksidan sehingga menjadikan binahong dapat dimanfaatkan sebagai salah satu terapi komplementer dalam melakukan perawatan luka perineum pada ibu post partum
HUBUNGAN AKTIF BIRTH TERHADAP PROSES PERSALINAN KALA I PADA PRIMIGRAVIDA Kurnia Dini Rahayu; Kurnia Indriyanti Purnama Sari
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): Volume 1, Nomor 2, Agustus 2022
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan 37-42 minggu lahir spontan tanpa komplikasi baik ibu maupun janin, disusul degan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu. Aktif birth merupakan proses persalinan di mana ibu dianjurkan sebagai partisipan aktif,membiarkan ibu mencari posisi yang membuatnya nyaman, mengurangi rasa sakit dan membantu proses dilatasi serviks. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis hubungan aktif birth terhadap proses persalinan kala I pada primigravida. Subjek dan Metode : Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Di dalam desain ini observasi dari data variabel independen dan dependen hanya dilakukan pada saat itu. Teknik pengambilan sampelnya secara nonprobability sampling dengan tipe consesutive sampling yaitu pengambilan sample yang dilakukan dengan memilih sample yang memenuhi kriteria, dalam hal ini adalah ibu bersalin normal, primigravida sebanyak 30 orang. Hasil : Sample berjumlah 30 responden yang didapatkan dengan consecutive sampling. Hasil uji statsitik chi square dari Asymp Sig (2-sided)=0,022 dan p value=0,022 <0,05. Sehngga H0 ditolah dan H1 diterima yang berarti bahwa ada hubungan aktif birth terhadap proses persalinan kala I pada primigravida di TPMB NY. SW Pohgedang Pasrepan Kabupaten Pasuruan. Kesimpulan : Hendaknya aktif birth dilakukan oleh semua ibu bersalin agar ibu bersalin melewati proses persalinan kala I dalam waktu tidak labih dari 12 jam atau melewati garis waspada
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA ASI EKSKLUSIF, PEMERIAN MAKANAN YAG BERGIZI SEIMBANG UNTUK BAYI BALITA DAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT DI DESA LUMBANG KABUPATEN PASURUAN Kurnia Dini Rahayu
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 8 No 01 (2024): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v8.i01.a8896

Abstract

Tingkat pendidikan ibu, pengetahuan ibu tentang nutrisi, pendapatan keluarga, pemberian ASI eksklusif atau pemberian makanan tambahan, kecukupan gizi, dan faktor genetik adalah beberapa faktor yang memengaruhi stunting. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), salah satu cara untuk mencegah stunting adalah melalui intervensi dan pelayanan berbasis masyarakat yang meningkatkan kesehatan ibu, bayi baru lahir, dan anak-anak. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan  di Desa Lumbang Kabupaten Pasuruan pada bulan Agustus 2023. Hasil observasi menunjukkan bahwa dari 100 KK yang diteliti, didapatkan 10 ibu dari 32 ibu nifas menyusui kurang dari 6 bulan. Dari 46 balita, 15 balita mengalami BGM karena ibu tidak tahu tentang ASI eksklusif dan pemberian makanan tambahan, terdapat 98 KK yang membuang sampah dengan cara dibakar dikarenakan kurangnya pengetahuan warga mengenai perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Berdasarkan hasil temuan maka dilakukan penyuluhan tentang ASI Eksklusif,  dan PHBS serta melakukan kolaborasi dengan ahli gizi Puskesmas mengenai menu dan pemberian MPASI. Setelah dilakukan intervensi didapatkan peningkatan pengetahuan warga, hal ini terlihat dairi peningkatan jumlah peserta yang memiliki nilai post test >70, serta tersusunlah menu pemberian makanan tambahan sehari hari yang bisa dijadikan bahan acuan ibu balita. Dengan demikian maka penyuluhan dapat terus dilakukan karena terbukti penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan seseorang tentang kesehatan  
Effectiveness Of Ginger Transdermal Patch (Koyo Jahe) On Reducing The Intensity Of Labor Pain In Pregnant Women During The First Active Phase At TPMB K.B Pasuruan Kurnia Dini Rahayu; Lailatul Nujulah; Rossalia Putri
Wahana Vol 76 No 2 (2024): Wahana Tridarma Perguruan Tinggi
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v76i2.9743

Abstract

One consequence of labor is pain, which can increase blood pressure, fetal heart rate, and maternal concentration. Mothers who are about to give birth can experience pain and discomfort due to uterine contractions, which begin the labor process. In most cases, pregnant women will experience pain during the labor process. Handling and monitoring labor pain during labor is very important because it determines whether pregnant women can go into labornormally or through medical procedures. Nonpharmacological methods can help reduce pain during labor. The purpose of this study is to determine the effectiveness of ginger transdermal patch (koyo ginger) to reduce the intensity of labor pain in pregnant women during the first active phase at TPMB Mrs. K.B Pasuruan. This study uses the quantitative method of Quasy Experiment, with the design of one group pretest-posttest. Koyo ginger is attached to the area of the mother's body that is in pain. Before and after 20-30 minutes of gluing, the intensity of pain is measured. The respondents of this study are mothers in the active labor phase. The analysis test uses the Wilcoxon test. The results of the analysis showed that there was a difference in the intensity of labor pain in pregnant women during the first active phase before and after the administration of koyo ginger decreased, with a sig value of 0.000 < 0.05. Most women who are about to give birth need labor pain treatment, both pharmacological and non-pharmacological treatment. Ginger is one of the nonpharmacological methods to reduce labor pain. The content in ginger can interact with pain receptors, helping relaxation, so that the mother feels more relaxed and comfortable during the delivery process