Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAMBARAN LOKASI DAN TINGKAT NYERI MUSKULOSKELETAL PADA PERAWAT RAWAT INAP RUMAH SAKIT Muin, Muhammad; Hartati, Elis; Rofi'i, Muhamad; Wijaya, Arif; Mudrikah, Mudrikah; Apriyanto, Nanang; Wicaksono, Unggul W.; Yuwanti, Yuwanti; Arifin, Zainal
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 7 No 2 (2020): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v7i2.1061

Abstract

Rumah sakit adalah tempat kerja yang tidak terbebas dari bahaya bagi pekerja di dalamnya, terutama perawat. Bahaya kerja yang tidak dikenali, diantisipasi dan dilakukan upaya untuk mengendalikannya dapat menyebabkan penyakit dan cidera. Masalah kesehatan yang banyak dikeluhkan oleh perawat diantaranya adalah nyeri muskuloskeletal. Faktor karakteristik pribadi, kondisi kesehatan maupun perilaku dan lingkungan kerja dapat mempengaruhi terjadinya nyeri muskuloskeletal pada perawat. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran lokasi dan tingkat nyeri muskuloskeletal pada perawat di ruang rawat inap RS. Metode penelitian dengan kuantitatif deskriptif, pengambilan data menggunakan kuesioner Nordic Body Map. Populasi penelitian adalah perawat ruang rawat inap RS Nasional Diponegoro Semarang, sampel diambil dengan teknik purposive sampling berjumlah 41 perawat. Data univariat dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan 34 (82,9%) perawat merasakan nyeri pada salah satu bagian tubuh, dimana leher atas merupakan bagian tubuh yang paling banyak mengalami nyeri dengan kategori agak sakit mencapai 16 (39%) perawat, sedangkan nyeri kategori sakit paling banyak pada leher atas dan pinggang mencapai 5 (12,2%) perawat. Diharapkan perawat dan RS melakukan upaya untuk mencegah dan menangani nyeri muskuloskeletal yang terjadi pada perawat agar kesehatan dan produktivitas kerja mereka dapat dipertahankan.
Tingkat Kemandirian Pasien Dengan Gangguan Mobilitas Fisik Dengan Berbagai Macam Penyakit Lisdiana, Renna; Rofi'i, Muhamad
Holistic Nursing and Health Science Vol 7, No 1 (2024): June
Publisher : Master of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hnhs.7.1.2024.16-29

Abstract

In Indonesia, 22.5 million people experience disabilities with the highest incidence occurring in those aged 60 years and over (elderly). Meanwhile, the most common impairment or limitation of function experienced by persons with disabilities in Indonesia is impaired walking (immobility). This mobility impairment can affect a person's independence in fulfilling their daily activities.This study aims to determine the level of independence of activity of daily living (ADL) in patients who experience impaired physical mobility. This research is quantitative research with a descriptive survey design. The sampling technique used purposive sampling technique with a total sample of 102 patients who experienced impaired physical mobility aged ≥ 60 years and domiciled in the Sukra Health Center work area. Measurement of ADL independence using the Katz Index questionnaire, which has been back translated and tested for construct validity with a calculated r value of 0.580-0.740 > r table 0.361 which means it is valid. Data were analyzed univariately and cross-tabulated. The results showed that the majority of patients with impaired physical mobility experienced total dependence in performing ADL (23.5%). Total dependence was more experienced by patients aged > 90 years (24.7%), female (26.1%), suffered a stroke (42.6%), lived with family (27.1%), usually assisted by other people (nurses/neighbors/helpers) (50%), and had been hospitalized less than 1 year ago (35%). Patients with impaired physical mobility are expected to be able to fulfill all activities daily living either independently or with the help of others.
Implementasi SMOTE dan GrideSearchCV untuk Klasifikasi Sentimen Imbalanced pada Isu Reshuffle Kabinet Rofi'i, Muhamad; Vikri, Muhammad Jauhar; Rohmah, Roihatur
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 8, No 1 (2026): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v8i1.305

Abstract

AbstractSocial media has become a rapid barometer of public response to national issues. On X (Twitter), users not only share information but also shape opinions, criticism, and support toward political events. Sentiment analysis is therefore essential for capturing public perceptions explicitly and tracing the dynamics of policy acceptance in digital spaces. This study evaluates the effectiveness of SMOTE and GridSearchCV in improving machine learning performance for imbalanced sentiment classification. It is an applied quantitative study with a comparative computational experimental design. The dataset comprises 6,115 Indonesian-language tweets about a cabinet reshuffle, with (83.5%) negative and 16.5% positive sentiment. Data are preprocessed, labeled using a lexicon-based dictionary, vectorized with TF-IDF, and split into training and test sets. Logistic Regression, Naïve Bayes, SVM, and Random Forest are compared under three scenarios: baseline (no SMOTE), SMOTE, and SMOTE with GridSearchCV for hyperparameter search. Macro F1 is the primary metric, supported by a confusion matrix for per-class evaluation, ensuring minority-class performance is not obscured by high aggregate accuracy. Results show the baseline achieves high accuracy (86.02–89.13%) but low positive recall (21.29–42.57%) and macro F1 (62.83–75.09%), indicating majority-class bias. With SMOTE, positive recall rises (58.42–66.34%) and macro F1 improves (71.50–79.11%) while accuracy remains relatively stable (81.77–88.39%). The best model is Logistic Regression with (88.23%) accuracy, (78.90%) macro F1, and (65.84%) positive recall. In conclusion, SMOTE reduces majority-class bias, GridSearchCV stabilizes performance gains, and macro F1 proves more representative than accuracy for imbalanced sentiment data. AbstrakMedia sosial kini menjadi barometer cepat respon publik terhadap isu nasional. Melalui X/Twitter, masyarakat bukan hanya berbagi informasi, tetapi juga membentuk opini, kritik, dan dukungan atas peristiwa politik. Karena itu, analisis sentimen penting untuk menangkap persepsi publik secara eksplisit dan membaca dinamika penerimaan kebijakan di ruang digital. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas SMOTE dan GridSearchCV dalam meningkatkan kinerja algoritma machine learning pada klasifikasi sentimen yang tidak seimbang. Studi ini menggunakan metode kuantitatif terapan dengan desain eksperimen komputasional komparatif. Dataset penelitian 6.115 tweet berbahasa Indonesia bertopik reshuffle kabinet dengan distribusi 83,5% negatif dan 16,5% positif. Data dipra-pemrosesan, dilabeli memakai kamus lexicon-based, direpresentasikan dengan TF–IDF, lalu dipisah menjadi data latih dan uji. Klasifikasi diterapkan menggunakan Logistic Regression, Naïve Bayes, SVM, dan Random Forest pada tiga skenario: baseline tanpa SMOTE, SMOTE dengan baseline, serta SMOTE+GridSearchCV untuk pencarian hyperparameter. Macro F1 ditetapkan sebagai metrik utama, didukung confusion matrix untuk evaluasi per kelas. Hasil menunjukkan baseline memberi akurasi tinggi (86,02–89,13%), tetapi recall positif rendah (21,29–42,57%) dan macro F1 (62,83–75,09%), menandakan bias kelas mayoritas. SMOTE meningkatkan recall positif (58,42–66,34%) dan macro F1 (71,50–79,11%) dengan akurasi relatif stabil (81,77–88,39%). Kinerja terbaik dicapai Logistic Regression dengan akurasi (88,23%), macro F1 (78,90%), dan recall positif (65,84%). Simpulan penelitian menunjukkan SMOTE efektif menekan bias kelas mayoritas dan GridSearchCV menstabilkan peningkatan kinerja. Macro F1 terbukti lebih representatif daripada akurasi untuk data sentimen timpang, sehingga pendekatan ini layak diterapkan pada kasus klasifikasi teks tidak seimbang lainnya.