Aziza, Yulanticha Diaz Ahwalia
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SURVEI TINGKAT ANSIETAS ORANG TUA YANG MERAWAT ANAK PENGIDAP KANKER DI INDONESIA Aziza, Yulanticha Diaz Ahwalia
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v1i1.18-26

Abstract

Memiliki anak yang terdiagnosa kanker merupakan kondisi yang menimbulkan ketegangan psikologis dan fisik bagi orang tua. Pengobatan dalam jangka waktu lama dan ketidakpastian kondisi anak membuat orang tua sering merasa dalam kondisi cemas dan tertekan. Masalah ini seringkali terabaikan oleh tenaga kesehatan, karena lebih berfokus pada penyembuhan pasien. Padahal orang tua memegang peranan penting dalam perawatan anak dengan kanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tingkat ansietas pada orang tua yang merawat anak dengan kanker di Indonesia Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional pada 100 orang tua yang memiliki anak dengan diagnose kanker yang dirawat di dua rumah sakit rujukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk pengambilan data penelitian ini menggunakan kuesioner Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) versi Indonesia dan kuesioner data demografi orang tua serta catatan medis pasien. Hasil penelitian dari 100 orang responden yang disurvei terdapat 49% yang mengalami gejala ansietas, 17% masih pada tahap borderline, dan 34% tidak terdapat gejala ansietas. Ansietas berhubungan dengan munculnya gejala depresi (p<.001, r=.655). Orang tua yang berpenghasilan tidak stabil lebih berpeluang mengalami ansietas dibandingkan dengan yang berpenghasilan tetap. Ansietas merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami oleh orang tua yang memiliki anak dengan diagnose kanker. Ansietas harus segera ditangani oleh tenaga kesehatan untuk mencegah masalah psikologis lebih lanjut. Konseling dan pemberian edukasi merupakan salah satu upaya untuk menurunkan tingkat ansietas pada orang tua.Kata kunci: anak, ansietas, kanker, orang tua        ABSTRACT Parents of children with cancer often endured psychological and physical problems. Long term treatment and unstable condition of their child creates anxiety and distress for parents. This problem usually neglected by health care providers, due to their concern is on the condition of the child. Otherwise, parent’s role is very important in children cancer care. The aim of this study was to explore the presence of anxiety among parents of children with cancer. This research was a cross sectional study, involving 100 parents of children with cancer in two public hospital in East Java and Central Java. To collect the data, we used Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) Questionnaire, demographic questionnaire, and children clinical status. Among 100 participants, 49% experienced signs of anxiety, 17% was borderline, and the rest 34% have no signs of anxiety. Anxiety was highly correlation with depression (p<.001, r=.655). Parents with unstable economic condition has higher level of anxiety. Anxiety is a psychological problem among parents of children with cancer. Health care providers should give an attention to parents with anxiety to prevent further psychological problems. Counselling and parental education should be implemented to reduce the level of anxiety.Keyword: anxiety, cancer, children, parent
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MAKAN ANAK DENGAN PERILAKU ORANG TUA DALAM PEMBERIAN MAKAN PADA TODDLER (Relationship Between Children's Eating Behavior Behavior With Parents In Feeding On Toddler) Aziza, Yulanticha Diaz Ahwalia
Journals of Ners Community Vol 8 No 2 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v8i2.431

Abstract

Usia toddler merupakan masa ketika anak belum mampu mandiri sepenuhnya untuk makan. Toddler bersifat sangat pemilih dan bahkan susah untuk makan, hal ini biasanya ditanggapi orang tua dengan mengikuti kemauan anaknya.  Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku makan anak, perilaku orang tua dalam pemberian makan pada anak toddler, dan hubungan antar keduanya.Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 85 responden yang merupakan orang tua dengan anak usia 1–3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Depok III Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan kuesioner perilaku makan anak dan kuesioner perilaku orang tua dalam pemberian makan pada anak. Teknik analisis statistik yang dipergunakan adalah korelasi Pearson product moment.Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku makan anak dengan perilaku orang tua dalam pemberian makan pada toddler (r=0.037; p=0.227). Perilaku makan anak yang dominan adalah desire to drink dan food responsiveness. Secara umum perilaku pemberian makan orang tua menunjukkan hasil yang cukup bagus.Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku makan anak dengan perilaku orang tua dalam pemberian makan pada toddler. Sehingga orang tua harus mengendalikan pola makan anak sehingga nutrisi yang masuk ke tubuh anak adekuat.Toddler memasuki tahap perkembangan dengan ciri khas memilih milih dalam makan. Peran orang tua dibutuhkan dalam menyediakan makanan yang bernutrisi sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak. Orang tua diharapkan untuk tidak secara permisif menuruti kemauan anak namun juga tidak memaksa anak untuk mengonsumsi makanan tertentu.  Kata kunci: perilaku makan anak, perilaku orang tua, pemberian makan pada anak, toddlerDOI : 10.5281/zenodo.1401030
BERMAIN GAME EDUKASI ISLAMI DAPAT MENURUNKAN KECEMASAN ANAK USIA 6-12 TAHUN PADA WAKTU SIRKUMSISI Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Gustomi, Mono Pratiko; Wahyuni, Diah Sri; Aziza, Yulanticha Diaz Ahwalia
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1015

Abstract

Sirkumsisi ialah prosedur yang cenderung menakutkan bagi anak-anak dan sebagian besar masyarakat menganggap tindakan sirkumsisi merupakan tindakan yang biasa saja tanpa memperhatikan aspek psikologi anak, sehingga anak menangis, memberontak dan menolak untuk melanjutkan proses sirkumsisi dan menyebabkan anak menjadi cemas ketika akan di sirkumsisi, beberapa metode digunakan untuk membantu menurunkan kecemasan, salah satunya adalah terapi bermain game edukasi islami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain game edukasi islami pada tingkat kecemasan anak yang akan menjalani sirkumsisi.Desain penelitian ini menggunakan Pra Eksperimental, One Group Pretest-Posttest. Metode sampling menggunakan Total sampling. Sampel diambil sebanyak 25 responden. Penelitian dilakukan di Klinik AG Wound Care Gresik dan di rumah 19 responden. Instrumen yang digunakan gadget dan kuesioner STAIC. Variabel independen yaitu terapi bermain game edukasi islami. Variabel dependen yaitu tingkat kecemasan.Pada penelitian ini mayoritas menggunakan metode sirkumsisi smartclamp (76%). Hasil kecemasan sebelum intervensi kecemasan sedang (72%), setelah intervensi kecemasan ringan (56%). Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai signifikansi (r = 0.000, Z= - 4.375) artinya H1 diterima, sehingga ada pengaruh terapi bermain game edukasi islami terhadap tingkat kecemasan sirkumsisi pada anak usia 6-12 Tahun.Penelitian ini diharapkan dapat menjadikan terapi bermain game edukasi islami sebagai intervensi dalam mengurangi kecemasan akibat sirkumsisi pada anak usia 6-12 tahun.Kata Kunci: Anak, Game Edukasi Islami, Kecemasan, Sirkumsisi, Terapi BermainDOI: 10.5281/zenodo.4739798
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MAKAN ANAK DENGAN PERILAKU ORANG TUA DALAM PEMBERIAN MAKAN PADA TODDLER (Relationship Between Children's Eating Behavior Behavior With Parents In Feeding On Toddler) Aziza, Yulanticha Diaz Ahwalia
Journals of Ners Community Vol 8 No 2 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v8i2.431

Abstract

Usia toddler merupakan masa ketika anak belum mampu mandiri sepenuhnya untuk makan. Toddler bersifat sangat pemilih dan bahkan susah untuk makan, hal ini biasanya ditanggapi orang tua dengan mengikuti kemauan anaknya.  Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku makan anak, perilaku orang tua dalam pemberian makan pada anak toddler, dan hubungan antar keduanya.Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 85 responden yang merupakan orang tua dengan anak usia 1–3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Depok III Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan kuesioner perilaku makan anak dan kuesioner perilaku orang tua dalam pemberian makan pada anak. Teknik analisis statistik yang dipergunakan adalah korelasi Pearson product moment.Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku makan anak dengan perilaku orang tua dalam pemberian makan pada toddler (r=0.037; p=0.227). Perilaku makan anak yang dominan adalah desire to drink dan food responsiveness. Secara umum perilaku pemberian makan orang tua menunjukkan hasil yang cukup bagus.Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku makan anak dengan perilaku orang tua dalam pemberian makan pada toddler. Sehingga orang tua harus mengendalikan pola makan anak sehingga nutrisi yang masuk ke tubuh anak adekuat.Toddler memasuki tahap perkembangan dengan ciri khas memilih milih dalam makan. Peran orang tua dibutuhkan dalam menyediakan makanan yang bernutrisi sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak. Orang tua diharapkan untuk tidak secara permisif menuruti kemauan anak namun juga tidak memaksa anak untuk mengonsumsi makanan tertentu.  Kata kunci: perilaku makan anak, perilaku orang tua, pemberian makan pada anak, toddlerDOI : 10.5281/zenodo.1401030
BERMAIN GAME EDUKASI ISLAMI DAPAT MENURUNKAN KECEMASAN ANAK USIA 6-12 TAHUN PADA WAKTU SIRKUMSISI Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Gustomi, Mono Pratiko; Wahyuni, Diah Sri; Aziza, Yulanticha Diaz Ahwalia
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1015

Abstract

Sirkumsisi ialah prosedur yang cenderung menakutkan bagi anak-anak dan sebagian besar masyarakat menganggap tindakan sirkumsisi merupakan tindakan yang biasa saja tanpa memperhatikan aspek psikologi anak, sehingga anak menangis, memberontak dan menolak untuk melanjutkan proses sirkumsisi dan menyebabkan anak menjadi cemas ketika akan di sirkumsisi, beberapa metode digunakan untuk membantu menurunkan kecemasan, salah satunya adalah terapi bermain game edukasi islami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain game edukasi islami pada tingkat kecemasan anak yang akan menjalani sirkumsisi.Desain penelitian ini menggunakan Pra Eksperimental, One Group Pretest-Posttest. Metode sampling menggunakan Total sampling. Sampel diambil sebanyak 25 responden. Penelitian dilakukan di Klinik AG Wound Care Gresik dan di rumah 19 responden. Instrumen yang digunakan gadget dan kuesioner STAIC. Variabel independen yaitu terapi bermain game edukasi islami. Variabel dependen yaitu tingkat kecemasan.Pada penelitian ini mayoritas menggunakan metode sirkumsisi smartclamp (76%). Hasil kecemasan sebelum intervensi kecemasan sedang (72%), setelah intervensi kecemasan ringan (56%). Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai signifikansi (r = 0.000, Z= - 4.375) artinya H1 diterima, sehingga ada pengaruh terapi bermain game edukasi islami terhadap tingkat kecemasan sirkumsisi pada anak usia 6-12 Tahun.Penelitian ini diharapkan dapat menjadikan terapi bermain game edukasi islami sebagai intervensi dalam mengurangi kecemasan akibat sirkumsisi pada anak usia 6-12 tahun.Kata Kunci: Anak, Game Edukasi Islami, Kecemasan, Sirkumsisi, Terapi BermainDOI: 10.5281/zenodo.4739798