Rahayuningrum, Lina Madyastuti
Unknown Affiliation

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENOPAUSE MENURUNKAN KECEMASAN WANITA MENJELANG MENOPAUSE Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Purwati, Dwi Henny
Journals of Ners Community Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v3i2.8

Abstract

ABSTRAK Wanita usia tua akan tiba pada periode menopause. Fakta perempuan yang mendekati periode ini akan mengalami kecemasan. Salah satu tindakan untuk mengurangi kecemasan pada wanita yang mengalami masa menopause adalah pendidikan kesehatan tentang menopause. Tindakan pendidikan kesehatan hampir tidak pernah dilakukan di Dusun Ngabetan, Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan pengaruh pendidikan kesehatan tentang menopause terhadap tingkat kecemasan perempuan yang mengalami masa menopause.Penelitian dilakukan pada satu kelompok pra test-post test. Variabel independen yang diamati adalah pendidikan kesehatan tentang menopause dan variabel dependen adalah tingkat kecemasan wanita yang mendapatkan menopause. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, populasi adalah 45 responden, sedangkan sampel adalah 40 responden dan dianalisis dengan program statistik Wilcoxon Sign Rank Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perempuan yang mendapatkan menopause akan mengalami kecemasan karena belum siap menghadapi menopause dan kurang informasi mengenai menopause. Perempuan yang mendapatkan pendidikan kesehatan tentang menopause, sebagian besar kecemasan mereka hilang. Analisis statistik dengan Wilcoxon Sign Rank Test menunjukkan hasil α = 0,000.Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek dari pendidikan kesehatan tentang menopause terhadap tingkat kecemasan wanita yang mendapatkan waktu menopause, karena itu pendidikan kesehatan tentang menopause harus dilakukan untuk mengurangi tingkat kecemasan, terutama di Dusun Ngabetan, Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Kata kunci: Pre Menopause, Pendidikan Kesehatan, Tingkat Kecemasan. ABSTRACT Woman an old age will arrive at menopause period. As a mater of fact approaching this period generate woman anxiety. One of the actions to reduce the anxiety is providing to the woman who get menopause time health education concerning menopause. Unfortunately the actions are hardly ever conducted in the Ngabetan Orchard, Ngabetan Village, Cerme Distric, Gresik Regency. The purpose of research is to discover effect health education concerning menopause toward the anxiety level of the woman who get menopause time.The research conducted a one group pra test-post test design. Observed independent variable is health education concerning menopause and dependent variable is anxiety level of the woman who get menopause time. Using a purposive sampling, the population was 45 womans, while the sample was 40 respondens and was analyzed with Wilcoxon Sign Rank Test statistical program.The result of the research shows that most of the woments who get menopause time will undergo anxiety because not yet ready to face menopause and lack of information concerning menopause. Obtaining health education concerning menopause, most of the women lose their anxiety. A statistical analysis with Wilcoxon Sign Rank Test are α=0.000.It can be concluded that is an effect of health education concerning menopause toward anxiety level of the woman who get menopause time, therefore health education concerning menopause must be conducted ti reduce anxiety level, especially in the Ngabetan Orchard, Ngabetan Village, Cerme Distric, Gresik Regency and to be acknowledged as a regular procedure. Keywords: Pre Menopause, Health Education, Anxiety Level.
PERILAKU ANAK DALAM KEBERSIHAN GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH Kurnia, Desak Made; Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Twistiandayani, Retno
Journals of Ners Community Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i1.22

Abstract

ABSTRAK Karies gigi dapat menyerang seluruh masyarakat dan penyakit gigi yang paling banyak diderita oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Penyebab karies gigi adalah interaksi berbagai faktor. Termasuk faktor perilaku dalam menjaga kebersihan mulut, faktor makanan, atau kebiasaan makan dan faktor ketahanan dan kekuatan gigi. Hal ini didasarkan pada kurangnya pengetahuan tentang pentingnya menjaga kebersihan mulut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan perilaku anak dalam menjaga kebersihan gigi dengan kejadian karies gigi pada anak-anak usia sekolah di MI Asmaiyah Gresik.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah siswa sekolah yang mengalami MI Asmaiyah Gresik sebanyak 112 anak. Sampel yang digunakan untuk sebanyak 87 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling.Uji statistik menggunakan oleh α chi square <0,05. Menunjukkan anak usia sekolah memiliki pengetahuan dalam menjaga kesehatan gigi α = 0,001. Sikap anak usia sekolah dalam menjaga kebersihan gigi α = 0,002. Dan tindakan anak usia sekolah dalam menjaga kesehatan gigi = 0.000.Hasil di atas terdapat hubungan dalam menjaga kebersihan perilaku anak mereka dengan kejadian karies gigi pada anak-anak usia sekolah. Diharapkan bahwa orang tua dan guru dapat memberikan motivasi dalam menjaga kebersihan gigi dan dukungan sarana dan prasarana. Kata kunci: Perilaku Anak Dalam Menjaga Kebersihan Gigi, Gigi Karies, Anak Usia Sekolah.  ABSTRACT Dental caries can attack the whole society and  the most dental disease is suffered by most of the Indonesian population. Cause of dental caries is the interaction of various factors. Include behavioral factors in maintaining oral hygiene, dietary factors, or eating habits and resilience factors and the strength of teeth. It was based on lack of knowledge of the importance of maintaining oral hygiene. Purpose of this study is to explain the correlation of the child's behavior in maintaining dental hygiene with the incidence of dental caries in children of school age in MI Asmaiyah Gresik.This study uses cross sectional design, the population in this study is school students who experienced MI Asmaiyah gresik were 112 dental caries. Samples used for as many as 87 respondents using purposive sampling. Statistical test using by chi square  α < 0.05. Shows the school-age children have some knowledge in maintaining dental hygiene α  = 0.001. Attitudes of school-age child in maintaining the cleanliness of teeth α = 0.002. And actions of school aged children in maintaining dental hygiene    = 0.000.Obtained from the above results there is a correlation in maintaining the cleanliness of their child's behavior with the incidence of dental caries in children of school age. Expected that parents and teachers can provide motivation in maintaining dental hygiene and support facilities and infrastructure. Keywords: Children's Behavior In Maintaining Dental Hygiene, Dental Caries, Children Of School Age.
PENGGUNAAN OBAT TETES MATA DENGAN KEJADIAN GLAUKOMA Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Intan, Dwi Ayu
Journals of Ners Community Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v3i1.39

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya penjualan obat tetes mata yang dijual di pasar bebas membuatmasyarakat menjadi sangat mudah dalam mendapatkan obat tetes mata tanpa tahu efeksamping dan kandungannya apabila digunakan secara berlebihan. Obat ini hanya bolehdigunakan untuk penderita mata kering dengan masa pemakaian tidak lebih dari satu bulandan tidak boleh digunakan secara berlebihan serta terus-menerus dalam jangka waktu yanglama karena dengan penggunaan obat tetes mata yang berlebihan dapat menyebabkanglaukoma.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menderita penyakit mata diRSUD Ibnu Sina Gresik. Metode pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling.Sampel yang diambil sebanyak 16 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Data penelitian diambil menggunakan lembar kuesioner yang menekankan padapengukuran waktu pengamatan. Setelah dilakukan tabulasi, data dianalisis denganmenggunakan uji statistik korelasi spearman dengan tingkat kemaknaan < 0,05.Dari hasil uji korelasi spearman rank, didapatkan hasil perhitungan 0,000 <0,05,sedangkan hasil perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,769 yang berarti ada hubunganyang sangat rendah antara penggunaan obat tetes mata dengan terjadinya glaukoma. Darihasil uji korelasi spearman rank terjadinya glaukoma berdasarkan penggunaan obat tetesmata didapatkan hasil perhitungan dengan nilai 0,000 <0,05. Sehingga ada hubungan yangsignifikan antara variabel bebas variabel terikat, sementara hasil koefisien korelasi sebesar0,909 yang berarti ada hubungan yang sangat kuat antara frekuensi penggunaan obat tetesmata dengan terjadinya glaukoma. Dari hasil uji korelasi spearman rank tentang hubunganpenggunaan obat tetes mata dengan terjadinya glaukoma didapatkan hasil 0,001 <0,05.Sedangkan hasil perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,339 artinya ada hubungan antarapenggunaan obat tetes mata dengan terjadinya glaukoma.Petugas kesehatan diharapkan lebih intensif lagi dalam melakukan konseling tentangdampak pemakaian obat tetes mata secara berlebihan yang dijual di pasar bebas tanpamenggunakan resep dokter sehingga masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakanobat tetes mata.Kata Kunci : Obat Tetes Mata, Petunjuk Pemakaian, Glaukoma.ABSTRACTThe increasing of sale of drug drops sold by eye is free market make society becomevery easy in getting drug drops this eye without effect soybean cake and content of usage ofoat drops eye redundantly. Though medicines this will only be used for the men who sufferdry eye and useful life may not be used more than one months more than anything elsewhen used redundantly and continuously within old ones because with usage of drug dropsabundant eye can cause of glaucoma.Population in this research is patient which suffering glaucoma with history usage ofdrug drops incoming eye of eye path of RSUD Ibnu Sina Gresik. Method sampling the usedis Purposive Sampling. Taken sample counted 16 participation that is at patient whichsuffering glaucoma as wanted by researching in RSUD Ibnu Sina Gresik in April up toMay month at 2009. This research data is taken by using research type and questioner emphasizing at time measurement of observation. After is tabulation, of existing dataanalyzed by using pertained statistical test of Spearman's Correlation with meaning storey,level 0.05.From result was correlation spearman rank test and usage was drug drops eye, got byresulting calculation (hitting a) its value 0.000 < 0.05, while correlation coefficientresulted of calculation equal to 0.769 meaning there are very low relation between orderrelation usage was drug drops eye with occurrence of glaucoma. From resulted ofcorrelation spearman rank test was occurrence of glaucoma pursuant to frequency usagewas drug drops eye got by resulting calculation (a calculate) its value much more smallfrom number of significant maximum which determined by that is 0.000 < 0.05. So thatthere are relations which, is significant between dependent independent variable and whilecorrelation coefficient result of calculation equal to 0.909 meaning there are relations verystrong between frequency relation usage of drug drops eye with happened in glaucoma.From resulted was correlation spearman rank test old of usage was drug drops eye withoccurrence of glaucoma got by resulting calculation 0.001 < 0.05. While correlationcoefficient resulted of calculation equal to 0.339 meaning there relations were betweenusage of drug drops eye with occurrence of glaucoma.Is there for expected as officer of health more intensive again in conductingcounseling about impacting was usage of drug drops abundant eye which sold buying freemarket without using recipe was doctor so that society more attentive in using drug eyedrops.Keyword : Order Usage, Old Of Usage, Occurance Of Glaucoma.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KECEMASAN HOSPITALISASI PADA ANAK PRASEKOLAH Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Maf'ulah, Maf'ulah
Journals of Ners Community Vol 6 No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v6i2.47

Abstract

ABSTRAK       Perasaan cemas merupakan dampak hospitalisasi yang dialami anak karena menghadapi stressor yang ada dilingkungan rumah sakit. Peran orang tua diperlukan guna meminimalkan penyebab cemas dengan mengurangi dampak perpisahan, mencegah perasaan kehilangan kontrol dan meminimalkan rasa takut terhadap rasa nyeri (Waley&Wong 2005). Bedasarkan survey awal menunjukkan masih anak prasekolah yang dirawat di rumah sakit mengalami kecemasan (73%).      Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan adanya hubungan peran orang tua dengan kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah. Desain penelitian analitik korelasional dengan populasi seluruh pasien anak prasekoah di Ruang Paviliun Anak Rumah Sakit Semen Gresik yang mengalami kecemasan pada bulan September 2014. Metode sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Variabel independen adalah peran orang tua dan variabel dependennya adalah kecemasan hospitalisasi anak prasekolah. Data penelitian ini adalah hasil jawaban kuisioner dan hasil check list. Data ditabulasi dan dianalisis menggunakan Uji Mean-Withney menggunakan program SPSS PC for Windows versi 16.0.      Dari hasil penelitian peran orang tua yang dominan adalah sebagai sahabat dan koordinator masing-masing 24.4% dan hasil kecemasan hospitalisasi anak prasekolah sebagian besar mengalami kecemasan ringan sebanyak 15 (53%).      Hasil uji korelasi Spearman diperoeh nilai 0.704 dengan taraf signifikasi 0.000 (p<0.05). Ini menunjukkan peran orang tua dan kecemasan hospitalisasi pada anak mempunyai hubungan kuat dengan arah korelasi positif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mempertahankan derajat kesehatan anaknya. Kata Kunci: Peran orang tua, kecemasan hospitalisasi anak prasekolah ABSTRACT        Anxiety is the effect of hospitalization which occurs in children because of stressor which presents in the hospital environment. Parent roles are needed to minimalizethe anxiety factor by decreasing the impact of separation, avoiding the control of feeling lost and minimalizing scary and pain (Waley&Wong, 2005). Based on the initial survey of hospitalization anxiety, the data show that there were still many school-aged children (73%) which was treated in the hospital which considered anxiety. The purpose of this research was to explain the existence of correlation between parent role and hospitalization anxiety pre-school age children. The design of this research was analytical correlation 2014 which the population is all patients pre-school aged children which have anxiety feeling in Pediatric Paviliun Room Semen Gresik Hospital September. Sampling method which was used is consecutive sampling. The independent variable was the kind of parent role, while the dependent variable was the anxiety level of hospitalization. This research data was the answer of questioners and the result of observation in Child Paviliun Room Semen Gresik Hospital for September 2014. Data were collected and analyzed by using Mean-Whitney which used SPSS program PC for Windows 16.0 Version.From the result of the research, the dominant parent roles were as best-friend and coordinator with each number 76 (24.4%) and the dominant result of hospitalization anxiety was small-anxiety with number 15 (53%).The result showed the existence of correlation between parent roles and hospitalization anxiety to pre-school aged children. The research of parent roles with SPSS PC for Windows 16.0 Version was gained 0.705 value with significance level 0.000(p<0.05). This result of research is wished to be able to increase parent roles in maintaining the healthy degree of their children. Keywords: parent roles, hospitalization anxiety, pre-school aged children.
PENDIDIKAN KESEHATAN MENINGKATKAN PERILAKU DIET RENDAH GARAM Rizqiyah, Zulfah; Umah, Khoiroh; Rahayuningrum, Lina Madyastuti
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.53

Abstract

ABSTRAKPenderita hipertensi di Banjarsari harus menerapkan diet rendah garam, tapikenyataan tetap pasien hipertensi ditemukan tidak melakukan diet rendah garam. Hal inidisebabkan kurangnya pengetahuan, sikap dan tindakan diet rendah garam pada pasienhipertensi. Dalam upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan pendidikankesehatan yang diperlukan pada diet rendah garam pada pasien hipertensi.Desain penelitian yang digunakan adalah pre-post-test dalam satu kelompok (satukelompok desain pra-post test) dengan populasi sebanyak 37 pasien. Penelitian inimenggunakan purposive sampling dalam menentukan sampel, diperoleh sampel besar dari34 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini menggunakan uji WilcoxonSigned Rank Test dengan taraf signifikansi α ≤ 0,05.Hasil yang diperoleh dari tes ini adalah: Pengetahuan dengan nilai ρ = 0,001, sikapdengan nilai ρ = 0,000 dan tindakan dengan nilai ρ = 0,001 berarti ada pendidikankesehatan untuk mempengaruhi perilaku diet rendah garam pada pasien hipertensi.Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test di sini menunjukkan peningkatan dalampengetahuan tentang sikap dan tindakan dari diet rendah garam pada pasien hipertensi.Sehingga hasil akhir menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadapperilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan) diet rendah garam pada pasien hipertensi didesa Gresik Manyar Banjarsari.Pendidikan kesehatan pada diet rendah garam diperlukan untuk mempengaruhiperilaku diet rendah garam. Memesan responden dapat diterapkan dalam kehidupan seharihari.Kata kunci: Pendidikan kesehatan, perilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan), diet rendahgaram dan hipertensi.ABSTRACTPatients with hypertension in Banjarsari should implement a low-salt diet, but thefact remains found hypertensive patients did not perform a low-salt diet. This was due to alack of knowledge, attitudes and actions on low-salt diet in hypertensive patients. In aneffort to improve knowledge, attitudes and actions of health education were needed on lowsaltdiet in hypertensive patients.The study design used was pre-post-test in one group (one-group pre-post testdesign) with a population of as many as 37 patients. This study used purposive sampling indetermining the sample, obtained a large sample of 34 respondents who met the inclusioncriteria.This research uses trials Wilcoxon Signed Rank Test with significance level α ≤0.05. Results obtained from this test are: Knowledge with values ρ = 0.001, the attitudewith values ρ = 0.000 and actions with values ρ = 0.001. So that means there's HI receivedhealth education to influence the behavior of low-salt diet in hypertensive patients.Based on the results of Wilcoxon Signed Rank test for the Test in here show anincreased in knowledge about the attitudes and actions of low-salt diet in hypertensive patients. So that the final results show that there is the influence of health education onbehavior (knowledge, attitudes and actions) low-salt diet in hypertensive patients in thevillage of Gresik Manyar Banjarsari.Therefore, health education on low-salt diet is needed to influence the behavior oflow-salt diet. Order the respondent may apply in everyday life.Keywords: Health education, behavior (knowledge, attitudes and actions), low-salt dietand hypertension.
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PEMBERIAN STIMULASI ALAT PERMAINAN EDUKATIF DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK Twistiandayani, Retno; Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Rohmah, Ismiatul
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.55

Abstract

ABSTRAKMainan edukatif benar-benar memberikan fungsi yang optimal permainan anakformatif. Banyak itu pemain di pemasaran akan menganggap pilihan orang tua di pemutarmemberi tanpa syarat dan hal utilitas bagi anak. Jadi akan berdampak anak akan burukperkembangan motorik, sehingga perlu untuk menandai upaya akal untuk meningkatkanperilaku orang tua mampu dalam menentukan jenis pemain. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengetahuan korelasi dan sikap ibu tentang diberikan stimulasi mainanedukatif dengan anak-anak perkembangan motorik (1-2 tahun) di Kabupaten SilvanMorowudi Cerme di Kabupaten Gresik.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional untuk mengetahui hubunganantara variabel independen dan dependen, populasi responden adalah ibu ibu yangmemiliki anak usia 1-2 tahun di wilayah Morowudi Cerme Kabupaten Gresik yang sesuaidengan kriteria inklusi sebanyak 50 responden yang diperoleh oleh sampel purposive,variabel yang dianalisis adalah sikap genostic dan ibu sebagai variabel sebagai anak yangmandiri dan mengembangkan motorik sebagai variabel dependen. Pengumpulan datamenggunakan kuesioner kepada responden, hasil data pengumpulan generasi-dianalyzeddengan akun Chi Square hasil kuis (α) = 0,05.Analisis menggunakan Chi Square diperoleh oleh ilmu pengetahuan hasil ibusignifikan dengan rekening hasil (α) 0.020, sikap ibu dengan akun hasil (α) 0,013. Dapatdisimpulkan bahwa tanda merasakan hubungan yang kuat antara pengetahuan sikap ibutentang diberikan stimulasi mainan edukatif dengan anak-anak motorik anak usiapengembangan (1-2 tahun).Berdasarkan penelitian bahwa ilmu pengetahuan dan sikap merupakan domainpenting dalam memberi pemain edukatif yang disangga dengan banyak pengalaman untukanak ibu.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, motorik Perkembangan Anak, mainan edukatifABSTRACTThe educative toys really give optimal game function of formative child. A lot of itplayer at marketing will regard option of parent in give player without regard requirementand utility for child. So will impacted bad will children motoric development, thus needs tomark sense effort to increase able parent behaviour in determine player type. Thisresearch objective was to know correlation knowledge and attitude mother about given tostimulation the educative toys with children motoric development (1-2 years old) at SilvanMorowudi Cerme’s district Gresik's Regency.This research utilizes design Cross sectional to know correlation among variableindependent and dependent, respondent population is mother mother that have age child 1-2 years at Silvan Morowudi Cerme's district Gresik's Regency that corresponds toinclusion criteria as much 50 acquired respondent by purposive sample, variable that was analyzed is genostic and mother attitude as variable as motorik's independent anddeveloping child as variable as dependent. Data collecting utilizes kuesioner torespondent, result of that data collecting is succeeding dianalyzed with Chi Square's quizresult accounts (α) = 0.05.From analyzed Chi Square's quiz gotten by signifikan's result mother science withresult accounts (α) 0.020, mother attitude with result accounts (α) 0.013. Can beconcluded that marks sense strong correlation among knowledge attitude mother aboutgiven to stimulation educative toys with children motoric development age child (1-2 yearsold).Based data upon that science and attitude constitutes domain momentous deep giveeducative player that is propped with many experience to mother child.Keywords: Knowledge, Attitude, Motorik Child Development, Educative toys
PERILAKU DALAM PERAWATAN INFUS DENGAN KEJADIAN PLEBITIS PASIEN USIA 20-60 TAHUN Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Syaiful, Yuanita; Masruroh, Dewi
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.62

Abstract

ABSTRAKSalah satu efek dari pemberian infus adalah flebitis. Flebitis disebabkan olehmekanik, kimia, dan faktor bakteri. Flebitis dapat dicegah dengan meminimalisirmikroorganisme pada kulit pasien dan menjaga sistem jalur intravena ditutup dan sistemfiksasi dalam kondisi baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubunganantara pengetahuan, sikap, dan praktek perawat dalam keperawatan infus dan kasusplebitis.Populasi adalah perawat yang merawat dan pasien yang mendapat terapi infus diRuang Wijaya Kusuma, Cempaka Room, dan ICU Room RSUD Gresik. Total sampeladalah 28 perawat dan 55 pasien. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposivesampling. Variabel dependen penelitian ini adalah plebitis dan variabel independen adalahpengetahuan, sikap, dan praktek perawat. Data dikumpulkan dengan menggunakankuesioner dan observasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan Spearman Rhokorelasi, dengan tingkat signifikansi (ρ)> 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan yang cukupperawat di keperawatan infus dan kasus plebitis (ρ = 0,023 dan r = 0.428). Ada korelasiyang rendah antara sikap perawat dalam keperawatan infus dan kasus flebitis (ρ = 0,048dan r = 0.377). Ada korelasi yang rendah antara praktek perawat dalam keperawatan infusdan kasus flebitis (ρ = 0,047 dan r = 0.374).Perilaku perawat dalam keperawatan infus memiliki korelasi yang rendah dancukup dengan kasus plebitis. Seorang perawat yang telah belajar tentang plebitispencegahan kejadian maka dia akan mempraktekkan apa yang diketahui dan menanganidalam bentuk tindakan perawatan yang baik dan benar.Kata kunci: Perilaku (pengetahuan, sikap, dan praktek), kasus plebitis.ABSTRACTOne of the effect of intravenous feeding is phlebitis. Phlebitis is caused bymechanical, chemical, and bacterial factors. Phlebitis can be prevented by minimalizingmicroorganism in patient’s skin and keeping the intravenous line system closed andfixation system in good condition. The purpose of this research is to identify thecorrelation between knowledge, attitude, and practice of nurse in nursing infuse and thephlebitis case.The population is nurses who nursed and patients who got infuse therapy in WijayaKusuma Room, Cempaka Room, and ICU Room of RSUD Gresik. Total sample is 28nurses and 55 patients. The sample were taken using purposive sampling. For thisresearch, dependent variable is phlebitis and independent variable is knowledge, attitude,and practice of nurse. Data were collected by using quetioner and observation, thenanalyzed by using Spearman’s Rho Correlation, with level significance (ρ) > 0.05.Result showed that there was sufficient correlation between knowledge of nurse innursing infuse and phlebitis case (ρ=0,023 and r=0,428). There was low correlationbetween attitude of nurse in nursing infuse and phlebitis case (ρ=0,048 and r=0,377). There was low correlation between practice of nurse in nursing infuse and phlebitis case(ρ=0,047 dan r=0,374).Behavior of nurse in nursing infuse has low and sufficient correlation with thephlebitis case. A nurse who had learned about the incident prevention plebitis then hewould practice what is known and addressing in the form of maintenance action is goodand right.Keywords : Behavior (knowledge, attitude, and practice), phlebitis case.
REBUSAN DAUN SALAM MENURUNKAN KADAR ASAM URAT PASIEN GOUT Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Septiadi, Nanang Dwi
Journals of Ners Community Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i1.67

Abstract

ABSTRAKDaun salam mengandung flavonoid yang diyakini menurunkan kadar asam uratdalam darah. Flavonoid dapat menghambat aksi dari enzim xanthine oxidase sehinggapembentukan asam urat terhambat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisispengaruh rebusan daun salam untuk menurunkan kadar asam urat pada pasien Gout.Penelitian ini dilakukan di Desa Tebel RT 05 dan RT 07 RW 03 di Gedangan,Sidoarjo. Sampling menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang digunakanadalah 32 orang yang menderita penyakit asam urat atau gout. Variabel independen adalahpemberian rebusan daun salam, variabel dependen adalah penurunan kadar asam urat padapenderita gout. Penelitian ini menggunakan pengambilan data sebelum dan sesudahpengamatan dan analisis menggunakan Wilcoxon signed rank test tingkat <0,05.Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan bahwa rebusan daun salam dapatmenurunkan kadar asam urat dalam darah manusia dengan nilai signifikansi (2-tailed)diperoleh p = 0,000.Rebusan daun salam dapat menjadi pengobatan herbal alternatif untuk penyakitasam urat, dari hasil penelitian ini menunjukkan orang dengan penyakit asam urat di desaTebel RT 05 dan RT 07 RW 03 Gedangan, Sidoarjo yang telah mengkonsumsi rebusandaun salam mengalami penurunan kadar asam urat.Kata kunci: Rebusan daun Salam, Asam UratABSTRACTThe Bay leaf containing flavonoids is believed to reduce levels of uric acid in theblood. Flavonoids can inhibit the action of the enzyme xanthine oxidase so that uric acidformation is inhibited. This research objectives to analyze effect of bay leaf’s stew todecrease the uric acid levels in Gout patients.This research was done at Tebel’s village RT 05 and RT 07 RW 03 in Gedangan,Sidoarjo. Sampling used a purposive sampling method. The sample which used is 32people who suffer uric acid disease or gout. Independent variable was the provision of bayleaf stew, the dependent variable was the decrease in uric acid levels in gout sufferers.This study used data retrieval before and after observation and analysis used the Wilcoxonsigned rank test levels <0.05.From Wilcoxon test statistic showed that the bay leaf’s stew can decreased the uricacid levels in human’s blood with a significance value (2-tailed) obtained p= 0.000.The bay leaf’s stew can be alternative herbal treatment for uric acid disease, fromthe results of this study showed people with uric acid disease in Tebel’s village RT 05 andRT 07 RW 03 Gedangan, Sidoarjo who have given bay leaf’s stew the levels of uric acidwas decreased.Keywords: The Bay leaf’s stew, Uric Acid
PENDIDIKAN KESEHATAN EFEK SAMPING KB SUNTIK TERHADAP PERILAKU PEMILIHAN KB SUNTIK (Health Education Side Effects Injection KB Toward Behavior Selection Injection KB) Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Firdausi, Laily Azhariyah
Journals of Ners Community Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v6i1.77

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan tentang efek samping KB sangat penting untuk KB akseptor karena pada dasar pengetahuan ini dapat dibentuk dari KB yang digunakan. Dengan mengetahui efek samping dalam penggunaan KB dapat meningkatkan wanita willingnes dalam keluarga berencana dan mempertahankan metode KB suntik dieksekusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang efek samping suntikan KB dari pilihan perilaku injeksi KB pada pasangan usia subur.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pra-pasca (satu kelompok desain pra-post-test). Dengan sampling yang digunakan adalah purposive sampling, diperoleh sampel 25 responden. Variabel bebas adalah pendidikan kesehatan tentang efek samping suntikan KB. Variabel dependen adalah injeksi pilihan perilaku KB di beberapa subur.Hasil penelitian menggunakan uji statistik dari Wilcoxon Signed Rank Test dengan α ≤ 0,05, ketika ρ ≤ α maka H1 diterima. Penelitian menunjukkan pendidikan kesehatan tentang efek samping injectin KB menuju Pilihan pengetahuan injeksi KB (ρ) = 0,000, ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang efek samping suntikan KB menuju Pilihan sikap injeksi KB (ρ) = 0,000, ada pengaruh kesehatan pendidikan tentang efek samping suntik KB terhadap pemilihan tindakan KB (ρ) = 0,025.Dari penelitian ini disarankan untuk petugas kesehatan lebih meningkatkan promosi kesehatan tentang efek samping KB ketika responden melakukan suntik KB. Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Pasangan Usia Subur ABSTRACT Knowledge about side effects KB is very important for KB acceptors because on the basic of this knowledge can be formed behavior selection of KB used. By knowing side effects in usage KB can increase willingnes woman in family planning and maintain a method of KB injection being executed. The purpose of this research is to know the influence of health education about side effects injection KB of  behavior selections injection KB on fertile age couplesDesign research used in this research was pra-pasca test ( one-group pre-post-test design ). With sampling used is purposive of sampling, obtained sample of 25 respondens. The independent variable was health education about side effects injection KB. The dependent variable was behavior selection injection KB in fertile couple.The results of research using Statistical test of Wilcoxon Signed Rank Test with α ≤ 0,05, when ρ ≤ α then H1 accepted. The research indicated the health education about side effects injectin KB toward knowledge selections injection KB (ρ) = 0.000, there is  influence the health education about side effects injection KB toward attitude selections injection KB (ρ) = 0.000, there is the influence of health education about side effects injecting KB toward action selection KB (ρ) = 0.025.From this research it is recommended to health workers  further enhance health promotion about side effects KB when respondents do syringe  KB. Keywords : Health Education, Knowledge, Attitude, Action, Fertile Age Couple
PERBANDINGAN ALAT CRANE DAN MANUAL TERHADAP DURASI TINDAKAN ANTISEPTIK INTRAOPERATIF Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Qomariah, Siti Nur; Rohman, Abdur
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i2.97

Abstract

ABSTRAKRumah sakit sebagai pengelola menghadapi tantangan globalisasi saat ini. InstalasiBedah adalah salah satu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kombinasi antiseptik saattindakan operasi dengan crane yang bekerja menggunakan prinsip kerja tali sangatmembantu. Durasi antiseptik intraoperatif dapat dipengaruhi oleh banyak faktor: sumberdaya manusia, peralatan, biaya, kompleksitas operasi. Tujuan dari penelitian adalah untukmenjelaskan perbandingan crane dan manual terhadap durasi antiseptik intraoperatif.Desain penelitian ini adalah Quasy Experiment (Post-Test Design). Populasi dalampenelitian ini adalah pasien dengan operasi fraktur ekstremitas bawah, dengan sampel 20responden, 10 responden dengan crane dan 10 responden dengan manual. Sampel diambilsecara purposive sampling. Variabel bebas adalah alat crane dan variabel terikat adalahdurasi antiseptik intraoperatif. Data durasi antiseptik intraoperatif menggunakan instrumenobservasi, kemudian analisis data dengan Independent T-Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata durasi antiseptik intraoperatif denganmenggunakan crane selama 13 menit dari 10 responden, sedangkan rata-rata durasitindakan manual selama 15 menit dari 10 responden. Hasil uji analisis p= 0.000, sehinggaada perbedaan yang signifikan dari crane dan manual terhadap durasi antiseptikintraoperatif.Penggunaan crane saat tindakan antiseptik intraoperatif pada operasi ekstremitasbawah sangat membantu, terutama pasien dengan berat badan ≥ 40kg.Kata kunci: Crane, Manual, Antiseptik intraoperatifABSTRACTFace of challenge in this globalization, Surgery Installation was one of the healthservices in hospital. Combination antiseptic with crane that work using rope principalbecome very helpful. The duration of antiseptic intraoperative may influenced by factors:human resources, equipment, cost, complexity and simplicity The purposes of research wasto explain the comparison of a crane and manual for the duration of the antisepticintraoperative.The design of this study was Quasy Experiment (Post-Test Design). The populationin this study were patients with fractures of the lower extremity surgery, with a sample of20 respondents, 10 respondents with a crane and 10 respondents with manual. Samplestaken by purposive sampling. Independent variable was a crane and dependent variablewas duration of antiseptic intraoperative. Data duration of antiseptic intraoperative wasused observation instrument, then the data analysis by independent statistical T-Test.The results showed that mean duration of antiseptic intraoperative by using a cranefor 13 minutes of 10 respondents, while mean duration of manual action for 15 minutes of10 respondents. The results of the analysis of test p= 0.000, so there was a significantdifference of a crane and manual for the duration of the antiseptic intraoperative.The use of a crane for antiseptic intraoperative on the lower extremities surgery isvery helpful, especially patients with a body weight ≥ 40kg.Keywords: Crane, Manual, Antiseptic intraoperative