Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KETERAMPILAN BERBAHASA ARAB DENGAN PENDEKATAN KOMPREHENSIF Aziza, Lady Farah; Muliansyah, Ariadi
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 19 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.507 KB) | DOI: 10.20414/tsaqafah.v19i1.2344

Abstract

Comprehensive approach in teaching is a further implementationof the teaching plan that covers teaching procedure in detail. This researchaim to explore said comprehensive approach for Arabic language teachingthat focused in developing the four skills: listening (maharat al-istima’),speaking (maharat al-kalam), reading (maharat al-qira’at), and writing(maharat al-kitabah). This comprehensive approach consists of four steps:orientation, exploration, strengthening, and summarizing. Orientation isthe first step in the teaching process that encourages students to focus theirstudy on the subject presented. Exploration is the next step in the processthat encourages students to be active in finding the facts, problems, and itssolutions. Strengthening step is the process of deepening, broadening, andstrengthening the students’ skill and mastery of the subject obtained in theexploration step. The last step is summarizing, encourages the students topresent and summarize the subject they studied. Pembelajaran dengan pendekatan komprehensif merupakanlangkah implementasi dari rencana pembelajaran terpadu secara menyeluruh,berisi rincian dari prosedur pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untukmengungkapkan bagaimana pendekatan komprehensif dalam pembelajaranbahasa Arab yang difokuskan untuk meningkatkan keterampilan berbahasaArab, seperti keterampilan mendengar (Maharat al-Istima’), keterampilanberbicara (Maharat al-Kalam), keterampilan membaca (Maharat al-Qira’at),keterampilan menulis (Maharat al-Kitabah). Ada empat langkah utamadalam pendekatan komprehensif ini yaitu, langkah orientasi, eksplorasi,pemantapan dan penyimpulan. Langkah orientasi atau kegiatan awalpembelajaran merupakan langkah untuk mendorong kelas memusatkanperhatian terhadap pembelajaran; langkah eksplorasi adalah langkah untukmengajak dan mendorong siswa untuk mencari dan menemukan fakta,pengetahuan, masalah dan pemecahan; langkah pemantapan merupakanlangkah memperdalam, memperluas, memantapkan, memperkuatpenguasaan materi dan kemampuan yang telah dicapai pada langkaheksplorasi; dan langkah penyimpulan adalah langkah untuk menyimpulkantentang apa yang telah dipelajari.
Interferensi Gramatika Maharah Kitabah dan Penyebabnya Pada Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Muliansyah, Ariadi; Baroroh, R Umi
Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab Vol. 4 No. 1 May (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.206 KB) | DOI: 10.29240/jba.v4i1.1289

Abstract

The purpose of this research is to find out the forms of grammatical interference that occur in graduate students of UIN Sunan Kalijaga. Interference is a language disorder that often occurs for language learners. Interference often occurs in all four language skills included in writing skills. Without realizing it, in writing scientific works students still often experience the first language interference, especially in the grammatical field. This research is a qualitative research with descriptive research type. The results found in this study indicate that the grammatical interference still occurs in the writing of graduate students of UIN Sunan Kalijaga. Researchers found 11 grammatical interference with details, 1 interference in the use of isim maushul, 5 interferences in making idahafah, 4 interferences in the use of fi’il (morphology), and 1 interference in the use of hurf.
Whatshapp Sebagai Model Pembelajaran Nahwu Berbasis Internet Muliansyah, Ariadi
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2018.32-01

Abstract

This study aims to form learning that is active, interesting, creative, innovative and can attract students who tend to be bored and lazy with Nahwu learners. This is based on seeing the problem of Arabic language education, especially in Nahwu's learning which tends to be passive and unattractive, because identical language learning is carried out and taught with a teaching system that still tends to stick to classical methods that seem boring. In addition, the problems that exist are also due to the absence of specific guidelines that can integrate the development of world technology with learning Arabic. This study uses field research methods. Namely by researching the Whatshap group that runs online learning. Data analysis using the theory of behaviorism proposed by Skyner and using cognitive learning theory proposed by Jerome S. Bruner and Jean Piaget Learning using Whatsapp media is an online learning model by using and utilizing the features provided in the Whatshap application to facilitate the learning process which has always seemed boring. The learning model is in the form of sending learning material in two formats, namely in PDF format and with audio recording format. Then the provision of learning material is carried out every once a week, but the discussion is carried out without any time limit in the discussion group. Then the evaluation is done two times, which is every once a week with weekly material and every once at the end of the month with material a month before. Abstrak Penelitian ini bertujuan agar terbentuknya model pembejaran yang aktif, menarik, kreatif, inofatif, dan bisa menarik minat para pelajar yang cenderung bosan dan malas dengan pembelajar nahwu. Hal ini didasari karena setelah melihat permasalahan pendidikan bahasa Arab, terutama dalam pembelajaran nahwu yang cenderung fasif dan tidak menarik, karena pembelajaran kebahasa araban identik dilaksanakan dan diajarkan dengan sistem pengajaran yang masih cenderung berpatok kepada metode-metode klasik saja yang terkesan membosankan. Selain itu, permasalahan yang ada juga dikarenakan belum adanya pedoman khusus yang dapat mengintegrasikan perkembangan teknologi dunia dengan pembelajaran bahasa arab. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research). Yaitu dengan meneliti grup Whatshap yang menjalankan pembelajaran online. Data analisis menggunakan teori behaveriorisme yang dikemukakan oleh skyner dan mengunakan teori pembelajaran kognitif yang dikemukakan oleh Jerome S. Bruner dan Jean Piaget Pembelajaran dengan menggunakan media Whatshapp merupakan suatu model pembelajaran online dengan menggunakan dan memanfaatkan fitur-fitur yang disediakan dalam aplikasi Whatshap untuk mempermudah proses pembelajaran yang selama ini terkesan membosankan. Model pembelajarannya berupa pengiriman materi pembelajaran dengan dua format, yaitu dengan format PDF dan dengan format rekaman audio. Kemudian pemberian materi pembelajaran dilakukan setiap sekali seminggu, namun diskusi dilakukan tanpa ada batas waktu di dalam grup diskusi. Kemudian evaluasi dilakukan dalam dua waktu, yaitu setiap sekali seminggu dengan materi mingguan dan setiap sekali pada akhir bulan dengan materi sebulan sebelumnya. Kata kunci: Pembelajaran Nahwu, dan Whatshapp