Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN RANTAI PASOK BAHAN BAKU TERHADAP KINERJA UMKM KERIPIK SINGKONG DI KOTA CILEGON Purnama Sari, Wulan; Astuti, Andjar; Suherman, Suherman
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.622 KB) | DOI: 10.59066/jppm.v1i1.5

Abstract

This study aims to analyze the relationship of information sharing, trust, long-term relationships, and collaboration on the performance of Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM) cassava chips in the City of Cilegon. The number of samples in this study was 40 respondents, namely the owners of cassava chips Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM) and directly related to cassava raw material suppliers. Data analysis techniques use multiple linear regression analysis.The analysis tools are using SPSS program version 21. Based on the results of the analysis that has been done, the results show that sharing information has a positive but not significant effect on the company's performance. The trust has a positive and significant effect on the company's performance. Long-term relationships have a positive but not significant effect on the company's performance. Collaboration has a positive and significant effect on the company's performance.
Analisis Regresi Virtual Customer Service terhadap Kepuasan Pelanggan (Studi Kasus Veronika Telkomsel) Abrar Firdaus, Fuad; Purnama Sari, Wulan
Kiwari Vol. 3 No. 3 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i3.32002

Abstract

Veronika (Voice Response and Information Care) is Telkomsel's digital chat service based on making it easier for customers to meet their needs. This research aims to find out how much influence virtual customer service has on Telkomsel user customer satisfaction. This research was conducted using quantitative research methods using a correlational approach. This research was processed using normality tests, simple linear regression analysis, correlation analysis, validity tests and reliability tests. This research uses theories related to Virtual customer service and customer satisfaction. The results of this research show that the virtual customer service named Veronika implemented by Telkomsel has an influence on customer satisfaction. Consumers are greatly helped by the virtual customer service on the Telkomsel application because of the flexibility in carrying out transactions or payments which can be made either via credit, via bank transfer, as well as other digital financial applications. The existence of virtual customer service is a form of public relations strategy where customer service is carried out online, thereby making the distance between the company and consumers closer and making it easier for consumers to fulfill their needs. Veronika (Voice Response and Information Care) merupakan layanan digital chat milik Telkomsel yang berbasis memudahkan pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh virtual customer service terhadap kepuasan pelanggan pengguna Telkomsel. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif melalui pendekatan korelasional. Penelitian ini diolah dengan menggunakan uji normalitas, analisis regresi linear sederhana, analisis korelasi, uji validitas dan uji reliabilitas. Penelitian ini menggunakan teori berkaitan dengan Virtual customer service dan kepuasan pelanggan. Adapun hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Virtual customer service Bernama Veronika yang diterapkan oleh Telkomsel memiliki pengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Konsumen sangat terbantu dengan adanya pelayanan virtual customer service pada aplikasi Telkomsel karena fleksibilitas dalam melakukan transaksi atau pembayaran yang dapat dilakukan baik itu melalui pulsa, via transfer bank, serta aplikasi keuangan digital lainnya. Adanya virtual customer service sebagai bentuk strategi public relations dimana pelayanan konsumen dilakukan secara online sehingga membuat jarak antara perusahaan dengan konsumen menjadi lebih dekat dan memudahkan konsumen dalam memenuhi kebutuhan mereka.
SNA @jhonlbf: Personal Branding dalam Mengembangkan Brand Engagement Aurerio Rotty, Tetsuya; Purnama Sari, Wulan
Kiwari Vol. 3 No. 3 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i3.32030

Abstract

Social media is a place where people gather online to carry out activities and share information, knowledge and opinions on social media. Social media and personal branding can be used as a means of improving the brand itself. Based on the results obtained, leadership (The Law of Leadership) is part of superior personal branding on the Instagram account @jhonlbf. A leader must have more abilities than other people. Jhon LBF's leadership on his Instagram account is like content that shows Jhon LBF's way of treating his employees well and wisely. Based on the dimensions of personal branding, Jhon LBF has leadership that is superior to other dimensions. Jhon LBF's leadership is seen as a generous, friendly, but firm individual. Jhon LBF's special treatment of his employees, which was then uploaded on Instagram social media, received high engagement. This indicates that leadership in personal branding at Jhon LBF can develop brand engagement. This research approach is qualitative using the Social Network Analysis (SNA) method, by collecting and processing data from Analisa.io. Based on the research results, it shows that the personal branding carried out on the Instagram account @jhonlbf has good leadership, this leadership obtains high brand engagement based on views, likes and comments. Media sosial merupakan tempat orang-orang berkumpul secara online untuk melakukan aktivitas dan perilaku saling berbagi informasi, pengetahuan dan pendapat masing-masing dalam media sosial. Media sosial dan juga personal branding dapat dijadikan sebagai sarana dalam meningkatkan brand itu sendiri. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, kepemimpinan (The Law of Leadership) adalah bagian dari personal branding yang unggul pada akun Instagram @jhonlbf. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan orang lain. Kepemimpinan Jhon LBF pada akun Instagramnya seperti konten yang menunjukkan cara Jhon LBF dalam memperlakukan karyawannya dengan baik dan bijak. Berdasarkan dimensi-dimensi dari personal branding, Jhon LBF memiliki kepemimpinan yang lebih unggul dari dimensi lainnya. Kepemimpinan Jhon LBF dilihat sebagai individu yang dermawan, ramah, namun tegas. Perlakuan Jhon LBF terhadap karyawannya dengan istimewa yang kemudian diunggah pada media sosial Instagram mendapatkan engagement yang tinggi. Hal ini menandakan bahwa kepemimpinan dalam personal branding pada Jhon LBF dapat mengembangkan brand engagement. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode Social Network Analysis (SNA), dengan mengumpulkan dan mengolah data dari Analisa.io. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding yang dilakukan pada akun Instagram @jhonlbf memiliki kepemimpinan yang baik, kepemimpinan tersebut memperoleh brand engagement yang tinggi berdasarkan views, like, dan comments.
Lebih dari Sekadar Click dan Likes: Kontribusi Social Media Specialist dalam Menciptakan Engagement Putri, Amelia; Purnama Sari, Wulan
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27540

Abstract

The development of an increasingly advanced digital ecosystem has made researchers interested in discussing the contribution of the profession of a Social Media Specialist in creating engagement on social media. This research took a study of Social Media Specialists at Channel Kok Bisa, PT Katadata Indonesia, and Mustang 88 FM. The research method used is qualitative research with a descriptive nature using data collection techniques through observation, interviews, documentation, and literature studies that have been collected by researchers. The researcher put forward media ecology theory which is suitable as a basis for communication theory in this research based on the results of interviews with 3 souces. Through this research, the researcher concluded several strategies that can be implemented and are one of the main strategies for achieving engagement, namely the use of repeated taglines, informative content with credible facts, and persuasive content that can generate discussion through comments, helping the company to build its image through social media. Apart from communication techniques, additional strategies such as choosing upload times, following trends, direct interaction with the audience, and adapting to market tastes can also increase user interaction and engagement. This research aims to find out and explain in more detail the contribution of Social Media Specialists in creating engagement on social media which has an impact on a company. Perkembangan ekosistem yang semakin maju dan serba digital, membuat peneliti tertarik membahas mengenai kontribusi profesi seorang Social Media Specialist dalam menciptakan sebuah engagement di media sosial. Penelitian ini mengambil studi pada Social Media Specialist di Channel Kok Bisa, PT Katadata Indonesia, dan Mustang 88 FM. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan sifat deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka yang telah dikumpulkan oleh peneliti. Peneliti mengemukakan teori ekologi media yang cocok menjadi dasar teori komunikasi pada penelitian ini berdasarkan hasil wawancara dengan 3 narasumber. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan beberapa strategi yang dapat dilakukan dan menjadi salah satu strategi utama untuk mencapai engagement yaitu penggunaan tagline berulang, konten yang informatif dengan fakta yang kredibel, dan konten persuasif yang dapat menimbulkan diskusi melalui komentar membantu perusahaan untuk membangun citranya melalui media sosial. Selain teknik komunikasi, strategi tambahan seperti pemilihan waktu unggahan, mengikuti trend, interaksi langsung dengan audiens, dan penyesuaian dengan selera pasar juga dapat meningkatkan interaksi dan keterlibatan pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan lebih detail mengenai kontribusi Social Media Specialist dalam menciptakan engagement di media sosial yang memberikan dampak bagi suatu perusahaan. 
Studi Penggunaan Media Sosial TikTok dan Perubahan Perilaku di Kalangan Remaja Awal Darmawan, Diana; Purnama Sari, Wulan
Kiwari Vol. 3 No. 4 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i4.33140

Abstract

TikTok is currently very influential, especially among teenagers. Undoubtedly, the negative consequences of Tik Tok are related to the freedom of its users and users. One of the negative effects of using TikTok is that it creates feelings of insecurity. Indirectly, Tik Tok users can change the way they think, especially teenagers. This research aims to find out and explain how the use of social media TikTok influences adolescent behavior at an early age. This study was conducted using a qualitative approach and phenomenological methods. Data was collected through observation and interviews with sources. Research shows that the TikTok application can be used to demonstrate one's existence. Self-existence means many things, not just wanting to be recognized by others. It also means recognizing yourself, feeling wanted. Self-existence does not only want to be recognized by others; it also has many meanings, such as self-recognition, desire to be better known, and self-existence. Teenagers view a variety of content on TikTok, including dancing in sexy outfits to attract users' attention; some went live streaming to ask for gifts. TikTok saat ini sangat berpengaruh, terutama pada remaja. Tidak diragukan lagi, akibat negatif dari Tik Tok terkait dengan kebebasan pengguna dan pemakainya. Salah satu efek negatif dari penggunaan TikTok adalah menimbulkan perasaan tidak aman. Secara tidak langsung, pengguna Tik Tok dapat mengubah cara mereka berpikir, terutama para remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana penggunaan media sosial TikTok mempengaruhi perilaku remaja di usia dini. Studi ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi. Untuk mengumpulkan data, narasumber diwawancarai dan diobservasi. Menurut penelitian, aplikasi TikTok dapat digunakan untuk menunjukkan eksistensi diri. Eksistensi diri mencakup banyak hal, bukan hanya ingin dihargai oleh orang lain; itu juga berarti merasa ingin dan mengakui diri sendiri. Eksistensi diri tidak hanya ingin diakui oleh orang lain; itu juga memiliki banyak arti, seperti pengakuan diri, keinginan untuk lebih dikenal, dan keberadaan diri. Remaja melihat berbagai konten di Tiktok, termasuk menari dengan pakaian seksi untuk menarik perhatian pengguna; beberapa melakukan streaming langsung untuk meminta hadiah.
Jaringan Sosial dan Personal Branding Fashion Influencer (Studi Kasus Akun Instagram @Angelillc) Andreas, Welly; Purnama Sari, Wulan
Kiwari Vol. 3 No. 1 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i1.29423

Abstract

The presence of digital platforms, such as social media, is a place for the community to meet their needs. Starting from the need to obtain and convey information, entertainment, it can even become a forum for the community to carry out business activities so that it can be said that social media is also a forum for both people and an organization or company to build personal branding or self-image. Personal branding makes people increasingly known, respected, admired and trusted by the public so that personal branding can shape and influence public perception. The purpose of this study is to analyze and describe the social network of fashion influencers. Theories and concepts used in this research are Public Relations, Personal Branding, new media, The Eight Laws of Personal Branding. The research uses a mixed approach, namely quantitative research and qualitative research. Data collection was obtained through social network analysis using Analisa.io and interviews. The results of this study indicate that there is engagement between Fashion Influencers and their followers, especially among women because Angelica uploads feeds, Instagram stories in the form of photos and videos that invite women to view her content that contains fashion. Hadirnya platform digital, seperti media sosial menjadi wadah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan. mulai dari kebutuhan mendapatkan dan menyampaikan informasi, hiburan, bahkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan bisnis sehingga dapat dikatakan media sosial juga menjadi wadah baik bagi orang maupun suatu organisasi atau perusahaan untuk membangun personal branding atau citra diri. Personal branding membuat orang semakin dikenal, dihormati, dikagumi, dan dipercaya oleh publik sehingga personal branding dapat membentuk serta mempengaruhi persepsi publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa dan menggambarkan jaringan sosial fashion influencer. Teori dan konsep yang digunakan penelitian ini adalah Public Relations, Personal Branding, media baru (new media), The Eight Laws of Personal Branding. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui analisis jaringan sosial dengan menggunakan Analisa.io dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya engagement antara Fashion Influencer dengan pengikutnya terutama pada kalangan perempuan dikarenakan angelica menguggah feeds, instagram story yang berupa foto dan video yang mengundang para perempuan untuk melihat kontennya yang berisi tentang fashion tersebut.
Signifikansi Marketing Media Sosial dan Brand Equity terhadap Loyalitas Merek Starbucks Yose, Fernando; Purnama Sari, Wulan
Kiwari Vol. 3 No. 2 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i2.30169

Abstract

The rapid development of the era, especially in the digital field, has encouraged the industrial world to be more creative in marketing their products. This encourages companies to market their products through social media. As a company that leads coffee sales in Indonesia, Starbucks also markets its products through social media. As one of the market leaders for the largest coffee outlets in the world, a company as big as Starbucks pays attention to customer loyalty to their products. The research conducted by researchers was to find out how big the effect of social media marketing and brand equity is on Starbucks brand loyalty. This study used a quantitative approach, with data collection using an online questionnaire with a sample of 120 respondents (49 male respondents and 71 female respondents). The results of the study show that Social Media Marketing (trendyness, customization, and world of mouth dimensions) and Brand Equity influence brand loyalty positively and significantly. The dimensions of entertainment and interaction in social media marketing are not processed in the regression test because they have failed in the reliability test and the assumption of linearity test. This research is useful as input for companies in determining the appropriate use of social media marketing in communicating something about them. The results of the research that has been done, namely Social Media Marketing and Brand Equity affect how much influence it has on Starbucks brand loyalty, where brand loyalty will make Starbucks customers keep buying Starbucks products. Perkembangan zaman yang begitu cepat terutama dalam bidang digital mendorong dunia industri untuk lebih kreatif dalam memasarkan produknya. Hal ini mendorong perusahaan-perusahaan untuk memasarkan produknya melalui media sosial. Sebagai perusahaan yang memimpin dalam penjualan kopi di Indonesia, Starbucks turut memasarkan produknya melalui media sosial. Sebagai salah satu dari beberapa market leader gerai kopi terbesar di dunia tentu perusahaan sebesar starbucks memperhatikan loyalitas pelanggan terhadap produk mereka. Penelitian yang dilakukan peneliti adalah untuk mengetahui seberapa besar efek dari social media marketing dan brand equity terhadap loyalitas merek Starbucks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner online dengan sampel yang terkumpul sebanyak 120 responden (49 responden laki-laki dan 71 responden perempuan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media marketing (dimensi trendiness, customization, dan world of mouth) dan brand equity memengaruhi loyalitas merek secara positif dan signifikan. Dimensi entertainment dan interaction dalam social media marketing tidak diolah dalam uji regresi karena telah gugur dalam uji reliabilitas dan uji asumsi linearitas. Penelitian ini bermanfaat sebagai masukan bagi perusahaan dalam menentukan penggunaan social media marketing yang tepat dalam mengkomunikasikan suatu mereka. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan yaitu social media marketing dan brand equity berpengaruh terhadap loyalitas merek Starbucks yang dimana loyalitas merek akan membuat pelanggan Starbucks tetap membeli produk Starbucks.