Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Status Vitamin D dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Wanita Usia Reproduktif di Kota Palembang Agustina, Rama; Ariani, Deby Utami Siska
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3550

Abstract

Gangguan siklus menstruasi merupakan keluhan ginekologi tersering pada wanita usia reproduktif dengan prevalensi 14-25% secara global. Vitamin D memiliki peran penting dalam regulasi hormon reproduksi melalui reseptor vitamin D (VDR) pada jaringan reproduksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status vitamin D dengan gangguan siklus menstruasi pada wanita usia reproduktif di Kota Palembang. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan 250 wanita (18-45 tahun) yang direkrut melalui consecutive sampling dari Januari-Juni 2024. Kadar 25-hydroxyvitamin D [25(OH)D] serum diukur menggunakan chemiluminescence immunoassay. Data dianalisis menggunakan chi-square dan regresi logistik berganda (p<0,05). Hasil menunjukkan 58,4% subjek mengalami defisiensi vitamin D (<20 ng/mL) dan 43,6% mengalami gangguan siklus menstruasi, dengan oligomenore (28,8%) sebagai gangguan tersering. Terdapat hubungan signifikan antara status vitamin D dengan gangguan siklus menstruasi (p=0,001; OR=3,24; 95% CI: 1,87-5,61). Analisis multivariat menunjukkan defisiensi vitamin D (aOR=2,89; 95% CI: 1,54-5,42), IMT ≥25 kg/m² (aOR=2,15; 95% CI: 1,23-3,76), dan riwayat PCOS (aOR=4,12; 95% CI: 2,01-8,44) sebagai faktor risiko independen. Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan antara defisiensi vitamin D dengan gangguan siklus menstruasi pada wanita usia reproduktif di Kota Palembang. Skrining kadar vitamin D dan suplementasi perlu dipertimbangkan dalam penatalaksanaan komprehensif gangguan menstruasi.
PENGARUH RENDAMAN AIR JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA Agustina, Rama; Harista, Juni; Ariani, Deby Utami Siska
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28215

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman rempah-rempah dari famili Zingiberaceae yang memiliki banyak manfaat salahsatunya untuk kesehatan bisa menurunkan risiko penyakit kronis. Jahe mengandung senyawa antiinflamasi seperti gingerol yang dapat membantu mengurangi peradangan pada pembuluh darah. Peradangan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan menaikkan tekanan darah. Penyakit hipertensi di dunia terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi. Diperkirakan juga setiap tahun ada 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasi. Di Indonesia angka kejadian hipertensi 60% terjadi pada lansia. Penelitian ini bertujuan diketahuinya pengaruh rendaman air jahe (Zingiber officinale) terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di PMB Desi Fitriani Tahun 2023. Desain penelitian menggunakan rancangan quasy eksperimen tanpa grup control dengan pretest dan postest. Populasi adalah semua lansia di PMB Desy Fitriani yang mengalami hipertensi. Sampel menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 31 responden. Analisa data menggunakan uji t dependent. Hasil penilitian menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan usia dengan hipertensi yang diperoleh dari pretest dan postest. Hasil uji t pada hipertensi dengan rendaman air jahe didapatkan nilai sebesar 0,001 <0,000=5. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa ada pengaruh pembrian rendaman air jahe terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di wilayah kerja PBM Desy Fitraini.
Environmental Health Literacy and The Hope Tree Metaphor Febria, Dessyka; Hastuty, Milda; Agustina, Rama; Yusnilasari; Ariani, Deby Utami Siska
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.4731

Abstract

This research aim to develop the concept of EHL by reflecting the wish tree metaphor in supporting interactions between government, communities, companies, and agencies to achieve the vision of environmental health. This research used a qualitative methodology with a phenomenological perspective. The community, the penghulu, the village secretary, the village midwife, as well as businesses, professionals, and peatlands specialists served as the study's informants. The peatlands where the study is being conducted is in Indonesia's Riau Province's Rokan Hilir Regency. As a result of this research, it is hoped that stakeholders will become more knowledgeable about the detrimental effects of peatlands management and that they will be able to lessen the negative effects of poor community sanitation on peatlands, protecting the environment and lowering health risks. This metaphor of the wishing tree is said to be upbeat and holding on to improvements in the quality of life in the future. This research is a reflection study that results in a wish tree metaphor that expresses the desire that stakeholders would adopt EHL successfully.