Character education is a fundamental aspect of higher education, especially for prospective educators at the Hindu Teacher Training College (STKIP Agama Hindu Amlapura). The challenges of globalization and rapid social change require universities to produce graduates who excel academically and also possess social sensitivity, empathy, and moral responsibility. One effective strategy for strengthening character education is through participatory and contextual community service activities. This study aims to describe and analyze the strengthening of character education among students at the Hindu Teacher Training College (STKIP Agama Hindu Amlapura) through community service activities in Batu Barak Village, Bunutan, which include distributing basic necessities, cooking at residents' homes, and eating together with the community. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation during the implementation of the service activities. The results showed that students' direct involvement in community social activities was able to strengthen character values, such as empathy, social awareness, cooperation, responsibility, and respect for others.ABSTRAKPendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa calon pendidik di STKIP Agama Hindu Amlapura. Tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang cepat menuntut perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, empati, dan tanggung jawab moral. Salah satu strategi efektif dalam penguatan pendidikan karakter adalah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat partisipatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penguatan pendidikan karakter mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Batu Barak, Bunutan, yang meliputi pembagian sembako, kegiatan memasak di rumah warga, serta makan bersama masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan pengabdian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan langsung mahasiswa dalam aktivitas sosial masyarakat mampu memperkuat nilai-nilai karakter, seperti empati, kepedulian sosial, kerja sama, tanggung jawab, dan sikap menghargai sesama. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap nilai kearifan lokal, seperti menyama braya dan Tri Hita Karana, yang relevan dengan kehidupan sosial masyarakat Bali. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat terbukti menjadi media efektif dalam internalisasi dan penguatan pendidikan karakter mahasiswa secara kontekstual dan berkelanjutan.