Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN JASA SUBSEKTOR PROPERTY DAN REALESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Hernadianto, Hernadianto; Yusmaniarti, Yusmaniarti; Fraternesi, Fraternesi
Jurnal Sains Manajemen dan Bisnis Indonesia Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Sains Manajemen dan Bisnis Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jsmbi.v10i1.3391

Abstract

Dalam penelitian ini permasalahan yang akan dibahas adalah apakah model Altman Z-score, Springate dan Fulmer memiliki pengaruh terhadap financial distress pada perusahaan, serta model prediksi financial distress manakah yang paling tepat dan akurat dalam memprediksi financial distress pada perusahaan. Perbedaan penelitian ini dengan sebelumnya : Penelitian sebelumnya menggunakan 1 model analisis dan penelitian sekarang menggunakan 3 model analisis, guna dapat membandingkan model financial distress manakah yang paling tepat dan akurat. Lalu mengenai metode penelitian secara deskriptif dan pada penelitian kali ini mengunakan uji regresi logistik biner serta mengenai objek penelitian peneliti menemukan fenomena terkait besarnya rasio kebangkrutan di subsektor ini ketimbang subsektor lainnya. Jenis penelitian kuantitatif, data yang digunakan data sekunder. Populasi penelitian seluruh perusahaan jasa subsektor property dan realestate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2017. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sample, dengan kriteria-kriteria dan terpilih 24 perusahaan unit analisis menjadi sampel dan dikali jumlah periode tahun pengamatan (time series), sebanyak 120 sampel (24 perusahaan x 5 tahun). Hasil dari penelitian ini menunjukkan : Model Altman Z-Score berpengaruh signifikan terhadap kondisi financial distress dengan nilai sig 0,001, Model Springate tidak berpengaruh signifikan terhadap kondisi financial distress dengan nilai sig 0,828 dan Model Fulmer berpengaruh signifikan terhadap kondisi financial distress dengan nilai sig 0,025. Sementara model prediksi yang paling akurat dan tepat diantara Altman Z-Score, Springate dan Fulmer yakni model Fulmer. Hal ini ditunjukkan dari nilai Nagelkerke R Square 65,5% sementara model Altman Z-Score 51,2% dan Springate 43%.
Strategi Bertahan Hidup Nelayan Pasca Covid 19: Kasus Nelayan Jaring Insang Kota Bengkulu Kholis, Muhammad Natsir; Fraternesi, Fraternesi; Wahidin, La Ode
PELAGICUS Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v3i1.10528

Abstract

Fluktuasi pendapatan yang tidak stabil akan membuat nelayan merubah pola hidup agar dapat bertahan hidup. Salah faktor yang membuat pendapatan nelayan tidak stabil yaitu pandemi COVID-19. Pandemic ini membuat kepanikan publik di seluruh dunia saat ini. Ketidakpastian kondisi pandemi COVID- 19 saat ini sangat membuat nelayan jaring insang Kota Bengkulu frustasi untuk menjalani hidup di masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan prioritas strategi bertahan hidup nelayan jaring insang di Kota Bengkulu pasca COVID-19. Penelitian dilaksanakan pada Bulan April-Mei 2020 di Kota Bengkulu. Metode survei dipilih sebagai metode penelitian dan purpose sampling dipilih untuk teknik pengambilan data. Analisis yang digunakan yaitu strategi SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threaths). Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi bertahan hidup nelayan jaring insang di Kota Bengkulu pasca COVID-19 diprioritaskan pada strategi (ST) dengan memaksimalkan kelompok nelayan untuk lebih kreatif dalam melihat dinamika kondisi pandemi, bantuan pemerintah dan menjadikan keluarga dan agama sebagai motivasi agar mampu bertahan hidup pasca COVID-19. Bantuan tunai dari pemerintah sangat berguna untuk mengurangi beban hutang dan memberhentikan kegiatan illegal fishing seperti penggunaan alat tangkap trawl, sehingga saat musim ikan nelayan jaring insang mampu mengoptimalkan hasil tangkapannya.