Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN INOVASI PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MODERASI BERAGAMA PADA GURU-GURU MIS AL-ANSAR KEC. TOBELO UTARA KAB. HALMAHERA UTARA Nurjannah, Nurjannah; Mudayanah, Mudayanah; Mahmud, Elfira; Windari, Putri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v%vi%i.%p

Abstract

MIS Al-Anshar Popilo di Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara, merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tingkat dasar yang berada di wilayah multikultural. Kondisi sosial masyarakat yang heterogen menuntut guru untuk lebih bijak dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang menanamkan sikap toleransi, saling menghargai, dan mencintai kebersamaan dalam bingkai kebinekaan. Namun, keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan terkait moderasi beragama, serta minimnya inovasi pembelajaran membuat guru-guru di MIS tersebut membutuhkan pendampingan yang terarah. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) program studi PGMI berfokus pada pendampingan guru-guru di MIS Al-Ansar Popilo Kec. Tobelo Utara Kab. Halmahera Utara dalam menyusun modul pembelajaran matematika berbasis moderasi beragama. Pendekatan yang digunakan dalam PKM berbasis program studi PGMI Adalah pendekatan service learning. Kegiatan PKM diawali dengan pemaparan terkait konsep moderasi beragama dan nilai-nilai moderasi beragama. Kemudian, disampaikan terkait implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran, salah satunya dapat dimuat dalam modul ajar yang disusun oleh guru, khususnya dalam modul pembelajaran matematika. Nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran tersebut dapat disisipkan dalam soal cerita yang tetap memuat konsep dari matematika. Hasilnya diperoleh guru-guru mendapatkan wawasan dan keterampilan baru terkait inovasi pembelajaran yang memuat nilai-nilai moderasi beragama, yang dapat diwujudkan melalui modul pembelajaran.
Permainan Tradisional sebagai Upaya Membentuk Karakter Sosial Pada Siswa MI/SD Mudayanah, Mudayanah; Mahmud, Elfira
JUANGA: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan JUANGA, VOL 11. No.02( 2025 ) Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Babussalam Sula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial tidak mungkin mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan saling membutuhkan satu sama lain. Sehingga, dibutuhkan Bahasa sebagai alat berkomunikasi dengan sesamanya. Selain Bahasa, diperlukan juga kemampuan berinteraksi dengan orang lain, supaya terjalin interaksi dan komunikasi yang baik. Dalam menjalin hubungan atau berinteraksi dengan orang lain dibutuhkan karakter sosial. Karakter sosial sangat penting bagi kehidupan peserta didik, sehingga perlu ditanamkan dan dibentuk sejak dini, sejak pendidikan dasar. Pembentukan karakter sosial dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menerapkan pembelajaran yang menyenangkan, yaitu dengan menggunakan permainan tradisional dalam pembelajaran, khusunya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Sehingga dalam artikel ini akan dipaparkan terkait permainan tradisional sebagai upaya membentuk karakter sosial dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MI/SD. Artikel ini menggunakan metode studi pustaka, yang datanya dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti artikel atau jurnal-jurnal yang relevan dengan topik pembahasan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional yang diterapkan dalam pembelajaran secara tidak langsung akan membentuk karakter sosial peserta didik, yang sangat bermanfaat bagi kehidupan peserta didik. Karakter sosial yang dapat dibentuk melalui permainan tradisional diantaranya kebersamaan, bekerjasama, kejujuran, tanggungjawab, sikap lapang dada (jika kalah dalam bermain), mengasah empati, dan melatih keterampilan sosialisasi dengan berlatih peran dengan orang yang lebih dewasa dan masyarakat secara umum.