Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi permasalahan utama di lingkungan masyarakat, terutama tingginya proporsi sampah organik yang mencapai 60–70% dari total timbulan sampah. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memilah serta mengolah sampah organik menyebabkan meningkatnya volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memproduksi pupuk kompos organik secara berkelanjutan melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan praktik komposting berbasis rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan sosialisasi, pre-test, pelatihan komposting, pendampingan proses selama 3–4 minggu, serta post-test. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan pengukuran teknis parameter kompos seperti suhu, kelembaban, serta berat input dan output. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 66% berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Selain itu, masyarakat berhasil menghasilkan kompos dengan karakteristik berwarna coklat kehitaman, bertekstur remah, dan bebas bau. Volume sampah organik rumah tangga juga berkurang rata-rata sebesar 10%. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah berkelanjutan. Program direkomendasikan untuk direplikasi pada wilayah lain dengan dukungan fasilitas komposter dan pendampingan lanjutan.