Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tekhnologi DESAIN STUN HAND BERBASIS ANDROID GUNA MENDUKUNG TUGAS TERITORIAL: Telekomunikasi Harliana; Putra, Huda; Setiawan, Riyant
Jurnal Telkommil Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Telkommil
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54317/kom.v4iMei.312

Abstract

Gagasan ini terlahir dari alat Stun Gun. Stun Hand adalah suatu senjata memakai energi listrik. Senjata ini menggunakani syok elektrik yang bertujuan melumpuhkankan fungsi otot tanpa melukai seseorang.Hal ini dapat membantu kinerja para anggota jajaran TNI untuk melaksanakan tugas dantanggung jawab saat melaksanakan tugas sehingga mampu menunjang keamanan diri,Alat ini dibekali dengan beberapa keunggulan yang nantinya akan memberikan signal ketika salah satu tombolnya yang dapat di aktifkan ketika terhubung dengan jaringan komunikasi, signal tersebut merupakan suatu signal tanda bahaya dan di lengkapi oleh GPS yang akan langsung mendeteksi dimana lokasi tanda bahaya. Signal tersebut dapat tersalurkan dan terpantau kedalam sistem android, hal tersebut juga akan lebih memudahkan dalam menerima signal tanda bahaya yang telah dikirimkan.adapun Hasil dari pengujian Stund Hand ini mendapatkan nilai delay rata-rata 9.55/ms pada pagi hari, untuk pengujian delay memiliki rata-rata sebesar 2.18/s pada siang hari namun untuk pengujian delay memperoleh rata-rata 6.8/ms pada malam hari, dari pengujian tersebut dapat dipastikan pengguna terbantu dikarenakan mudah nya penggunaan dan ringan nya desain yang dipakai
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PRODUKSI PUPUK KOMPOS ORGANIK BERKELANJUTAN DARI LIMBAH RUMAH TANGGA Yuniar Alam; Moh. Hasan Fauzi; Harliana; Ulfa Niswatul Khasanah; Wahyu Dwi Handoko
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.5146

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi permasalahan utama di lingkungan masyarakat, terutama tingginya proporsi sampah organik yang mencapai 60–70% dari total timbulan sampah. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memilah serta mengolah sampah organik menyebabkan meningkatnya volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memproduksi pupuk kompos organik secara berkelanjutan melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan praktik komposting berbasis rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan sosialisasi, pre-test, pelatihan komposting, pendampingan proses selama 3–4 minggu, serta post-test. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan pengukuran teknis parameter kompos seperti suhu, kelembaban, serta berat input dan output. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 66% berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Selain itu, masyarakat berhasil menghasilkan kompos dengan karakteristik berwarna coklat kehitaman, bertekstur remah, dan bebas bau. Volume sampah organik rumah tangga juga berkurang rata-rata sebesar 10%. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah berkelanjutan. Program direkomendasikan untuk direplikasi pada wilayah lain dengan dukungan fasilitas komposter dan pendampingan lanjutan.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Sains dengan Metode Pembelajaran Inkuiri pada Anak Usia Dini Habibah; Yini Rahmawati Rosyidah; Harliana
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurip.v4i2.1434

Abstract

This study aims to improve early childhood science skills through the application of the inquiry-based learning method. Science skills are important from an early age because they can foster curiosity, critical thinking abilities, and scientific attitudes in children. The research method employed was Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles. The research subjects were 15 children in Group B at one early childhood education institution RA Miftahul Khoirot. The instrument used was a science skills observation sheet covering the abilities to observe, ask questions, and draw conclusions. The results showed a significant improvement in children’s science skills. In the pre-cycle stage, the children’s science skills only reached 19%. After the application of the inquiry method in cycle I, the skills increased to 79%. Furthermore, in cycle II, the children’s science skills reached 89%. This improvement demonstrates that through simple exploratory activities such as observing changes in objects, conducting color-mixing experiments, and planting mung beans, children became more active in asking questions, confident in expressing opinions, and able to draw simple conclusions. Thus, it can be concluded that the inquiry-based learning method is effective in enhancing early childhood science skills. This method provides opportunities for children to learn actively, enjoyably, and meaningfully through direct experiences. In addition to improving cognitive aspects, the implementation of the inquiry method also encourages the development of scientific attitudes such as curiosity, cooperation, and thoroughness, which are essential for children’s growth and development