Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dan Efektifitas Pembelajaran di Masa Pandemi dalam Mengembangkan Karakter Peserta Didik Tanasyah, Yusak; Singal, Youke; Mariana, Eta
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i1.89

Abstract

Pada tahun 2019 menyebarnya penyakit yang dinamai Covid-19 diseluruh dunia, dan masuk di Indonesai pada bulan maret 2020, menanggapi situasi yang sangat genting pemerintah Indonesai beserta Kementrian Pendidikan dan Kebudaayaan mengambil kebijakan dengan memberlakukan libur (work At Home) untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran luas dari penyakit Covid-19. Pandemi adalah epidemi yang terjadi saat ini sangat memberikan dampak yang sangat merugikan bangsa Indonesia bahkan mancanegara. Diketahui pada akhir tahun 2019 telah terjadi adanya virus yang membahayakan bahkan dapat mematikan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru pendidikan agama kristen dan efektifitas pembelajaran di masa pandemi dalam mengembangkan karakter peserta didik. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu guru harus dapat meningkatkan kualitas dan kompetensinya di bidang pendidikan dan kerohanianya. Guru juga harus menganali peserta didiknya, serta mampu meningkatkan pengetahuan, karakter peserta didik secara holistik, sebagaimana yang sudah di tetapkan oleh peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Pasal 1, ayat 1 tentang bagaimana tugas Guru dan Dosen itu sangat besar. Setiap Guru menjadi teladan bagi peserta didik karena guru adalah model bagi mereka yang mengidolakan guru tersebut.
Implications of Philosophical Thinking on the Practice of Inclusive Education in a Social Context Singal, Youke
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2024): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v3i3.231

Abstract

Inclusive education refers to an education system that allows all children without exception to learn together in one classroom. Inclusive education is based on philosophical thinking that emphasizes equality, social justice, and respect for diversity. The purpose of this study is to analyze the implications of philosophical thinking for the practice of inclusive education in a social context. This study applies a qualitative research approach, using a literature study as a data collection technique. The collected data were analyzed through three stages, namely data reduction, presenting data, and drawing conclusions. The results show that philosophical thoughts on equality, social justice, and respect for diversity form the basis for inclusive education practices. Philosophical thinking has significant implications for inclusive education practices. Inclusive schools that are based on strong philosophical thinking have greater potential to achieve their goal of providing quality and equitable education for all children
ANALISIS ETIS TEOLOGIS KEPEMIMPINAN EVANGELIKAL DALAM MERESPON KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DI KALANGAN PEMIMPIN GEREJA DI BANTEN Maitri, Rico Pratama; Missa, Antonius; Singal, Youke; Malau, Maya; Lumintang, Ramly D.
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meresponi kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh Gembala dan Pelayan Tuhan terhadap Jemaat khususnya perempuan terlebih yang masih di bawah umur di lingkungan Gereja di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dengan studi pustaka dan wawancara mendalam. Wawancara mendalam dilakukan kepada Para Pendeta yang berperan sebagai Gembala Jemaat, Pembimas Kristen Banten yang mewakili unsur pemerintah, dan juga Pelayan Tuhan yang tidak berjabatan sebagai Gembala atau Pendeta Jemaat, serta Jemaat biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Gereja-Gereja di Banten pada umumnya menerapkan kepemimpinan Evangelikal, dengan prinsip dasar takut akan Tuhan. Ini dibuktikan dengan sikap hidup Gembala yang menjaga kekudusan. Gereja tidak mentolerir tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh Gembala. Gembala harus memakai kehendak bebasnya untuk memuliakan Tuhan. Secara etis teologis, Gembala yang melakukan kekerasan seksual itu merusak gambar Allah, sehingga tidak layak memegang jabatan kependetaan. Jadi Gembala atau Pendeta yang melakukan kekerasan seksual, maka jabatan kependetaannya harus ditanggalkan. Dengan kesadarannya, ia dapat mengakui kesalahannya, melakukan pertobatan, menerima sanksi hukum dan adat yang berlaku, serta menyediakan diri untuk digembalakan.