Sadewo, Wisnu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan dan Implementasi Android-Mobile System Marketing Surveyor (A-MS2) Menggunakan Metode Personal Extreme Programming (PXP) Sadewo, Wisnu; Adhy, Satriyo
Jurnal Masyarakat Informatika Vol 7, No 2 (2016): JURNAL MASYARAKAT INFORMATIKA
Publisher : Department of Informatics, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.603 KB) | DOI: 10.14710/jmasif.7.2.31466

Abstract

Perusahaan saat ini dituntut untuk dapat melakukan pelayanan yang optimal terhadap nasabah dengan segala aspek yang dimiliki. Surveyor seringkali tidak dapat memberikan hasil surveinya pada hari yang sama kepada kredit analis karena jarak yang jauh dari rumah nasabah serta waktu tempuh untuk kembali ke kantor yang lama. Surveyor lapangan yang bertugas melakukan pengecekan data secara faktual ke calon nasabah harus memiliki perangkat yang sesuai agar pekerjaan yang dilakukan lebih optimal. Perkembangan teknologi mobile seperti smartphone saat ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung dalam segala aspek pekerjaan, hal ini dikarenakan harga yang terjangkau serta luasnya jaringan internet. Android-Mobil System Marketing Surveyor(A-MS2) dapat digunakan sebagai salah satu media untuk mendukung kinerja dari surveyor. A-MS2 yang berbasis smartphone andriod dapat memberikan suatu solusi karena dapat mempersingkat waktu pengiriman hasil survei ke kantor melalui koneksi internet yang telah tersedia. Skripsi ini dilakukan perancangan dan implementasi Android-Mobile System Marketing Surveyor(A-MS2) yang memiliki fitur untuk menampilkan jadwal survei, input data nasabah, hasil survei serta laporan hasil survei. A-MS2 ini dikembangkan dengan metode Personal Extreme Programming (PXP) yang diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman berbasis Java sebagai aplikasi klien dengan dukungan Aplication Programming Interface (API) berbasis PHP sebagai koneksi ke server. Data hasil survei yang dibuat oleh surveyor dapat diterima oleh kantor dengan menggunakan A-MS2 tanpa harus menunggu surveyor kembali ke kantor.
ANALISIS KLASIFIKASI LAJU EROSI MENGGUNAKAN METODE UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION (USLE) DENGAN SIG DI KOTA SAMARINDA Sadewo, Wisnu; Subagiada, Kadek; Djayus, Djayus
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v6i1.1011

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk akan membuat kebutuhan akan sumber daya dan lahan akan semakin meningkat. Pemanfaatan sumber daya alam dan pembukaan lahan yang berlebih akan menimbulkan berbagai permasalahan, salah satu permasalahanya adalah erosi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui klasifikasi lajur erosi di Kota Samarinda serta mengetahui sebaran erosi dengan kategori sangat berat di Kota Samarinda. Perhitungan laju erosi didasarkan pada empat faktor yaitu, faktor erosivitas curah hujan (R) dihitung dari intepretasi data curah hujan, faktor erodibilitas tanah (K) ditentukan dari analisis peta jenis tanah, faktor kelerengan (LS) ditentukan dari analisis data DEM (Digital Elevation Model), faktor vegetasi dan tutupan lahan (CP) ditentukan dari peta tutupan lahan. Berdasarkan empat fakor tersebut selanjutnya dihitung klasifikasi laju erosi dengan menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Hasil penelitian menunjukkan hasil klasifikasi laju erosi di Kota Samarinda menunjukkan 46,23 % dari luas wilayah tergolong sangat ringan ( <15 ton/ha/th); 8,37 % tergolong kelas ringan (15-60 ton/ha/th); 7,76 % tergolong kelas sedang (60-180 ton/ha/th); 18,94 % tegolong berat (180-480 ton/ha/th), dan 18,70 % wilayah yang tergolong pada kelas erosi sangat berat ( >480 ton/ha/th). Luas sebaran erosi di Kota Samarinda dengan kategori sangat berat yaitu 480 ton/ha/th memiliki luas sebesar 12442,37 Ha atau setara dengan 18,70 % luas wilayah Kota Samarinda, hal ini disebabkan pada wilayah tersebut kondisi lahan sudah terbuka tanpa penutup diatasnya yang menyebabkan tanah akan mudah tererosi karena tidak adanya faktor yang menghambat laju erosi